
“Gavin kau kenapa ?” Vitoria terkejut saat melihat anak lo lagi nya itu tiba-tiba berjalan dengan terhuyung dan menepi ke tembok setelah keluar dari perusahaan elektronik. “Tolong.... siapa saja kemari dan tolong Gavin !” berteriak pada petugas security yang ada di perusahaan itu.
Beberapa petugas security kemudian langsung datang dan menghampiri Gavin yang terduduk diam.
“Nyonya tuan Gavin pingsan.” Salah satu dari tugas security memeriksa kondisi Gavin.
“Bawa dia ke mobil sekarang juga.” Victoria terlihat panik dengan pingsannya Gavin secara tiba-tiba.
“Baik nyonya.” petugas security membawa Gavin masuk ke mobil.
Victoria segera masuk dan duduk dalam mobil setelahnya.
“Apa yang sebenarnya terjadi, Kenapa dia tiba-tiba pingsan ?” Victoria duduk di samping anak lelakinya. Ia kemudian mencoba membangunkan Gavin. “Gavin bangun, kau kenapa ?” menepuk pipi Gavin.
“Mungkin tuan muda kekalahan, nyonya.” ucap driver menoleh ke belakang menatap mereka berdua. “Apa begitu ?” rasa cemasnya sedikit berkurang setelah mendengar ucapan driver.
__ADS_1
“Jika dia baik-baik saja, maka Aku tidak jadi membawanya ke rumah sakit saja.” awalnya wanita itu berniat akan membawa anak lelakinya ke rumah sakit terdekat namun mengurungkan niatnya segera.
“Bagaimana nyonya kita ke rumah sakit atau ke perusahaan lainnya ?” tanya driver yang sudah lama menunggu, selama lima menit tanpa ada perintah.
Para driver di keluarga Victoria terbiasa bergerak dengan cepat. Mereka biasanya segera menjalankan mobil setelah wanita itu duduk dalam hitungan detik setelahnya. Jika lewat satu menit saja maka para driver akan dipotong gajinya.
“Tunggu sebentar lagi. Tunggu lima menit saja. Mungkin saja dia akan siuman setelah ini.” Victoria menatap driver kembali, lalu menepuk-nepuk bahu Gavin.
“Alex... apa ada air mineral di sini ?” tanya wanita itu kembali pada driver nya. “Ada nyonya.” driver mengambil satu botol air mineral yang selalu ia bawa ke mana-mana untuk stok minumnya lalu menyerahkannya.
“ugh...” Gavin mengerjakan mata kemudian membukanya. “Ibu apa yang terjadi padaku ?” duduk dan terkejut tiba-tiba dirinya sudah ada di dalam mobil.
“Syukurlah kau sudah siuman.” tersenyum lega kemudian kembali duduk ke posisinya semula. “Kau pingsan tadi, aku hampir saja membawamu ke rumah sakit.” menjelaskan singkat dengan nada datar.
“Alex... jalankan mobilnya sekarang. Kita sudah terlalu lama disini.” ucap Victoria memerintah driver.
__ADS_1
“Baik nyonya.” menyalakan mesin mobil. “Maaf nyonya tujuan berikutnya ke rumah atau ke perusahaan ?”
“Pulang. Sudah sore.”jawabnya singkat setelah melihat jam yang melingkar di tangannya.
“Sungguh wanita yang benar-benar tidak berperasaan. Dia sepertinya enggan membawaku ke rumah sakit dan lebih suka menungguku siuman dengan sendirinya.” umpat Gavin dalam hati yang kesal pada ibunya.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah.
“Hiss kepalaku pusing lagi.” Gavin turun dari mobil dan masuk ke rumah sambil menahan rasa sakitnya.
“Gavin Kenapa kau berhenti di tengah jalan ?” berbalik kebelakang karena tidak mendengar suara langkah kaki anak lelakinya.
“Aku tak apa bu.” jawabnya singkat kemudian segera mempercepat langkah kakinya mendahului ibunya agar segera tiba di kamarnya. “Oh kenapa dia ?” menatap punggung Gavin yang sudah hilang dari pandangannya.
Di dalam kamar setelah menutup pintu dia pun merasakan kepalanya kembali pusing hebat dan lambatnya ambruk ke tempat tidur.
__ADS_1
Gavin kembali tak sadarkan diri dan dia mengalami mimpi buruk.