Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 101. Melihat Lokasi Lainnya


__ADS_3

“Rock Star Hotel.” Gavin membaca nama yang tertera di bangunan berlantai dua puluh yang hampir mirip dengan sebuah apartemen.


“Cepat masuk.”Victoria berbalik karena anak lelakinya masih diam mematung di pintu masuk hotel.


“Selamat pagi nyonya Victoria, tuan muda Gavin.”sapa para staff hotel yang ada di sana melihat kedatangan mereka.


“Ya...”jawab Victoria singkat sambil terus berlalu dan masuk ke lift.


Sedangkan Gavin hanya tersenyum kecil saja membalas sapaan para staf yang ada di sana.


“Aku baru kali ini melihat tuan muda tersenyum.”ucap orang staf setelah sosok Gavin menghilang di hadapan mereka. “Apa mungkin dia sedang sakit ?”lanjutnya bertanya.


“Sst...pelankan suaramu. Di sini semuanya bisa menjadi masuk dalam selimut.”balas staf yang merupakan lawan bicara.


Di dalam hotel Gavin benar-benar seperti baru pertama kali memasukinya. Ia melihat setiap sudut bangunan yang ia lewati.


“Kasihan kau Gavin, sampai hotel ini saja kau tak mengingatnya sama sekali.”batin Victoria merasa iba. “Apa aku terlalu kejam dengan menghapus ingatannya ?”mempertanyakan perbuatannya sendiri.


Victoria mengantar anak lelakinya itu berkeliling ke seisi hotel dan menunjukkan padanya ruangan kerjanya.

__ADS_1


“Kau sudah lelah belum ?”Victoria keluar dari lift menuju ke basement menatap Gavin.


“Belum ibu.”


“Jika begitu sekarang kita akan mengunjungi tempat lainnya.”ucap wanita itu berjalan dengan cepat keluar dari basement menuju ke mobil yang tengah menunggu mereka.


“Kemana kita akan pergi setelah ini ibu ?”Gavin ikut duduk di dalam mobil dan segera setelahnya mobil kembali meluncur keluar dari hotel.


“Nanti kau akan mengetahuinya sendiri.”


Mobil berhenti di sebuah restoran mewah kelas atas.


Gavin turun lebih dulu baru ibunya mengikutinya turun namun berjalan mendahului pria itu masuk ke restoran.


“Aku merasa familiar sekali dengan tempat ini.”batin Gavin saat masuk ke dalam restoran dan melihat dekorasi di sana juga tata ruangannya serta aroma masakannya.


“Apa kau teringat sesuatu di sini ?”tanya Victoria setelah mereka berdua duduk di sebuah kursi kosong yang dipersiapkan khusus untuk mereka.


“Tidak ibu.”jawabnya sambil menggelengkan kepala kembali menatap ke seisi restoran.

__ADS_1


“Dulu kau mengelola sendiri tempat ini.”merasa iba kembali karena melihat anak lelakinya benar-benar tak mengingat restoran ini sama sekali. “Bahkan kau sendiri yang mengolah masakan di sini, membuat menu sendiri.”


“Apa aku boleh masuk ke dapurnya ?”tiba-tiba saja pria itu penasaran dengan dapurnya.


“Ya tentu saja. Di sana letak dapurnya.”Victoria menujuk ke arah dapur.


Gavin kemudian masuk ke dapur. Di sana dia melihat ada tempat masak yang kosong satu dan ia pun secara refleks mengolah bahan masakan yang ada di dekatnya.


“Tuan muda... anda sudah kembali ?”ucap seorang chef keluar dari tempat masuk lainnya saat mencium aroma masakan khas tuan mudanya.


“Ya...”


“Apa tuan muda akan aktif kembali memasak di sini ?”tanya chef tersenyum lebar melihat tuan muda mereka sudah kembali.


“Tidak chef... aku hanya kebetulan mampir di sini, mungkin lain waktua.”jawabnya singkat.


Setelah berada agak lama di restoran kemudian Victoria kembali mengajaknya ke tempat lain. Ia mengajak Gavin untuk melihat bisnis ritel, properti dan elektronik.


Gavin merasa lelah setelah keluar dari perusahaan elektronik yang merupakan milik keluarga Bailey.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2