Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 129 Mengambil Mobil


__ADS_3

Tak lama setelahnya Christine sudah duduk di mobil Feliks.


“Sayang kita akan kembali rujuk kan setelah ini ?” tanya Feliks sambil menyetir mobil keluar dari hotel. “Diam kau ! Kau mengambil keuntungan dariku masih menuntut yang lainnya.” balas Christine dengan ketus. “Aku akan mempertanggungjawabkan perbuatan ku, tenang saja.”timpalnya.


“Diam kau Feliks ! Siapa yang minta pertanggungjawaban dari mu ?” bentak Christine. “Tak ada gunanya kau mengejar Gavin yang tidak mencintaimu. Sebaiknya kau menyerah dan bersamaku saja.” ucap Feliks tak mau menyerah dan terus membujuk Christine.


Christine terdiam dan memikirkan apa yang diucapkan oleh Feliks.


“Apa yang diucapkan Feliks sebenarnya ada benarnya juga. Tapi kenapa aku harus berhenti di tengah jalan jika aku hampir berhasil ? Kecuali jika ada suatu hal yang membuatku tak bisa melanjutkannya.” Christine menimbang-nimbang lagi namun ternyata ia tak bisa menaklukkan sendiri hatinya untuk berhenti menyerah mengejar Gavin. Karena baginya tak ada di dunia ini yang tak bisa dia miliki.


Christine menatap Feliks yang mengemudi. Wajahnya pun memerah saat teringat kembali apa yang barusan ia lakukan dengan pria itu, pria yang selalu setia padanya meskipun hatinya bercabang pada Gavin di mana tubuhnya meleleh seperti cokelat yang di panaskan dalam pelukannya.


“Ada apa kau melihatku seperti itu ?” Feliks menoleh menatap gadisnya. “Tidak, kemudikan lebih cepat lagi.” Christine kemudian mengalihkan pandangan dan menatap jalanan dari kaca jendela.


Feliks mempercepat laju mobil dan tak lama kemudian mereka hampir tiba di lokasi.


“Feliks kau turunkan aku di luar rumah Gavin. Biar aku masuk sendiri ke sana.” ucap Christine tiba-tiba di saat mereka sudah berada 3 meter sebelum sampai di rumah Gavin. “Ya.” jawab Feliks tanpa perlawanan sama sekali dan ia merasa puas berhasil menunjukkan rasa cintanya yang besar pada gadisnya.


“klak.” mobil berhenti dua meter sebelum rumah Gavin.


Christine turun dari mobil dan berjalan dengan cepat masuk ke sana.


“Benar saja, mobil Gavin sudah tak ada di sini.” melihat dan mencari mobil tunangannya di garasi dan tidak menemukannya.


Tepat di saat gadis itu membuka pintu mobilnya, Victoria keluar dari rumah.


“Christine ?” Victoria berhenti dan menghampiri gadis itu. “Bukankah kau bersama Gavin semalam ?” ucapnya sambil menoleh ke arah tempat mobil anak lelakinya biasa dipakai dan saat ini kosong.


“Ya tante. Emm... Gavin sudah berangkat ke kantor.” jawabnya dengan gugup sambil membetulkan rambutnya yang berantakan. “Maaf tante sudah siang. Aku permisi dulu.” berpamitan.


“Ya Christine.”

__ADS_1


Christine kemudian segera masuk ke mobil dan segera mengendarai mobilnya keluar dari rumah Gavin.


“Kenapa dia gugup seperti itu ? Apa dia menghabiskan malamnya lagi bersama Gavin ?” Victoria kemudian masuk ke mobilnya dan beberapa saat setelahnya driver segera mengemudikan mobil yang ia naiki.


Di luar rumah, Victoria menurunkan kaca jendela mobil.


“Itu kan mobil Feliks ?! Kenapa ada di sini ?” Victoria terkejut saat melihat mobil teman dekat anak lelakinya ada tak jauh dari rumahnya. “Apa dia mencari Gavin ?”


Awalnya wanita itu merasa aneh, tapi ia membuang pikiran itu jauh-jauh karena memang Feliks adalah teman dekat Gavin dan wajar saja jika ia menemui putranya.


“Tapi kenapa mobil Feliks mengikuti mobil Christine ?” kembali merasa aneh saat mobilnya menyalip dua mobil yang ada di depannya. “Oh sudahlah, anak muda memang rumit.” Victoria tak mau ambil pusing dan mengira tak ada apa-apa dengan mereka berdua.


Feliks mengikuti Christine sampai ke rumah.


“Din... !” Feliks membunyikan klakson mobil saat gadisnya sudah masuk ke rumah dan dia pun kembali menjalankan mobilnya yang sempat berhenti selama beberapa menit di depan rumah Christine.


Siang hari di rumah Feliks. Pria itu memutar tayangan video dari kamera yang ia pasang sewaktu di hotel.


Pria itu teringat jika Gavin meminta salinan video itu untuknya yang akan Gavin gunakan untuk menyerang Christine.


“Aku akan menyimpan versi video full-nya untuk diriku sendiri dan mengirim sebagian videonya pada mu Gavin, karena ini video privasi kami berdua.” Feliks kemudian memutar kembali rekaman video asli tadi dan memotongnya, hanya menampilkan sampai adegan di awal saja sebelum ia dan Christine meluapkan cinta mereka.


“Yup selesai !” Feliks selesai mengedit video dan mengirimnya pada Gavin.


“Ding !” suara pesan masuk ponsel Gavin.


“Pesan dari Feliks ?” Gavin penasaran dengan pesan yang diterimanya dan segera membukanya.


Isinya ternyata berupa video, tepatnya video syur antara Feliks dan tunangannya, Christine.


“Brengsek kau Feliks ! Ku kira aku bisa melihat pertunjukan bagus.” umpatnya setelah memutar video pendek yang dikirimkan padanya. “Kau pasti sudah memotongnya dan menyimpan nya untuk mu sendri.” Gavin tersenyum lebar setelah melihat tayangan video pendek.

__ADS_1


“Aku akan memprosesnya setelah ini tinggal menunggu timing yang tepat.” Gavin menyimpan video kiriman dari temannya itu setelah membalas pesannya dengan berterima kasih padanya.


Gavin kembali menatap monitor komputer di depan ya dan mengerjakan tugasnya yang belum selesai.


Malam hari di rumah Christine.


Semua keluarga nya sedang berkumpul dan makan bersama di ruang makan.


“Dimana kakak mu, Steven ?” tanya Ellyz pada putranya saat melihat satu kursi kosong. “Dia bilang tak enak badan, bu dan nanti akan makan sendiri.”


“Ya sudah jika begitu.”


Mereka melanjutkan makan malam kembali tanpa kehadiran Christine.


Di kamar Christine, gadis itu duduk dengan tubuh yang gemetar setelah melihat banyak kiss mark di seluruh tubuhnya.


“kring...” suara ponsel Christine yang berdering.


Ia pun segera meraih ponsel yang ada di dekatnya. “Telepon dari Gavin ?” terkejut saat mengetahui siapa yang meneleponnya.


“Halo Gavin... ada apa kau menelepon ku ?” ucapnya di telepon. “Christine maaf aku baru sempat menghubungi mu. Apa kau baik-baik saja ?”


“Ya aku baik-baik saja.” jawabnya dengan gemetar dan mencoba untuk tenang. “Semalam aku bertemu Feliks, kau tahu dia bilang dia adalah sahabat ku.”


“Ya itu benar.”


“Dia menawarkan bantuan padaku untuk mengirim lemon juice pada mu. Bagaimana kondisimu sekarang ?” Gavin menahan nada bicaranya agar tetap terdengar lembut. “Ya aku baik-baik saja. Feliks membantu ku.”


“Christine bagaimana jika sekarang aku menjemputmu dan kita keluar jalan-jalan ?”


“Maaf aku tidak bisa. Hari ini aku lelah mungkin lain waktu.” tolaknya sambil menggigit bibir dan menyentuh kiss mark di lehernya.

__ADS_1


Gavin menutup telepon dengan tersenyum lebar penuh kemenangan karena rencananya menyerang Christine berhasil, terbukti gadis itu tak berani bertemu dengannya.


__ADS_2