Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 122 Mendapatkan Izin


__ADS_3

Gavin berbincang sebentar dengan Christine, lebih tepatnya ia terpaksa mendengarkan cerita tunangannya itu.


“Christine maaf bukannya aku mengusir mu tapi masih ada satu pekerjaan yang harus segera aku selesaikan.” ucap Gavin tiba-tiba di tengah pembicaraan mereka setelah mereka bicara selama 40 menit lebih lamanya. “ouh.” Christine mengakhiri ceritanya. “Ya baiklah aku akan pulang dulu jika begitu.” Christine berdiri dan berjalan keluar ruangan. Kali ini dia tidak merasa sedih karena sudah bicara agak lama dengan Gavin.


“Huft... untunglah serangga itu sudah pergi. Aku bisa kembali fokus sekarang.” Gavin menutup kembali pintu ruangan setelah mengantar kepergian Christine.


Pria itu kembali duduk di kursi kerjanya. Ia melanjutkan apa yang belum selesai ia kerjakan, kembali menyisipkan virus ke data induk di perusahaan setelah dia mengamankan data aslinya.


Sore hari di saat jam pulang.


“kriek.” suara pintu ruangan terbuka.


“Ibu...” panggil Gavin berdiri setelah memandikan komputer menatap ibunya yang masuk. “Apakah ibu mau mengajakku pulang bersama ?” berdiri dan menghampiri Victoria.


“Ibu masih ada urusan. Aku ke sini memberitahu mu supaya kau pulang lebih dulu bersama driver.” Victoria berhenti dan berdiri tepat di depan Gavin. “Ya ibu tak apa. Bagaimana jika mulai besok aku berangkat sendiri saja dengan driver yang menemani ?” menyampaikan keinginannya sekalian.


“Ya tak apa.” balas Victoria dalam hati juga merasa senang karena tak perlu menemani anak lelakinya itu. “Ibu... aku benar-benar merasa butuh refreshing. Bolehkah nanti aku mengendarai mobil sendiri dan pergi ke suatu tempat. Ibu tahu aku penat dengan pekerjaan yang tak ada habisnya ini.” Gavin berbalik kemudian menunjuk setumpuk dokumen yang ada di meja.


Victoria diam sejenak dan berpikir untuk mengambil putusan dengan cepat namun tetap berhati-hati.


“Ya kau boleh keluar membawa mobil. Tapi apa kau yakin tak apa keluar sendiri ?”


“Ya ibu, aku akan belajar mengingat jalan mulai dari sekarang agar tidak merepotkan ibu lagi.” balasnya Tersenyum D


dalam hati karena jika diizinkan berarti dia bisa bebas pergi ke mana pun dia mau, termasuk ke tempat Kyra.


“Ya tentu saja kau boleh.” Victoria memegang dasi Gavin. “Tapi ingat kau jangan berani kabur dari rumah.” menarik dasi Gavin.

__ADS_1


“Tentu ibu, aku tidak mungkin kabur dari rumah ku. Terimakasih.” jawabnya pura-pura tersenyum lebar padahal mengutuk dalam hati. Namun setidaknya ia bisa bebas membawa mobil sendiri untuk saat ini itu sudah lebih dari cukup baginya.


Victoria yang terburu-buru segera keluar dari ruangan Gavin. Ia pun segera menuju ke mobil sudah lama menunggunya untuk bertemu dengan teman perkumpulan nya.


Sore hari di rumah.


Gavin terlihat rapi dan harum sekali. Ia mengambil ponsel yang ada di tempat tidur dan menelepon.


“Shit ! Dia masih marah padaku dan mematikan ponselnya.” Gavin menaruh ponselnya ke tempat tidur dengan kesal.“Akhir-akhir ini dia sensitif sekali dan ekstrim saat marah hingga mematikan ponselnya seperti ini.” gerutunya tak mengerti apa penyebab gadis itu kembali marah padanya padahal ia juga sudah meminta maaf padanya.


“Tak ada cara lain untuk membujuknya.” Gavin tersenyum tipis.


Malam harinya karena sudah mendapatkan izin mengendarai mobil sendiri, Gavin mengendarai mobil dan berangkat ke airport setelah berpamitan pada ayahnya serta menyampaikan kemana tujuannya.


“Cepatlah kembali. Ibu mu mungkin akan menanyakan dirimu saat dia kembali nanti.” Matthew berdiri di samping mobil Gavin. “Ya ayah.” tersenyum menatap ayahnya kemudian menutup pintu dan segera melanjutkan mobil keluar dari rumah.


“klak.” Gavin membuka pintu rumah dengan kunci yang ia bawa lalu masuk dan menguncinya kembali.


Di dalam sepi, bahkan di kamar Kyra pun kosong.


“Kemana dia ?” Gavin keluar dari kamar Kyra dan menuju ke dapur dan ternyata di sana kosong. “Apa dia ada di kamar mandi ? Jam segini ?” mendengar suara shower menyala dari arah kamar mandi.


Gavin tahu gadisnya itu akan lama jika mandi di malam hari. Karena ia hafal Kyra mandi di malam hari untuk menenangkan pikirannya yang stres. Ia pun menyelinap masuk ke kamar mandi.


“Argh... !” Kyra berteriak sekencangnya saat ada seseorang yang masuk ke kamar mandi. “Alden... tidak tuan muda Gavin kapan kau datang dan kenapa menyelinap masuk ke sini ? Membuat ku sangat terkejut !” membentak Gavin dan menyiramnya dengan shower karena kesal.


“Kau menonaktifkan ponselmu lagi, jadi aku kemari untuk menjelaskannya padamu. Aku rindu sekali pada mu.” Gavin merasa darahnya bergejolak menatap tubuh seksi gadisnya.

__ADS_1


Ia pun tiba-tiba berjongkok di kaki Kyra. Ia menemukan almond merah dan memainkan lidahnya di sana.


“Ahh....” Kyra mendesah karena kakinya terasa gemetar. “Gavin apa yang kau lakukan, hentikan !” menyentuh kepala Gavin dan menarik tubuhnya mundur.


“Kau jangan selalu marah padaku sampai mematikan ponsel seperti itu. Aku harus menyelesaikan misi balas dendam ku.” Gavin kembali mencium dan menjilat almond merah yang ia temukan.


“Aah... Gavin, berhenti.” Kyra menyiram tubuh Gavin hingga membuatnya basah kuyup. “Kau membuat ku basah kuyup.” Gavin berdiri dan menyentuh bibir gadisnya. Ia kemudian mencium bibir merah Kyra dengan kasar.


Gavin melihat gunung besar dan beralih memainkannya.


“Tuan muda Gavin, kurang ajar kau !” bentak Kyra marah. Ia menarik baju Gavin hingga membuat semua kancingnya lepas dan menarik resleting celananya dengan kasar.


“Akan ku balas kau !” Kyra menemukan tanduk emas di sana dan memainkan bibirnya. “Gavin tanpa tuan muda.” jawabnya sambil menyentuh pipi mulus gadisnya.


Gavin kemudian menarik Kyra berdiri dan menyudutkan nya ke dinding. Ia berdiri di belakang Kyra dan membuka sedikit kaki gadisnya.


“Aaaaah.... Gavin.” Kyra mendesah panjang saat lelakinya memeluk pinggangnya erat dan membenamkan tubuh nya. “Aku tidak akan marah lagi padamu. Tapi jangan selesaikan masalah dengan begini.” memegang kepala Gavin yang mencium lehernya.


Satu jam kemudian Gavin melepaskan pelukannya setelah mendesah panjang.


“Kau ini...” Kyra berbalik dan memeluk leher Gavin. Ia pun kembali menyalakan shower dan mengguyur tubuh mereka berdua.


Tak lama kemudian mereka keluar dari kamar mandi dan masuk ke kamar setelah mengenakan handuk untuk menutupi tubuh mereka dan mereka duduk bersebelahan di tempat tidur.


“Katakan pada ku, apa kau menemui tunangan mu lagi ?” tanya Kyra tiba-tiba dan menatap Intens lelakinya itu. “Tolong percayalah padaku. Beri aku waktu.”jawab Alden menggenggam erat tangan gadisnya.


“Aku akan kembali sebelum pagi. Aku ingin menghabiskan malam bersama mu.” Gavin mencium bibir merah Kyra.” Ya, aku tunggu janji mu.” membalas ciuman Gavin dengan kasar.

__ADS_1


Mereka berdua pun kemudian berbaring di tempat tidur dan mengobrol panjang lebar.


__ADS_2