
Beberapa hari setelah Grand Opening outlet baru Alden di lima swalayan, malam hari di rumah terlihat Alden duduk termenung seorang diri di dapur.
Lelaki itu seperti biasa, mengupas kentang untuk bahannya meskipun sebenarnya dia tak perlu melakukan itu karena sudah banyak pekerja yang membantunya.
Alden diam termenung dan otaknya kembali bekerja. Bisnis itu seperti roda yang berputar juga mengikuti perkembangan zaman.
“Di saat sedang naik daun seperti ini aku harus terus melakukan inovasi sebelum ada pesaing yang mengungguli produk ku.”gumam Alden berpikir.
“Apa ya... aku harus mempunyai sesuatu yang berbeda dari yang lainnya agar selalu diingat dan dicari.”gumam Alden lagi berpikir mencari ide.
Lama dia berpikir dan akhirnya dia mempunyai sebuah ide terobosan baru.
“tap-tap-tap....” terdengar suara langkah kaki masuk ke dapur dan Alden menoleh ke belakang.
“Alden... kenapa kau masih belum tidur juga sudah semalam ini ?”ucap Kyra menghampiri lelaki itu setelah keluar dari toilet.
Terlihat dengan jelas jika lelaki itu sedang memikirkan sesuatu dan berpikir keras.
“Apa yang kau pikirkan, mungkin saja aku bisa membantumu. Ceritakan padaku ada apa sebenarnya ?”ucap Kyra duduk di sebelah Alden.
Alden kemudian menceritakan dan mengungkapkan apa yang ada di pikirannya pada Kyra jika dirinya ingin menambah menu varian lainnya.
“Aku ingin mencoba menambah menu varian lainnya yang juga berbahan dasar dari kentang. Aku akan membuat potato spaghetti.” ucap Alden setelah terpikirkan menambahkan satu varian menu baru di outletnya sebagai uji coba.
Kyra terlihat mengerutkan alisnya mendengar perkataan Alden. Karena setahu dia kentang tak bisa diolah menjadi mie ataupun produk lainnya.
“Apa kau yakin ? Dan kau bisa mengolahnya menjadi spaghetti ?”balas Kyra penasaran.
“Ya bisa saja... aku juga bisa mengolahnya menjadi bahan olahan makanan lainnya nanti.”jawab Alden menoleh ke samping kiri menatap Kyra yang masih tak percaya dengan penjelasannya.
Alden tiba-tiba berdiri dan menarik gadis itu membawanya ke dekat tempat memasak kemudian menarik kursi dan meminta gadis itu duduk di belakangnya dan melihat dirinya berkreasi.
“Aku akan tunjukkan padamu. Kau tunggu saja.”ucap Alden. Dia pun segera mengambil bahan yang dibutuhkan, kemudian mengolahnya melalui beberapa proses dan tahapan hingga akhirnya menjadi gulungan mie panjang.
“Alden... aku tak percaya kau benar-benar bisa membuatnya.”ucap Kyra terkejut sekaligus kagum pada kemampuan memasak Alden yang jauh di atasnya.
__ADS_1
Kyra mengambil gulungan mie yang sudah jadi dan terasa kenyal, kemudian mengembalikan lagi pada Alden.
“Tunggu sebentar aku akan memasaknya untukmu.”ucap Alden kembali menyuruh gadis itu untuk duduk.
Alden memasak dan mengolah bahan potato spaghetti tadi dengan menambahkan berbagai bumbu dan rempah-rempah.
Lima belas menit kemudian Alden berbalik dengan membawa potato spaghetti yang masih panas dengan uap mengepul yang beraroma harum.
“Ini cobalah...”ucap Alden menyajikan hidangannya di depan Kyra.
“Dari aromanya saja sudah menggoda apalagi rasanya.”balas Kyra mencium aroma lezat masakan Alden.
Kyra mengambil piring itu dan mulai memakannya.
“Tunggu...biar aku yang melakukannya.”ucap Alden mengambil garpu yang dipegang Kyra. Dia pun mulai menyuapi kekasihnya itu.
“Bagaimana rasanya ?”tanya Alden tak sabar.
“Emm... perfect ! Sungguh di luar ekspektasi dan hingga aku tak bisa menjelaskan rasa nikmatnya. Tapi... jika kau sering memasak kamu seperti ini, lemak di tubuhku akan semakin menebal dan membuat tubuhku semakin buntal.”balas Kyra yang sudah makan beberapa suap dan ingin menghabiskannya, namun berhenti.
“Kau ini...”balas Kyra sambil mencubit pipi Alden.
“Aku ingin kita makan berdua.”balas Alden. Dia kembali mengambil sesuap spaghetti dan menyiapkannya pada Kyra, lalu dia mengurai ujungnya dan mulai memakannya di bagian ujung lain.
“mmm...”saat mereka berdua makan spaghetti hingga di tengah bagian, Alden mencium bibir Kyra.
Beberapa saat kemudian mereka berdua keluar dari dapur dan Kyra menyeret Alden yang masih ingin bereksperimen di dapur dan membawa lelaki itu masuk ke kamarnya sendiri.
Beberapa hari kemudian setelah fix, Alden menambahkan menu baru yaitu potato spaghetti di semua outletnya. Dan hasilnya di luar ekspektasi. menu baru itu ternyata aku keras dan disukai banyak pembeli karena memang hanya Alden yang membuat menu seperti itu.
Di lain tempat Matthew yang mengetahui jika istrinya break sementara melakukan pencarian putranya, menggunakan kesempatan itu dan mengerahkan semua bodyguard yang ada untuk mencari keberadaan Gavin.
Lelaki itu memanggil dan menemui para utusannya di tempat lain agar tidak ketahuan oleh istrinya dan yang lainnya.
“Aku percaya Alden ada di suatu tempat. dan itu hanya masalah waktu saja bagi kita untuk menemukan dia. Sekarang cari dia ke bagian terjauh, mulailah pencarian dari sana !”ucap ayahnya Gavin memberi perintah pada utusannya.
__ADS_1
“Baik tuan.”jawab para body guard itu serentak.
Lelaki berbaju serba hitam dan berkacamata hitam itu mulai bergerak tanpa sepengetahuan nyonya mereka. Mereka membagi beberapa tim dan mulai mencari dari bagian Oklahoma, Dakka dan sekitarnya.
Setiap ada informasi baik itu positif atau negatif mereka melaporkannya kepada tuan mereka.
Suatu siang salah satu body guard utusan Matthew yang berada di wilayah pencarian di area Ottawa sedang menyisir beberapa lokasi yang ada di sana dengan tim nya.
“Aku merasa lelah bagaimana jika kita beristirahat dulu sambil mengisi perut kita.”ucap salah satu body guard pada temannya di tengah jalan.
“Ya ini memang jam makan siang. Lalu kita makan di mana sebaiknya ?”balas lelaki lain menanggapi.
Driver mobil membuka kaca mobil saat melintas di jalan raya di tengah kota. Banyak swalayan dan mall di sana.
“Tak usah pergi jauh-jauh kita makan di sekitar sini saja.”ucap salah satu body guard pada rekannya.
Tak masalahnya mobil yang membawa 6 orang itu berhenti di sebuah Swalayan. Mereka masuk ke lantai satu dan tidak naik ke lantai dua.
“Sudah kita pilih menu yang ada di lantai ini saja.”ucap seorang bodyguard saat melihat rekannya akan naik ke lantai dua.
Mereka melihat alat apa saja yang ada di foodcourt lantai satu.
“Ku rasa aku belum pernah mencoba potato spaghetti. Bagaimana jika kita mencobanya saja ?”ucap salah satu body guard memberikan masukan setelah melihat-lihat beberapa outlet yang ada di sana.
Keenam orang itu kemudian masuk ke outlet dan tutup menunggu pesanan mereka datang.
“Silahkan tuan.”ucap pelayan mengantarkan pesanan mereka.
Keenam orang tadi segera menyantap menu yang ada di depan mereka. Secara serempak mereka semua berhenti dan saling memandang setelah memakan satu suapan.
“Rasa ini... rasa yang sangat familiar. Dan rasa ini khas seperti masakan buatan tuan Gavin.”ucap salah satu body guard setelah mencicipi rasanya.
Kelima orang lainnya kembali memakan satu suapan dan mereka juga mempunyai pendapat yang sama dengan rekannya tadi.
BERSAMBUNG....
__ADS_1