
Alden berada di dapur dan sedang memasak. Sedari tadi dia terus tersenyum setelah mendengarkan ungkapan perasaan dari Kyra secara tak langsung.
“Jadi itu selama ini yang dipikirkan kakak padaku... dan alasan kenapa secara tiba-tiba dia menjauhi ku ?”gumam Alden tersenyum lebar sambil membalik sayur yang dia masak.
Asap dari dapur terkena angin dan masuk ke kamar Kyra.
“Bau harum apa ini ?”gumam Kyra menghirup aroma lezat masakan dan membuatnya membuka mata.
Kyra duduk dan melihat ke sekitar kemudian menatap jam dinding.
“Astaga... aku sudah tidur selama ini ? Kenapa ya aku bisa tidur, aku tidak merasakan sakit atau lainnya. Ahh sudahlah... sebaiknya aku segera makan malam saja.”gumam Kyra tak mau berlama-lama berada di kamar.
Gadis itu keluar dari kamar tanpa mengganti baju dan berjalan menuju ke dapur.
Alden baru selesai masak dan menghidangkan masakan di meja. Dia mendengar derap langkah kaki masuk ke sana.
“Kakak sudah bangun ? Padahal aku mau membangunkan mu.”ucap Alden tersenyum lebar menatap gadis itu duduk sudah duduk di kursi.
“Ya Alden... aku lapar. Aku tak tahu kenapa aku tertidur lama seperti ini.”balas Kyra yang sama sekali tak ingat apa yang terjadi pada dirinya sebelumnya.
“Apa yang kakak rasakan saat ini, apa masih pusing ?”balas Alden ikut duduk di depan Kyra.
“Pusing ... ?Aku baik-baik saja sekarang. Apa yang terjadi padaku ?”ucap Kyra merasa heran dengan pertanyaan yang diajukan oleh Alden padanya.
Alden menjelaskan jika gadis itu tadi mabuk setelah minum tiga botol minuman soda yang mengandung 20% alkohol.
“Ohh... ya aku ingat sebelumnya aku meminum itu.”ucap Kyra menanggapi setelah mendengarkan penjelasan dari Alden.
Mereka berdua makan seperti biasa. Kyra menatap Alden dan tatapannya tertuju pada dada Alden.
“Kenapa ada banyak tanda merah di dada Alden ?”batin Kyra menatap dada Alden yang terbuka.
Gadis itu terus menatapnya saat makan. Dia mencoba untuk tidak berpikiran negatif namun tanda itu membuatnya penasaran dan mengganggu pikirannya.
Kyra terdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Alden. Tanpa permisi dia pun membuka baju Alden dan matanya terbelalak saat melihat tanda merah itu bukanlah alergi udara atau di gigit serangga.
__ADS_1
“Alden... kiss mark ini siapa yang membuatnya di sini ?”ucap Kyra terlihat memegang dada Alden dan menunjuk banyak kiss mark di dadanya.
“Ini.... ini sebenarnya--”Alden berusaha menjelaskan namun ucapannya dipotong oleh Kyra yang tersulit emosi saat melihatnya.
“Alden... kau ini diam-diam bermain dengan seorang wanita di belakang ku ya ?! Bagus sekali, katakan pada ku siapa wanita itu aku akan memberinya pelajaran !”ucap Kyra terlihat marah dan tak suka saja ada wanita lain yang menyentuh Alden.
“Tenang... kakak duduk dulu. Aku akan menjelaskannya pada mu.”ucap Alden berusaha menenangkan emosi gadis itu.
Namun Kyra tak mau duduk dan malah menarik Alden berdiri di depannya untuk meminta penjelasan.
“Kakak yakin mau menghukum wanita itu ? Bagaimana kakak menghukumnya ?”ucap Alden dengan tenang sambil tersenyum.
Kyra merasa semakin kesal pada Alden yang tak menganggap ucapannya serius dan malah tertawa menatapnya.
“Jangan bilang kau menyembunyikan hubungan mu dengan seorang wanita dari ku ? Katakan pada ku, siapa dia ? Aku akan memberinya pelajaran tanpa ampun.”ucap Kyra kembali menyentuh kiss mark di dada Alden.
Alden memegang tangan Kyra dengan lembut dan menatapnya sambil tersenyum.
“Wanita itu ada di depanku saat ini. Jadi apa yang akan kakak lakukan ?”ucap Alden menjelaskan dengan singkat.
“Aku... jadi maksud mu aku yang me-melakukan itu pada mu ?”ucap Kyra terkejut sekali mendengar jawaban Alden, dan tak percaya apa yang dia katakan.
Kyra masih tak bisa mempercayai ucapan Alden dia pun membuka satu kancing bajunya untuk membuktikannya.
“Oh sial.... ada kiss mark juga di dada ku. Astaga apa yang sudah kulakukan di saat aku mabuk ?”batin Kyra terkejut sekali saat melihatnya dan merasa malu ternyata itu semua ulahnya.
Kyra mundur dengan muka merah dan menunduk tak berani menatap Alden.
“A-aku yang benar tak ingat apa yang sudah kulakukan padamu, aku minta maaf.”ucap Kyra benar-benar menahan malu atas keliarannya di saat mabuk.
Gadis itu diam tak berani berucap sepatah kata pun apalagi menatap Alden, dan tiba-tiba tubuhnya terasa kaku seperti patung kayu.
Alden maju dan menghampiri gadis itu dan memegang dagunya lalu menariknya ke atas.
“Kakak... saat kau mabuk kau bilang suka pada ku, dan kau menyerahkan perbedaan usia kita apa itu benar ?”ucap Alden melempar kail.
__ADS_1
Kyra bertambah shock dan menyalahkan dirinya sendiri kenapa bisa dia sampai mabuk dan bicara melantur kemana-mana.
“Alden... ak-aku--....”ucapannya terdekat di tenggorokan dan dia tak merasa susah sekali mengeluarkan suara untuk menjawabnya.
“Kakak.... di saat sadar seperti ini aku ingin jujur pada mu. Aku suka pada mu kak, bukan sebagai saudara tapi sebagai seorang wanita dewasa. Maukah kakak menjadi kekasih ku ?”ucap Alden dengan tenang dan jelas namun perkataannya sangat menusuk bagi Kyra dan sangat mengena.
“deg... deg...”Kyra merasa degup jantungnya bertambah cepat seakan hampir meledak mendengar pernyataan cinta dari Alden.
Kyra menatap Alden dengan tersipu dan menundukkan kepalanya lagi karena tak kuasa melihat tatapan Alden yang menghanyutkan dirinya.
“Alden... aku... aku... tak pantas jadi kekasih mu. Usia kita beda.”jawab Kyra pengen Pimpin bergetar dan segera berbalik membelakangi Alden lalu berlari meninggalkannya.
Alden mengejar Kyra dan menangkapnya, membuat gadis itu tak bisa bergerak menjauhinya lagi.
“Kakak... katakan sejujurnya pada ku kau suka pada ku atau tidak ? Perbedaan usia di antara kita tak jadi masalah bagiku.”ucap Alden memeluk Kyra dari belakang dan menunggu jawabannya.
Kyra berbalik setelah lama berpikir dan hanya bisa mengangguk, menatap Alden.
“Itu artinya kakak mau jadi kekasih ku ?”ucap Alden untuk memastikannya.
Kyra menyentuh pipi Alden dan menggelengkan kepalanya dengan berat hati.
Alden tidak yakin dan butuh jawaban pasti dari gadis itu.
“Kakak... kau tak perlu malu pada ku. Kau mau kan jadi kekasih ku ?”ucap Alden terus mendesak namun Kyra tetap memberikan jawaban.
Alden pun mengambil satu langkah terakhir, tanpa mengucap kata permisi, dia mencium bibir ranum Kyra tanpa malu-malu lagi.
Kyra merasakan kehangatan di sana dan dia membalas ciuman Alden sambil memeluknya erat.
Alden mengakhiri ciuman mereka dan kembali menatap Kyra dalam-dalam berharap gadis itu mengucapkan sepatah dua kata kata untuknya.
Kyra tak bisa berucap, bibirnya terasa kelu. Namun dia menarik Alden mendekat dan berjinjit kemudian mencium bibir Alden.
Kyra mengakhiri ciumannya dan segera berlari meninggalkan Alden lalu masuk ke kamar dan menutup pintunya.
__ADS_1
Alden tersenyum lebar menatap ke arah kamar Kyra sambil menyentuh bibirnya yang masih terasa hangat.
BERSAMBUNG....