
Mobil metalik yang kendarai oleh body guard Victoria meluncur dengan cepat keluar dari daerah tempat tinggal Alden.
Di dalam mobil dia segera mengeluarkan ponsel dan menyampaikan informasi itu pada atasannya.
“kring... kring... kring...”suara ponsel ketua body guard berdering. Lelaki itu berada di sebuah hotel saham melakukan reservasi untuk beberapa hari dalam menjalankan misi pencariannya.
Lelaki itu sedang berdiri menghadap ke jendela dan dia pun segera berbalik kemudian mengambil ponselnya yang ada di meja.
“Ya Tomy ada apa ?”ucap lelaki itu menjawab sambil duduk di kursi yang ada di dekat jendela.
“Ketua... kami sudah menemukan keberadaan tuan Gavin.”ucapnya menjelaskan.
Sang ketua terkejut sekali mendengar informasi yang didapatnya barusan dan berdiri dari tempat duduknya saat ini.
“Apa... apa yang kau ucapkan barusan itu benar adanya ?”balas lelaki itu menekankan ucapannya.
“Iya ketua. Aku sudah menemukan lokasi tempat tinggal nya tuan Gavin.”jawab Tomy kembali menjelaskan untuk meyakinkan sang ketua.
“Akhirnya kita berhasil juga menemukan tuan Gavin, setelah pencarian panjang yang melelahkan ini.”jawab sang ketua.
“Apakah kita akan menangkapnya besok, ketua ?”tanya Tomy lagi.
“Tunggu, jangan tangkap tuan muda dulu. Awasi selama beberapa hari dulu dan tunggu dia lengah baru kita tangkap.”jawab ketua melarang untuk terburu-buru.
“Baik ketua Andrew.”jawab Tomy kemudian menutup telepon.
Malam hari, Alden duduk di sofa bersama Kyra dan sedang mengobrol santai dengannya.
“Bagaimana persiapan untuk outlet baru di luar kota ?”tanya Kyra sambil mengupas buah jeruk kemudian memakannya.
“Aku usahakan dalam satu minggu ke depan sudah buka semua.”jawab Alden sambil bersandar ke sofa dan menoleh ke samping kiri menatap Kyra.
“Alden... apa kau bisa melakukannya dalam secepat itu ?”jawab Kyra terlihat khawatir sambil memegang kepala Alden.
“Aku berani memutuskan berarti aku bisa melakukannya. Dalam setahun aku akan membuat produk ku menjadi go public.”jawab Alden percaya diri dan optimis. Dia kemudian menyingkirkan tangan Kyra dari kepalanya karena merasa tidak nyaman.
“Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di kantor ? Sudah lama kau tidak membawa pekerjaan pulang ke rumah ?”ucap Alden balik menanyakan pekerjaan kekasihnya itu.
__ADS_1
“Sebenarnya selama beberapa kali aku membawa pekerjaan itu ke rumah tapi aku mengerjakannya sendiri karena melihat kau sangat sibuk sekali.”jawab Kyra sambil tersenyum kecil menatap Alden.
Gadis itu tiba-tiba teringat jika untuk edisi beberapa hari ke depan ada tema tentang perjuangan hidup seorang pebisnis.
“Alden... aku akan membantumu sedikit. Bagaimana jika untuk artikel edisi lima hari ke depan aku akan menjadikanmu sebagai headline news, bertemakan perjuangan pebisnis dari nol ? Kurasa jika itu diterbitkan maka secara tidak langsung produk mu akan go public lebih cepat dan diketahui masyarakat secara meluas.”ucap Kyra panjang lebar menjelaskan jika dia berniat membantu kekasihnya itu.
Alden tak berpikir lama dan segera menyetujui gagasan dari Kyra karena menurutnya itu sangat efektif dan akurat sekali.
“Terimakasih kau sudah mendampingi dan membantuku selama ini.”ucap Alden memegang tangan Kyra lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir merah Kyra.
Keesokan harinya Alden dan Kyra beraktivitas seperti biasanya. Alden berangkat menuju ke swalayan terdekat untuk memantau outletnya di Ocxy swalayan.
Tanpa pengetahuan lelaki itu di seberang jalan dengan radius 7 meter dari rumah Alden, terlihat sebuah mobil metalik dengan beberapa orang lelaki di dalamnya yang mengawasi gerak-geriknya.
“Jadi... tuan Gavin berangkat ke outlet nya.”uvap seorang bodyguard dari dalam mobil.
Setelah Alden mengendarai motor sejauh 1 km dari tempat mobil metalik tadi berhenti, mobil itu kini meluncur pelan mengikuti motor Alden.
“Tuan Gavin sebelumnya tak pernah mau menaiki sebuah motor, tapi kali ini dia justru mengendarai motor ke mana-mana.”gumam seorang body guard dari dalam mobil yang terus mengawasi gerak-gerik tuan mudanya.
“Mobil siapa itu, apa mobil itu mengikuti ku ?”gumam Alden merasa diikuti oleh seseorang. Namun dalam hitungan detik mobil metal itu kembali meluncur dari sana.
“Mungkin hanya perasaanku saja.”ucapnya lagi saat melihat mobil metalik tadi sudah tak ada di hadapannya.
Alden kemudian berjalan masuk swalayan menuju ke outletnya.
Di lain tempat di kantor Kyra terlihat gadis itu sudah terbiasa membantu para pekerjaan reporter yang ada di sana selain membantu editor juga.
“Bagaimana Kyra apa kau sudah selesai menulis semua rekaman kemarin ?”ucap Seryn yang terlihat sibuk mengedit artikel sebelum menyerahkannya pada editor, menoleh ke arah Kyra.
“Ya ini, baru selesai. Kau lanjutkan sendiri aku masih ada kerjaan admin yang belum selesai.”jawab Kyra menyerahkan semua data yang baru selesai ia kerjakan pada temannya itu.
Kyra kemudian beralih mengerjakan tugas admin yang menumpuk selama beberapa hari. Di tengah dia mengerjakan tugasnya yang ia tinggalkan karena membantu tugas reporter telepon di mejanya kembali berdering.
“kriing... kringg...”
“Aku harap ini bukan telepon dari editor Oliver.”gumam Kyra menatap telepon di depannya.
__ADS_1
Gadis itu kemudian mengangkat teleponnya dengan harapan cemas.
“Halo Kyra... datanglah ke ruangan ku.”ucap suara ditelepon.
“Baik...”jawab Gadis itu singkat kemudian segera mengembalikan telepon ke tempatnya setelah selesai bicara.
“Untung saja bukan editor Oliver. Jika tidak aku akan depresi.”ucapnya kemudian berdiri dan segera keluar dari ruangan.
“tap... tap...”Kyra berhenti di depan pintu sebuah ruangan dan mengetuknya.
“Ya Kyra masuklah.”ucapnya.
“Baik bos, ada apa bos memanggilku kemari ?”balas Kyra menatap atasannya itu.
Lelaki itu kemudian meminta Kyra untuk duduk. Dan mereka mulai mengobrol.
“Kyra bagaimana dengan artikel bertemakan perjuangan hidup pebisnis yang akan tayang lima hari lagi, apa itu semua sudah siap ?”tanya bos David langsung ke inti permasalahan.
“Sejujurnya aku belum mengerjakannya namun sudah ada gagasan dan aku tidak tahu bahwa setuju apa tidak.”balas Kyra menanggapi perkataan bosnya yang duduk dengan menyandarkan dagunya pada kedua tangan.
“Katakan saja gagasan mu itu aku ingin tahu. selama beberapa waktu ini sejak kau membantu jumlah penjualan koran kita meningkat.”balas lelaki itu dengan penasaran.
“Bos sebenarnya aku ingin meliput Alden untuk tema kali ini. Apa bos berkenan ?”balas Kyra menjelaskan ide gagasannya.
Lelaki itu karena diam dan hanya tertawa mendengarnya.
“pfft....ya coba saja. Kau memang jenius. Memanfaatkan momen ini untuk promosi juga.”jawab lelaki itu bisa mengetahui maksud terselubung Kyra.
“Jika mas tidak berkenan tidak apa aku akan mencari bahan lainnya.” balas Kyra bersiap dengan penolakan dari bosnya.
Setelah beberapa saat kemudian lelaki itu diam dan berpikir kemudian mengambil keputusan dan tentu saja semua itu dilakukannya dengan pertimbangan yang matang.
“Ya baiklah aku menerima gagasan mu itu. Tapi dengan syarat kau harus membuatnya semenarik mungkin.”jawab bos David.
“Oh, terima kasih bos.”jawab Kyra singkat dan tersenyum kecil mendengar persetujuan dari atasannya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1