Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 104 Menemukan Perangkap


__ADS_3

Beberapa hari tinggal di rumah itu bersama dengan Victoria, membuat Gavin jadi mengerti karakter ibunya seperti apa.


“Aku harus cepat atau aku tidak tahu apa yang akan wanita itu lakukan padaku jika aku terlambat untuk turun.” Gavin mengusap rambutnya yang basah setelah keramas menggunakan handuk kering sambil menatap jam yang tergantung di dinding. “Kurang empat menit lagi.” ia pun segera berpakaian dengan cepat kemudian berlari dan menuruni tangga.


“Maaf membuat ibu lama menunggu.” Gavin segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping wanita itu. “Jika sampai dalam waktu dua menit lagi, maka aku akan meninggalkanmu.” jawabnya menatap jam yang melingkar di tangan.


“Jalankan mobilnya sekarang.” Victoria memberi perintah pada driver. “Ke kantor dua.” ucapnya menambahkan.


“Baik nyonya.”jawab driver singkat dan segera melajukan mobil menuju ke kantor dua.


Kantor dua merupakan kantor yang berada lebih jauh daripada kantor satu. Dan kantor itu mengurusi bisnis properti.


“Apa ini yang dimaksud oleh ayah ? Wanita ini sengaja membawaku ke kantor lain agar aku masuk dalam perangkapnya.” Gavin menatap Victoria dalam diam.

__ADS_1


“Gavin kita sudah sampai. Ayo turun.” ucapan Victoria membuyarkan lamunan Gavin.


“Ya-ya ibu...” jawabnya gugup.


“Kenapa dia gugup ?” Victoria menatap anak lelakinya yang tak seperti biasanya dan tampak terlihat kehilangan kepercayaan diri di depannya. “Apa dia mulai takut padaku ? sepertinya aku harus bersikap lebih lembut lagi padanya.” tersenyum dalam hati.


Gavin baru pertama kali ini masuk ke kantor dua. Dia juga tidak tahu menahu seluk beluk kantor itu. Ia berjalan mengikuti ibunya masuk ke gedung berlantai dua puluh.


“Gavin... di sini tempatmu.” mereka berdua tiba di lantai 20. Victoria menunjukkan ruang kerja Gavin. “Apa kau perlu ibu temani ?” mengantar masuk ke ruangan dan menunjukkan beberapa dokumen.


“Ya itu tugas pertamamu hari ini. Jika ada kesulitan kau bisa memanggil ku.” jawab Victoria Tersenyumlah bar kemudian berjalan keluar menuju ke ruangannya sendiri yang berada di lantai 10.


Glek

__ADS_1


Setelah kepergian ibunya, Gavin menelan ludah melihat dokumen setinggi 50 cm di meja.


“Fuck ! Umpatnya kesal dan merasa dikerjai oleh ibunya sendiri. Secara, dia baru pertama kali masuk dan tidak tahu apapun tentang perusahaan ini sudah dikasih kerjaan sebanyak itu.


Gavin menyalakan komputer dan melihat satu per satu file yang ada di sana. Ia tak langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibunya. Ia lebih memilih untuk melihat semua data yang terikat di komputer dan mempelajarinya terlebih dulu.


Dua jam kemudian ia mengambil beberapa dokumen dari meja dan mencocokkannya dengan data yang ada di komputer.


“Ini penyakitnya.”ucapnya menemukan sumber masalah yang ia duga sebagai perangkap yang sengaja disisipkan oleh ibunya, setelah memasukkan formula ajaib. “Memang ini sedikit lebih rumit daripada masalah yang kutemukan di kantor satu.” break sebentar untuk menarik nafas dalam-dalam sekaligus mengumpulkan kekuatan.


Gavin mengerjakan dengan cepat laporan yang ada di mejanya.


Sementara di ruangan lain Victoria sedang melihat rekaman CCTV yang ada di laptopnya saat ini dan sedang menampilkan Gavin.

__ADS_1


“Bastard ! Dia bisa menemukan perangkap yang ku buat. Padahal aku sudah menyewa seseorang untuk membuatnya.”


__ADS_2