Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 42 Menjauh


__ADS_3

Jerry hanya bisa menembus kesal dan menatap saja kepergian Kyra.


Sementara Kyra hanya diam saja di sepanjang jalan menuju ke rumah. Dia hanya memeluk erat pinggang Alden atas perintah Alden supaya akting mereka terlihat nyata dan entah kenapa ya sekarang dia belum melepaskannya.


“deg... deg... deg...”bunyi detak jantung Kyra yang berdetak lebih cepat daripada biasanya saat dia kembali mengingat apa yang di ucapkan oleh Alden padanya di tempat parkir tadi.


“Alden.... kenapa dia bilang seperti itu ? Apa yang dikatakannya tadi benar ?”batin Kyra terlihat tersipu dan pipinya memerah.


Alden pun ikut diam selama mengendarai motor. Dia juga teringat pada apa yang tadi dia ucapkan.


“Kenapa kakak sama sekali tak bicara padaku setelah kejadian tadi ? Apa dia marah padaku ?”gumam Alden tak berani berucap sepatah katapun.


Dia berpikir apakah dia salah bicara saat mengaku sebagai kekasih di depan lelaki tadi untuk melindunginya ? Atau ada hal lainnya.


“Kenapa aku mengatakan hal itu tadi ? Tapi aku sendiri juga tidak sadar mengatakannya hanya itu yang terpikirkan tadi.”batin Alden lagi menyesali apa yang dia ucapkan.


Kyra merasa semakin berdebar jantungnya saat Alden mendadak mengeram dan membuatnya mencium punggung lelaki itu.


“Maaf kak...”ucap Alden menoleh ke belakang.


“Ya... hati-hati mengendarai nya, pelan-pelan saja.”balas Kyra.


Alden memelankan laju motornya dan Kyra melonggarkan pegangannya.


“Oh... kenapa kakak marah lagi pada ku ? Apa Aku melakukan kesalahan lagi ?”batinnya lalu memegang tangan Kyra sambil terus menyetir.


“Alden apa yang kau lakukan ? Lepaskan tangan ku, ini bahaya ! Bagaimana jika kita jatuh nanti ?”ucap Kyra untuk menutupi rasa gugupnya saat Alden memegang tangannya.


“Tidak... aku akan terus memegang tangan mu, karena kau melonggarkan pegangan mu padaku.”jawab Alden masih memegang tangan Kyra yang lembut. Diam-diam lelaki itu merasa nyaman saat memegang tangan garis itu dan enggan untuk melepasnya.


Kyra pun akhirnya mempererat pegangannya, namun Meskipun begitu Alden tak melepaskan tangannya.


“Tangan Alden terasa hangat...”batin Kyra merasakan hangat yang menjalar di tangannya. Dan gadis itu kali ini membiarkan Alden tetap memegang tangannya.


Alden merasa jantungnya berdebar saat saat Kyra untuk Arab pegangannya dan menyandarkan tubuhnya ke punggungnya.


“Kakak... entah kenapa rasanya aku ingin waktu berhenti untuk saat ini.”batin Alden. Dia pun kembali memperlambat laju motornya agar bisa lebih lama memegang tangan Kyra.


Satu jam kemudian mereka tiba di rumah. Kyra terlihat gugup. Dia pun segera melepas tegangannya dan turun dari motor sebelum Bram melihatnya.

__ADS_1


“klik....”Alden melepas helm Kyra dan hal itu membuat Kyra merasakan perasaan aneh kembali menjalar di tubuhnya.


“tap... tap... tap...”Kyra kemudian segera berlari masuk ke rumah sebelum jantungnya meledak dan masuk ke kamar.


Sementara Alden kembali merasakan dan hanya bisa menatapnya saja kenapa gadis itu bertingkah aneh dan dia tak mengerti apa yang dipikirkannya.


Di dalam kamar, Kyra hidup pagi di setelah mengunci pintu kamarnya.


“deg... deg... deg...”bunyi suara detak jantung Kyra yang masih memburu dan dia berapa kali menarik nafas dalam-dalam untuk menstabilkannya.


“Kenapa aku tiba-tiba merasa gugup saat bersentuhan dan dekat dengan Alden padahal biasanya tidak pernah seperti ini ?”gumam Kyra mencoba mengingat kembali dan membuat wajahnya memerah.


Malam hari di saat Alden sudah selesai memasak makanan dan menghidangkannya di meja makan, dia melihat tak ada siapapun yang duduk di sana.


“Aneh.... biasanya kakak sudah ada di sini dan menungguku sampai selesai.”gumam Alden tak melihat Kyra.


Ia pun berjalan menuju ke kamar Kyra dan ternyata ditutup dan dikunci.


“Kak... makan malam sudah siap ayo kita makan.”ucap Alden sambil mengetuk pintu kamar.


Kyra yang sedari tadi duduk dan menahan lapar segera berdiri dan membuka pintu.


“whoops.... bruk... !”Alden tergelincir dan membuatnya hilang keseimbangan sehingga dia jatuh menimpa Kyra dan membuat mereka terhempas ke tempat tidur.


Alden menindih Kyra, dan mereka berdua mendengar detak jantung masing-masing yang berderu kencang.


“AL-Alden... kau berat sekali.”ucap Kyra sambil menahan tubuh Alden.


“Maaf kakak aku tergelincir.”balas Alden yang baru pertama kali menatap Kyra sedekat ini. Dan dia baru menyadari kecantikan gadis itu.


“Ehem...”Kyra berdehem karena Alden masih tak bergerak.


Alden segera turun dari tubuh Kyra dan dia menarik tangan Kyra untuk membantunya berdiri.


“Ayo kita makan sekarang, aku sangat kelaparan.”ucap Kyra segera berjalan keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan meninggalkan Alden.


Alden kemudian berjalan keluar mengikuti Kyra masuk ke ruang makan. Di ruang makan mereka berdua segera menghabiskan makanan di depan mereka tanpa mengucapkan sepatah kata sedikitpun. Dan setelah selesai makan, Kyra segera masuk ke kamar.


Keesokan paginya Kyra sarapan pagi bersama dengan Alden. Dia juga Dian dan tak membahas apapun selama makan.

__ADS_1


“Kenapa kakak diam saja ?”batin Alden makan sambil terus menatap Kyra.


Selesai makan, Kyra segera berjalan dengan cepat keluar rumah.


“Tunggu kak, ini helm mu, ketinggalan.”ucap Alden mengambil helm Kyra dari meja saat mengambil kunci motor dan mengantarnya berangkat kerja.


Setiap hari Alden mengantar dan menjemput gadis itu ke tempat kerja setelah dia mempunyai motor sendiri.


“Alden... hari ini aku naik taksi saja.”ucap Kyra berjalan dengan terburu-buru.


Alden mengejar Kyra namun sesampainya di luar gadis itu sudah masuk taksi.


Alden berbalik dan berjalan dengan tak bersemangat kembali ke rumah.


Dari belakang terlihat Bram datang dan berhenti menghampiri Alden.


“Bos kenapa terlihat tak bersemangat ?” tanya Bram.


“Tak ada...”jawab Alden sambil tersenyum tipis.


“Apa bos bertengkar dengan kak Kyra ?”tanya Bram yang tadi sempat melihat.


“Hyah itu masalahnya. Aku tidak tahu kenapa dia tiba-tiba seolah menjauhiku dan menghindar dariku tanpa sebab yang jelas.”balas Alden menceritakan.


Bram kemudian berbisik lirih di telinga Alden dengan tersenyum kecil.


“Ahh... kau ini masih kecil, tahu apa kau tentang hubungan orang dewasa !”jawab Alden sambil menjitak kepala Bram.


“Aduh bos... sakit !”ucap Bram sambil memegang kepalanya yang benjol.


Bram kemudian segera masuk ke rumah untuk mengupas kentang, sedangkan Alden mempersiapkan lainnya.


Hingga dua hari berikutnya di pagi hari Kyra masih terlihat menjauhi Alden.


“Kak... biar ku antar ke tempat kerja. Tunggu aku ambil kunci motor dulu.”ucap Alden segera berdiri saat melihat gadis itu membawa tas kerjanya menuju ke pintu.


“Tidak usah Alden... kau terlihat lelah sebaiknya aku naik taksi saja.”jawab Kyra tak melihat muka Alden dan segera keluar dari rumah kemudian menutup pintu.


Alden kembali mengejar namun terlambat. Gadis itu sudah berada di dalam taksi. Dia pun kembali masuk ke rumah dengan lemas dan banyak pertanyaan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2