Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 149 Positif


__ADS_3

Tiga hari kemudian Christine yang masih tidak mau menyerah mengejar Gavin bersiap untuk berangkat ke rumah pria itu di sore hari.


“Christine, sayang ada yang ingin Ibu bicarakan denganmu.” ucap Ellyz saat di depan pintu kamar putrinya sambil mengetuk pintunya. “Ya ibu.” Christine segera membuka pintu dan membiarkan ibunya masuk ke kamarnya.


“Kau mau pergi ke mana ?” Ellyz menatap putrinya yang terlihat sangat cantik dan berpakaian anggun. “Oh... aku mau keluar sebentar mencari udara segar ibu.” jawabnya karena ia takut jika jujur akan pergi menemui Gavin, ibunya akan melarangnya.


“Jangan bilang kamu mau pergi menemui Gavin ya ?”


“Tidak ibu, aku benar tidak bohong.” Christine membantah ucapan ibunya. “Oh ya apa yang barusan ingin Ibu bicarakan padaku ?” ucapnya melihat ibunya yang hendak marah dan segera mengalihkan pembicaraan.


Ellyz mengajak putrinya untuk duduk terlebih dulu.


“Sayang ibu punya kabar bagus untukmu.” Ellyz memulai pembicaraannya dengan mengeluarkan beberapa foto pria. “Pilih satu di antara pria ini mana yang menurutmu cocok dengan mu ?” menyerahkan foto tadi pada Christine.


“Apa maksudnya ini Ibu ?” matanya melebar karena kaget saat melihat beberapa foto pria tampan dan mapan di tangannya. “Jangan bilang Ibu akan menjodohkan salah satu dari mereka denganku.” Christine mengembalikan foto tadi pada ibunya tanpa melihatnya sama sekali.

__ADS_1


Ellyz yang tahu jika putrinya itu tak mudah diatur dan tak mudah begitu saja akan menuruti permintaannya tak menyerah begitu saja.


“Christine daripada Gavin yang bukan pria baik dan tidak setia, lebih baik kau pilih salah satu dari pria mapan ini. Mereka berkali-kali lipat lebih baik daripada Gavin.”


“Tidak ibu.” tolaknya dengan tegas dan seketika suasana di sana menjadi hening.


Dari arah depan terlihat Steven yang membawa satu kotak pizza yang barusan ia ambil dari pengantar layanan delivery.


“Kakak lihat ini, apa yang ku bawa.” Steven berhenti di depan kamar kakak perempuannya yang terbuka sambil membuka pizza yang dipesannya.


“Steven kau mengganggu ibu yang sedang bicara dengan kakakmu saja.” Ellyz menatap Steven yang masuk kamar dan menghampiri Christine.


“Tepat sekali kau masuk ke sini.” Christine tersenyum lebar dan seketika mengambil satu potong pizza dan memakannya.


“huek... huek... huek...” Baru makan satu gigitan saja, Christine merasakan mual yang luar biasa hebat dan muntah.

__ADS_1


“Apa yang terjadi padaku ? Kenapa perutku menolak salah satu makanan favoritku ?” Christine menaruh kembali pizza yang sudah digigitnya kemudian mengambil tisu dan mengusap bibirnya.


Ellyz seketika terkejut saat melihat putrinya yang muntah di tempat.


“Steven bawa keluar pizza itu dari sini.” Ellyz menatap putranya dengan kesal. “Ya ibu.” sebelum Ibunya memarahinya, Steven pun segera membawa pizza itu keluar dari kamar kakaknya.


“Christine apa kau pernah tidur dengan Gavin ?” tanya Ellyz menyelidiki dengan penuh curiga. “Tidak ibu.” jawabnya menggeleng dan seketika tubuhnya gemetar. “Katakan pada ibu dengan siapa kau tidur ?”


Christine diam saja dan menunduk tak menjawabnya.


“Baiklah untuk menghapus semua keraguan ini maka aku akan melakukan tes pada mu. Ayo ikut aku.” Ellyz kemudian segera membawa Christine keluar dari kamar kemudian mengajaknya masuk ke toilet dengan mengambil satu tespek yang ia ambil dari sebuah kotak obat.


Ia meminta Christine untuk segera melakukan tespek. Sepuluh menit kemudian dia keluar dan menunjukkan hasilnya.


“Plak !” Ellyz seketika marah saat melihat hasil tespek yang positif dan menampar Christine.

__ADS_1


__ADS_2