
Gavin seketika lemas dan menundukkan kepalanya dalam kesedihan yang mendalam. Hatinya hancur seketika.
“Kyra ada apa sebenarnya ? Kenapa Kamu tidak pergi seperti ini tanpa berpamitan pada ku ?” Gavin tak bisa menerima kepergian gadis yang masih sangat ia cintai. “Apa aku kembali melakukan salah pada mu ? Atau ada sesuatu dariku yang kau suka ? Kenapa kau tidak bilang saja padaku dan malah pergi secara mendadak seperti ini ?!”
Gavin kemudian mengeluarkan ponselnya bermaksud untuk menghubungi kekasihnya.
“Tuut... tuut...tut...”
“Sial ! Dia mematikan ponselnya.” Gavin terus mengulangi panggilan berulang kali namun tetap saja nomor Kyra tak bisa dihubungi.
“Kyra apa yang sebenarnya terjadi ? Semalam kau sangat agresif tapi sekarang kau pergi begitu saja ?!” Gavin benar-benar tak mengerti bagaimana cara pikir gadis itu. Jika ia tak ada masalah dengannya juga masih mencintainya kenapa harus pergi seperti ini.
“Fuck ! Aku harus mencarinya sekarang pasti ia masih berada di kota ini.” Gavin yang Sedang Sedih Tak ingin terus larut dalam kesedihannya dan melepaskan gadisnya begitu saja saat masih ada waktu untuk mencarinya.
__ADS_1
Ia keluar rumah dan berdiri di tapi jalan raya, melihat beberapa kendaraan yang lewat.
“Hey tolong berhenti sebentar.” teriak Gavin saat melihat seorang pengendara sepeda motor di depannya dengan melambaikan tangan.
“Ya tuan, apa kau perlu tumpangan ?” pengendara sepeda motor tadi berhenti dan menawari tumpangan. “Tidak tuan, sebenarnya aku hanya butuh motor mu. Bolehkah aku meminjam motormu sebentar saja ?” mengutarakan maksudnya pada pria berusia sekitar 50 tahunan itu.
“Ini tuan terimalah.” Gavin mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan pada pria tadi. “Aku benar-benar membutuhkan motor ini untuk mencari tunangan ku.” ucapnya terlihat galau dan terburu-buru.
“Terima kasih tuan, aku akan kembalikan motormu di sini.”
Gavin segera naik motor dan melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan. Pikirannya serasa tidak waras hingga ia hampir menabrak kendaraan lain yang melintas di depannya.
“Oh **** !” Gavin menginjak rem dalam-dalam yang membuatnya berhenti seketika di depan sebuah mobil yang melintasinya.
__ADS_1
“Din.” mobil tadi membunyikan klakson dan segera berlalu di jalanan. “huft... hampir saja.” Gavin menghembuskan nafas lega dan melajukan motornya kembali setelah keadaan aman.
Ia mencoba mencari di sekitar tempatnya kerja.
“Kyra kau ada di mana ?” Gavin melihat ke tepi jalan dan menatap satu persatu wanita yang lewat di sana. “Bukan... itu bukan dia.” kembali menatap jalan dan mencari sosok kekasihnya.
Setelah satu jam mencari di jalanan dan mengitari sekitar area tempat Kyra bekerja Ia pun berhenti di depan sebuah rumah untuk beristirahat sejenak.
“Kyra ke mana kau pergi ? Dimana lagi aku harus mencari mu ?” Gavin yang merasa lelah menepikan motornya tiga meter dari teras rumah yang saat ini ditempati oleh Kyra.
Di dalam rumah. Kyra duduk di dekat jendela dan menatap keluar jendela dengan mata yang berkaca-kaca karena terus terpikirkan pada Gavin.
“Siapa lelaki di depan teras itu ?” gumamnya saat melihat sosok lelaki memarkir motor di sana. “Pasti itu orang yang beristirahat sejenak setelah perjalanan panjang.” Kyra menutup tirai jendela karena merasa tak nyaman jika ada seseorang yang menatapnya dari luar.
__ADS_1