Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 95 Batal Ciuman


__ADS_3

Gavin makan tanpa memperdulikan keberadaan Christine di sampingnya.


“Coba saja ada Kyra di sini.”batinnya menjeda makan teringat dan terpikirkan pada kekasihnya.


“Gavin kenapa berhenti makan ? Apa kau tidak suka dengan hidangannya ?”ucap Matthew yang berada di dekatnya dengan lirih. “Tidak ayah.” Gavin menggeleng. Ia kemudian melanjutkan makannya.


Keluarga Meyer terlihat kembali berbincang dengan keluarga Bailey, sesekali terdengar tawa di antara mereka.


“srak”Gavin tiba-tiba berdiri dan menarik kursinya di tengah makan.


“Kau mau pergi ke mana ?” Matthew menoleh ke samping ke arah Gavin.


“Aku mau ke toilet sebentar, ayah.”jawabnya kalian berjalan meninggalkan ruang makan menuju ke toilet.


Di dalam toilet ternyata pria itu tak melakukan apapun di sana kecuali mencuci tangan yang berulang kali dan mengeringkannya dengan pengering.


“Aku tahu ini rumahku. Dan aku tidak merasa nyaman berada di sini. Aku juga ingin pulang kembali bersama dengan Kyra.” Gavin menyentuh wajah Kyra yang muncul di cermin dan seketika hilang saat dia menyentuhnya. “Andai saja aku mengenalmu lebih awal sebelum ingatanku hilang.”gumamnya terlihat sangat merindukan kekasihnya itu.

__ADS_1


Gavin berada di toilet sama 30 menit lebih dan tak melakukan apapun di sana. Pria itu sengaja beralasan ke toilet dengan tujuan untuk menghindari Christine.


Kembali ke ruangan makan.


“Kenapa Gavin lama sekali ke toiletnya dan belum kembali juga ?”batin Christine menatap kursi kosong tunangannya. “Apa dia kembali ke kamar ? Atau memang masih ada di toilet ?” tiba-tiba berdiri dan menarik kursinya.


“Om... tante aku mau ke toilet sebentar.” Christine berpamitan pada orang tua Gavin sebelum pergi ke toilet.


“Dia pasti menyusul Gavin.”ucap Victoria setelah calon istri anak lelakinya itu keluar dari ruangan.


“Sepertinya mereka butuh waktu privasi. Dan kita harus memberi mereka waktu sendiri. Kita kan pernah muda.”ucap Ellyz menimpali sambil tersenyum kecil.


“Kriek.” Christine membuka pintu. “Kosong.” masuk ke kamar Gavin dan tak ada siapapun di sana. Ia pun menutup kembali pintu kamar lelaki itu dan berbalik arah berjalan menuju ke toilet.


Christine masuk ke toilet tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“Kau... apa yang kau lakukan di sini ?” Gavin terkejut saat melihat tunangannya masuk ke toilet.

__ADS_1


“Aku khawatir pada dirimu kenapa tak kunjung kembali. Ku rasa kau baik-baik saja, syukurlah.”jawabnya tersenyum kecil menatap Gavin tidak pucat karena ya sempat berpikiran jika pria itu sakit perut.


“Keluarlah... tak enak jika ada yang melihat kita berduaan di sini nanti.”ucap Gavin menjaga jarak dari Christine.


“Apa... bukankan kau terbiasa kita seperti dulu ?” Christine tak bergeming meskipun lelaki itu mengusirnya pergi dari sana. “Gavin sayang... aku benar-benar rindu padamu.” berjalan maju lagi dan lebih mendekat pada Gavin kemudian memeluknya.


Deg


Gavin diam saja tak merespon saat gadis itu memeluk erat tubuhnya.


“Kyra... jika Kau melihatku dalam keadaan seperti ini apa yang akan kau lakukan padaku ?”batin nya malah terbayang pada Kyra.


Christine melepas pelukannya kemudian ia menyentuh pipi Gavin, lalu beralih menyentuh bibirnya dan mendekatkan wajahnya.


“Tidak... tolong hentikan itu.” Gavin mendorong Christine. Ia kemudian berjalan dengan cepat keluar dari toilet.


“Gavin... tunggu !” Christine berjalan keluar dari toilet untuk mengejar tunangannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2