
Di dalam taksi gadis itu melihat jalanan dengan tatapan kosong. Ia benar-benar merasa sedih karena di khianati, merasa tertipu karena di bohongi dan yang lebih ia sesali lagi, ia sudah memberikan tubuhnya pada Gavin.
“Nona sudah sampai.” ucap driver berhenti di depan kantor Kyra karena gadis itu sudah lima menit lamanya duduk termenung. “Ah ya, maaf.” Kyra segera tersadar kemudian turun dan menyerahkan beberapa lembar uang pada driver tadi.
Ia berjalan dengan langkah kaki gontai masuk ke kantor.
“Aku harus kuat, jangan terlihat seperti orang bodoh begini.” gumam Kyra menyemangati dirinya sendiri dengan senyum yang dipaksakan.
Ya benar, jika dia menunjukkan kelemahan nya di depan semua orang maka pasti siapa saja yang melihatnya akan menilai jika dirinya seorang gadis lemah dan bodoh.
Di rumah Gavin.
Christine bertemu dengan Victoria di depan pintu Gavin.
“Christine, kau baru pulang ?” Victoria terkejut melihat calon istri anak lelakinya berjalan pelan. “Oh kau... semalam menginap di kamar Gavin ?” melihat gadis itu membetulkan bajunya.
“Ya tante.” jawab Christine malu-malu menatap ibu tunangannya. “Aku permisi dulu tante.” berpamitan sambil membetulkan bajunya lagi.
“Ya sayang.” Victoria tersenyum lebar dan merasa senang sekali melihat kemajuan perkembangan hubungan Christine dan Gavin. “Gavin semua sudah berjalan sesuai dengan rencana ku. Jika begini aku akan segera mencari tanggal pernikahan untuk kalian berdua.” tersenyum lebar menatap punggung Christine yang semakin menjauh darinya.
Ia bermaksud untuk masuk ke kamar anak lelakinya, namun ia mengurungkan niatnya itu karena tahu pasti Gavin akan malu jika ia melihatnya.
Di dalam kamar Gavin mengambil ponselnya dan menelepon Kyra.
“Ayo lah angkat teleponnya.” Gavin sudah tiga kali menghubungi nomor kekasihnya itu namun tak diangkat. “Pasti dia marah padaku karena tidak menepati janjiku semalam.” mencoba mengulangi menelepon berulang kali namun tetap saja tak diangkat.
“huft...” Gavin menarik nafas panjang. “Baru saja kami berdamai, kini kembali kres lagi seperti ini.” menaruh ponsel nya tempat tidur dan menyerah untuk menelepon gadisnya. Karena ia itu akan sia-sia saja.
Gavin menatap jam dinding di kamarnya.
“Sebaiknya aku bersiap sekarang. Nanti malam aku akan menemuinya.” Gavin beranjak dari kamarnya dan masuk ke kamar mandi.
Tak lama kemudian pria itu sudah ada di mobil dan berangkat ke kantor dengan driver. Di dalam kantor ia kembali ke desa terpikirkan pada Kyra.
__ADS_1
“Shit.... ! Aku tak bisa berpikir.” Gavin menarik tangannya dari keyboard dan menyandarkan punggungnya ke kursi. “Konsentrasi ku terpecah.” memegang dagunya dan berpikir dengan jernih.
Gavin mengingat lagi kejadian semalam. Karena ia yakin melakukan apapun pada Christine.
“Ya benar, kepala ku pusing setelah meminum minuman yang dipesankan oleh Christine kemarin. Dia pasti mencampurkan sesuatu dalam minuman ku.” ia kembali berpikir dan mencari bukti bukan untuk siapapun, tapi untuk dirinya sendiri hanya untuk menghapus rasa bersalahnya pada Kyra.
“kriek...” tiba-tiba pintu ruangan terbuka di saat ia sedang serius berpikir.
“Ibu... ?” panggilnya saat melihat wanita itu masuk ke ruangannya.
Victoria masuk dan menghampiri anak lelakinya dengan wajah yang berseri-seri, entah apa sebabnya.
“Gavin... ibu akan mencarikan tanggal yang bagus untuk pernikahan mu dengan Christine nanti.”
Glek
Gavin seketika menelan ludah dan terkejut mendengar kalimat singkat ibunya. Menikah ? Ia sama sekali belum ada gambaran ke arah sana apalagi itu dengan Christine, tunangan yang sama sekali tidak ia cintai.
“Apa sebenarnya yang direncanakan wanita ini ? Kenapa mendadak sekali ?” Gavin diam menatap ibunya mencoba membaca arah pikiran wanita itu.
“Dasar anak ini... pintar juga dia mencari alasan.” Victoria terdiam tak bisa berkata-kata merasa serangannya telah dipatahkan.
“Ya baiklah... kita tunggu sampai ingatanmu kembali baru kita mencari tanggal pernikahan untukmu.” Victoria tersenyum kaku dan menahan kesal.
“Terimakasih ibu.”
Malam hari Gavin seperti biasa keluar dari rumah mengendarai mobil menuju ke airport. Satu jam kemudian ia tiba di rumah.
“Klik...” Ia langsung mengeluarkan kunci dan membukanya sendiri tanpa mengetuknya terlebih dulu.
“Suara pintu di buka, apa itu Gavin ?” Kyra mendengar suara pintu terbuka dan ia pun segera keluar dari kamar.
Benar saja ia melihat Gavin berdiri di depannya.
__ADS_1
“Sayang... maaf kemarin aku ada urusan mendadak dan lupa untuk memberitahu mu.” Gavin menghampiri gadisnya dan langsung memeluknya erat.
Ia pun mencium bibir seksi Kyra.
“Auh...” Gavin merintih sakit dan mengakhiri ciumannya karena gadisnya itu menggigit bibirnya hingga berdarah.
“Pergi kau dari sini ! Jangan pernah mencari ku lagi.” Kyra mendorong tubuh Gavin mundur dengan keras dan tatapan penuh amarah serta kebencian.
“Aku mengaku salah, maafkan aku. Aku tak akan mengulangi lagi.”
“Simpan kata maaf mu, aku membutuhkannya !” Kyra terlihat makin marah dan pergi masuk ke kamar meninggalkan pria itu.
Gavin menyusul gadisnya masuk ke kamar dan mengunci pintunya lalu menyimpan kuncinya agar gadis itu tidak kabur lagi darinya.
“Kyra sayang ku... kau ini kenapa ? Kenapa kau masih marah seperti itu padaku padahal aku sudah minta maaf padamu.” Gavin duduk di samping Kyra dan menyentuh bahunya.
“Singkirkan tangan mu dari tubuh ku !” Kyra menampik tangan Gavin dengan keras. Namun Gavin tetap keras kepala dan tak mendengar perkataan kekasihnya.
“bugh... !” Gavin membanting tubuh Kyra dengan keras ke tempat tidur dan ia mengunci tubuh gadis itu dalam pelukannya.
“Gavin tidak... aku tidak mau !” teriak Kyra saat lelakinya itu membuka kancing bajunya dan bermain-main di sana. Ia berusaha melepaskan dirinya namun tenaga Gavin lebih kuat.
Gavin melepas bajunya kemudian mencium kasar bibir seksi Kyra. Gadis itu pun tak bisa berbuat apa-apa selain membalas ciuman panas Gavin.
“Gavin... I love you...” Kyra tak bisa memungkiri jika dirinya masih mencintai kekasihnya itu meskipun dia marah sekali padanya.
“Aah... jangan hentikan !” Kyra kembali berteriak saat lelakinya itu menggigit almond surga. Ia berusaha menolak tapi tak bisa.
“Sayang... i love you so... Kyra please jangan tolak aku. Kau boleh menghukum ku setelah ini. Apa saja aku akan menerimanya.”
Gavin membuka lebar kaki Kyra dan membenamkan dirinya. Ia bergerak kasar yang membuat Kyra terus mengerang dan menggigit lehernya.
“Bastard.... ! Aah... !” Kyra kembali mengerang dan merasa meleleh di bawah tubuh Gavin dan ia pun tak kuasa untuk tidak mencium bibir Gavin dengan kasar. Mereka berguling dan berganti posisi.
__ADS_1
Satu jam setelah nya Gavin menarik tubuhnya dan memeluk erat Kyra. Namun ia terkejut melihat gadisnya yang menangis, tidak tersenyum seperti biasanya.