
Tak lama kemudian Gavin dan ibunya tiba di sebuah perusahaan besar dan mereka segera turun dari mobil.
Gavin berjalan mengikuti ibunya masuk ke perusahaan.
“Perusahaan semewah ini apa benar dulu aku pernah memegang nya ?”batinnya berhenti sebentar dan mengamati perasaan yang benar-benar besar dan baru pertama kali dia melihatnya.
“Gavin... kenapa kau berhenti ? Ayo cepat jalan.”Victoria ikut berhenti dan berbalik menatap Gavin yang seperti orang yang baru pertama kali melihat sebuah perusahaan besar.“Kasihan sekali kau Gavin, amnesia benar-benar membuatmu lupa segalanya. Bahkan kau lupa pada identitas mu sendiri juga pada perusahaan ini.”gumamnya sedikit merasa iba pada putranya.
“Ya ibu.”jawab Gavin singkat dan kembali melangkahkan kakinya masuk ke kantor.
__ADS_1
Di dalam kantor Victoria membawanya berkeliling untuk melihat-lihat dan menunjukkannya dari lantai dasar hingga ke lantai sepuluh.
“Bagaimana aku bisa mengoperasikan perusahaan ini ? Apa sebelumnya aku benar-benar bisa mengoperasikannya ?”Gavin merasa ragu dan mulai mempertanyakan kemampuannya sendiri.
Victoria kemudian berhenti di sebuah ruangan dan masuk ke dalamnya. Dia nanti di samping kursi dan memegang nya. “Ini tempat mu bekerja dan di sini kau duduk.”Victoria memutar kursi menghadap ke belakang sambil Melambaikan tangannya memanggil Gavin.
“Ibu... a-aku belum siap bekerja.”Gavin maju dan berhenti di depan wanita itu sambil melihat setumpuk dokumen yang ada di meja. “Bagaimana aku bisa mengerjakannya jika aku belum mengingat semuanya ?”desahnya dalam hati kembali tidak percaya diri dan tidak percaya pada kemampuan dirinya.
“Ya ibu...”Gavin hanya melihatnya saja karena dia sama sekali tidak tahu dan mencoba mengingatnya dengan cepat, karena tidak mungkin dia akan bertanya berulang kali pada ibunya yang sikapnya seperti itu, akan jadi apa dia nanti.
__ADS_1
“Bagus Gavin... jika kau melakukan kesalahan lagi maka kau akan menerima hukuman lagi. Dan tentunya aku tidak bisa memastikannya berapa skala hukuman untukmu nanti.”batin Victoria melihat Gavin mulai mengerjakan tugas pertama yang diberikan padanya dengan dan tangan yang gemetar.
“Aku pergi dulu. Jika ada apa-apa kau bisa mencari ku di ruangan sebelah atau menelepon ku.”Victoria perjalanan keluar dari ruangan Gavin kemudian masuk ke lift dan menunjukkan lantai tiga di mana ruangannya berada.
“Tenang Gavin, kau pasti bisa mengerjakannya. Ini hal yang mudah untuk mu.”batin Gavin menyemangati dirinya sendiri setelah stuck di tengah jalan dan berhenti mengerjakannya.
Di ruangan lain terlihat Victoria duduk dengan tenang dan menyadarkan dirinya ke kursi. “Kita lihat seberapa lama kau bisa mengerjakan tugas mustahil yang kuberikan padamu.”ucapnya sambil menikmati secangkir kopi yang ada di meja dan membakar sebatang rokok untuk ia hisab.
Gavin berhenti di tengah pekerjaannya saat teringat pada Kyra. “Apa yang dia lakukan saat ini ? Apa dia mengkhawatirkan diriku ?”ucapnya lirih dan mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya.
__ADS_1
“klik...”Gavin mengambil fotonya sendiri kemudian menyisipkan fotonya itu pada sebuah pesan yang ia kirimkan untuk Kyra.
...Kyra... ini fotoku saat ini. Aku berada di kantor sekarang. Kau tahu aku kembali bekerja di sini, dan aku merasa sedikit kesulitan. Aku ingin kau menemaniku seperti biasanya. ...