
Gavin menatap ke sekitar dan melihat ke arah jendela rumah di mana dia berhenti sebentar.
“Tirai jendela rumah itu tertutup, padahal tadi sedikit tersingkap.” melihat tirai jendela yang sudah ditutup bahkan lampu kamar Itu dimatikan. “Ya itu bukan urusanku. Sebaiknya aku segera melanjutkan pencarian sekarang.” Gavin kembali menjalankan motornya dan berkeliling di jalanan mencari Kyra.
Dua jam sudah ia mencari gadisnya, namun ia belum menemukan juga.
“Tuan tadi pasti masih menunggu motornya yang ku pakai ini.” Gavin teringat jika motor yang dipakainya adalah motor pinjaman. “Baiklah aku kembali sekarang saja.” memutar haluan dan kembali ke rumah.
30 menit kemudian ia tiba di rumah.
__ADS_1
“Tuan ini motornya.” ucap Gavin turun dari motor kemudian menyerahkan kunci motor pada pemiliknya. “Ya anak muda, lalu mana tunangan mu ?” pemilik motor melihat Gavin yang kembali seorang diri.
“Aku tidak menemukannya.” Gavin menggelengkan kepala.
Lima menit kemudian pemilik motor tadi segera pergi dari sana karena ia sendiri juga masih ada urusan.
Gavin melihat jam yang melingkar di tangannya yang menunjukkan pukul 01.00 dini hari.
Gavin masuk ke taksi menuju ke airport. Satu jam kemudian ia tiba di rumah dan segera masuk ke kamarnya.
__ADS_1
“Kyra apa sebenarnya yang terjadi padamu ?” Gavin duduk dan menghela nafas panjang memikirkan kekasihnya.
Beberapa hari berlalu, selama satu minggu penuh Gavin kembali mencari keberadaan Kyra namun ia tidak menemukannya, hingga ya sendiri pun menyerah untuk mencarinya.
“Kyra aku benar-benar tak mengerti isi pikiranmu. Sampai detik ini nomormu juga tak bisa dihubungi, bahkan kau juga tidak mengirim pesan padaku sama sekali.” Gavin menatap kosong ponsel di tangannya setelah menelepon nomor tadi siang berulang kali. “Baiklah aku akan fokus pada urusanku dulu dan aku akan segera menyelesaikannya barulah aku mencari mu lagi sampai dapat.” Gavin menaruh kembali ponselnya dan menatap kembali monitor yang ada di depannya dan berkonsentrasi pada misi utamanya.
Ternyata kabar tentang kerenggangan hubungan Gavin dan Kyra terdengar juga sampai ke telinga Christine, setelah ia mendapatkan informasi dari salah satu pelayan di rumah pria itu yang ia suap.
“Ha-ha-ha... Gavin, wanitamu sudah pergi sekarang dan kau sendirian lagi.” Christine berada di kamar di rumahnya tersenyum lebar setelah mendengar kabar dari pelayan Gavin barusan. “Akhirnya misi ku berhasil juga. Mungkin sebentar lagi kau akan kembali dalam pelukanku.” ucapnya masih tak mau menyerah begitu saja.
__ADS_1
Masih di rumah keluarga Meyer di malam hari terlihat ayah dan ibu Christine terdapat satu percakapan serius di dalam kamar.
“Sayang... aku punya kandidat yang bagus untuk calon suami Christine.” Ellyz duduk di samping suaminya sambil menunjukkan beberapa foto-foto pria yang akan ia jodohkan dengan putrinya. “Ya sayang kau atur saja semuanya.” balas Jhon melihat foto-foto yang ditunjukkan oleh istrinya kemudian menyerahkannya kembali tanpa ekspresi berarti karena ia saat ini sedang memikirkan urusan di kantornya. “Baiklah jika begitu minggu depan aku akan mengatur pertemuan Christine dengan pria yang ku pilih untuknya.” Ellyz tersenyum lebar dan kembali menatap foto-foto pria tampan dan mapan pilihannya.