
Gavin menara kembali ponselnya ke saku bajunya setelah percakapan dengan ayahnya berakhir. Dia menatap monitor di depannya.
“Jika semua data ini rekayasa... lalu apa yang bisa aku lakukan saat ini ? Tapi jika aku tidak mengerjakannya wanita itu akan bertanya padaku dan memeriksanya sendiri.”gumam Gavin mencoba beraksi dan mengotak-atik data di sana dan kepalanya terasa berat.
“Bagaimana jika aku kerjakan saja sesuka ku. Aku mulai dari data ini.”Gavin membuka satu folder dan membuka satu file. Ia kemudian membacanya dengan teliti.
“tak-tak-tak...”entah kenapa secara otomatis tangannya bergerak dengan cepat mengetik angka-angka pada data itu dan mengoreksinya dan menggantinya dengan angka-angka yang menurutnya familiar.
“klik...”Gavin men-save data yang baru saja ia koreksi kemudian beralih pada file lain. Hal yang sama juga terjadi dengan yang sebelumnya. Secara tiba-tiba dia bisa membetulkan angka-angka yang menurutnya salah dan menggantikannya dengan angka-angka baru yang menurutnya tepat dan sesuai.
“Aku akan mencari benang merahnya.”gumam Gavin kemudian memasukkan sebuah rumus yang menunjukkan jika ternyata memang banyak kesalahan entry data di sana.
Pria itu kemudian beristirahat sejenak saat merasa lelah dan kembali mengedit data-data lainnya yang banyak kesalahan.
__ADS_1
Di Ottawa di Crown Media
Kyra sedang duduk dengan menghela nafas panjang setelah selesai mengerjakan tugasnya yang setumpuk dan setinggi gunung merapi.
“huft... aku lelah.”gumamnya lalu mengambil air mineral yang ada di meja dan menghabiskannya seketika.
“kring...”ponsel Kyra berdering.
“Siapa yang menelepon ku ? Padahal aku baru saja beristirahat.”ucapnya mengambil ponsel yang ada di meja dengan malas. Namun dia terkejut saat melihat nomor yang menghubunginya ternyata ada nomor dari salah satu kantor polisi yang ada di sana.
“Halo nona Kyra. Kami dari kantor kepolisian melaporkan jika korban hilang yang anda laporkan belum ditemukan hingga hari ini. Namun kami akan tetap mencarinya.”ucap suara seorang polisi di telepon.
Kyra tidak terkejut karena memang tahu di mana Alden saat ini. “Apa aku bilang saja pada mereka jika pria itu di culik oleh ibunya ? Tapi jika aku memberitahukannya mungkin akan berdampak negatif pada Alden.”batinnya akan mengungkap hal itu pada petugas polisi namun mengurungkannya setelah beberapa pertimbangan.
__ADS_1
“Baik terima kasih.”jawab Kyra singkat kemudian mematikan ponsel dan memasukkannya ke dalam tas agar tidak mengganggu kerjanya.
“Polisi ? Ada apa dengan Alden ?” ucap Seryn yang tak sengaja mendengar percakapan Kyra.
“Tidak... kau salah dengar. Itu tadi Alden yang menelepon dan berpura-pura sebagai polisi. Entah aku juga kesal padanya, mengganggu pekerjaanku saja bercanda seperti itu.”jawabnya menutupi kejadian yang sebenarnya dari Seryn. Karena jika dia tahu akan berdampak panjang, dan ia tak mau itu hal terjadi.
“Oh begitu.”Seryn tak bertanya kembali dan segera melanjutkan pekerjaannya yang terasa tak ada habisnya dari hari ke hari.
“Untunglah... dia percaya pada perkataan ku.”batin Kyra bernafas lega.
Tak ada waktu santai bagi gadis itu. Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar sepulang kerja nanti dia bisa mendatangi beberapa outlet Alden.
“Tak-tak-tak...”Kyra hanya beristirahat 10 menit dari jam istirahatnya yang ia gunakan hanya untuk makan saja dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...