Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 87 Bertemu Psikiater


__ADS_3

Dua hari kemudian di sore hari sepulang kerja. Terlihat Matthew baru masuk ke rumah. Di kamar Dia segera berganti baju.


“Mau kemana kau ?”tanya Victoria masuk ke kamar dan melihat suaminya itu berpakaian rapi.


“Aku hanya ingin keluar saja sebentar.”jawabnya singkat sambil mengaitkan kancing baju terakhir.


“Kemana dia pergi ?”gumam Victoria melihat suaminya itu keluar dari kamar. Dia pun di mana kemudian mengikuti pria itu berjalan dan ternyata dia berhenti di depan kamar Gavin.


“Sayang... ternyata kau mengikuti ku, ada apa ? Apa kau ingin ikut jalan-jalan denganku ? Ganti baju mu dan aku akan menunggumu.”Matthew berbalik dan pura-pura baru menyadarinya.


“Hmh... jika dia mengajak ku pasti dia pergi ke tempat yang tidak menyenangkan bagiku.”batin Victoria mempertimbangkan ajakan dari suaminya itu.


“Lalu kenapa kau berhenti di sini ?”tanya Victoria kembali menyelidik.


“Aku mau mengajak Gavin.”


Seketika terbersit sebuah pikiran buruk dalam benak wanita itu.


“Kau mau mengajak Gavin ke nana ?” tanyanya dengan curiga jika suaminya itu akan mengajak putranya untuk pergi bersenang-senang.


“Ke suatu tempat dimana Gavin akan mengingatnya selamanya.”jawabnya sambil tersenyum menyeringai yang membuat pikiran wanita itu ya awalnya negatif thinking berarti berubah menjadi positif thinking.

__ADS_1


“Apa kau akan membawa dia ke suatu tempat yang menyeramkan misalnya atau sejenisnya ?”bisik Victoria lirih di telinga suaminya dengan tersenyum lebar.


“Tentu saja, seperti yang kau inginkan.”balasnya Dandi berbisik dengan lirik di telinga istrinya.


“Yah pergi saja kalau begitu. Benar-benar tidak menarik bagi ku.”Victoria terlalu pergi meninggalkan suaminya kembali ke kamar.


“Aku berhasil membuatmu mempercayai ucapan ku.”batin pria itu tersenyum kecil.


Matthew kemudian masuk ke kamar Gavin.


“Ayah... aku kira siapa.” Gavin berbalik saat seseorang membuka pintu kamarnya dan mengira itu adalah ibunya.


“Kemana ?”jawabnya singkat karena tidak tahu ke mana ayahnya akan mengajak dirinya.


Matthew tidak menjelaskan secara detail karena khawatir di luar ada pelayan yang mendengar percakapan mereka.


“Kau ikut saja aku akan menjelaskan detailnya nanti di jalan.”


“Ya ayah...” Gavin tanpa berganti baju kemudian berjalan mengikuti ayahnya keluar dari kamar. Dia sama sekali tidak khawatir jika ayahnya itu melakukan hal buruk padanya atas sejenisnya.


Mereka berdua kemudian menuju ke mobil dan Matthew segera melaju mobilnya keluar dari rumah.

__ADS_1


Setelah 10 menit perjalanan, mereka tiba di sebuah tempat praktik. “Ayo turun.” Matthew matikan mobil kemudian turun dari sana.


“Tempat praktek apa ini ayah ?” tanya Gavin penasaran dan melihat ke sekitar mencari petunjuk.


“Ini sesuai dengan yang kau minta.”jawabnya singkat. “Apa psikiater yang ayah bilang beberapa waktu yang lalu ?”


“Benar.”balasnya sambil senyum kecil dan kembali berjalan setelah berhenti sebentar.


Matthew menekan bel di dekat pintu. “Matthew... kau datang juga.”ucap seseorang membuka pintu dan tersenyum lebar padanya.


“Masuklah.”ucap Lawrence sambil menatap Gavin.


“Ayo masuk.” Ajak Matthew mengajak Gavin kemudian masuk ke tempat praktek temannya itu.


Gavin dan Matthew duduk sebuah sofa. Karena memang sudah lama tidak bertemu, Matthew tanggal berapa panjang dan lebar dengan Lawrence.


“Oh ya jadi apa masalahmu ?”tanya Lawrence di tengah pembicaraan mereka.


“Jadi sebenarnya begini.” Matthew Kemudian menceritakan panjang lebar masalah yang dialami oleh Gavin pada temannya itu mulai dari awal hingga akhir.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2