Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 39 Sebuah Bola Golf


__ADS_3

Seryn lebih mendekat untuk melihat Alden lebih jelas. Dia menjadi antusias setelah melihat wajah Alden dari dekat.


“Hai...aku temannya Kyra di tempat kerja. Kau adiknya Kyra ? Kurasa kau tak pantas menjadi adiknya.”ucap Seryn setelah puas memandangi wajah Alden. Dia memperkenalkan dirinya dan melirik ke arah Kyra.


“Hai kak... aku Alden.”jawabnya tersenyum tipis sambil mengambil berapa bungkus kentang lalu memberikannya pada anak panti yang berdiri mengantri di samping Seryn.


“Jika tidak pantas menjadi adikku dan pantasnya sebagai apa ?”jawab Kyra menimpali.


“Karena kalian berdua sama sekali tidak mirip. Pantasnya Alden ini menjadi kekasih saja. ”jawab Seryn singkat sambil tertawa kecil.


“Apa...? Aku sangat tidak setuju sekali. Aku tidak mau punya saudara ipar seperti diri mu. Alden terlalu baik untukmu.”jawab Kyra ketus.


Melihat ekspresi Kyra yang tak seperti biasanya, Seryn menghentikan candaannya.


Alden hanya tertawa saja melihat mereka berdua dan tersenyum kecil melihat tingkah Kyra yang tak seperti biasanya.


“Aku hanya bercanda...”ucap Seryn lagi tertawa lebar menatap Kyra.


Seryn terus mengajak Alden mengobrol dan entah kenapa hal itu membuat Kyra sedikit tidak senang.


“Sebenarnya ada apa datang kemari mencariku ?”ucap Kyra menghampiri Seryn dan menjauhkannya dari Alden.


“Tidak ada... aku hanya ingin membantumu saja.”ucap Gadis itu berbisik sambil tersenyum kecil yang membuat Kyra curiga padanya.


“Kau membantuku atau ingin mendekati Alden ?”ucap Kyra terang-terangan dan membuat Seryn ingin menggodanya lagi.


“Hey... apa kau suka pada adik mu sendiri ?”ucap Seryn dengan menatap mata Kyra secara langsung.


“Kau ini bilang apa ? Dari tadi perkataan mu melantur ke sana kemari !”balas Kyra sambil mencubit pipi Seryn.


“Ampuun.... Kyra... sudah lepaskan !”teriak Seryn yang kesakitan dan Kyra melepaskan nya beberapa saat kemudian.


Alden sesekali menatap kedua gadis itu dan dia tersenyum kecil menatapnya karena mereka berdua bertingkah seperti anak kecil.


“Kyra... sebenarnya aku kemari di minta boz David untuk memanggil mu.”ucap Seryn akhirnya setelah lelah bercanda.


“Kenapa tidak bilang dari awal ? Ayo kita pergi sekarang.”ucap Kyra kemudian menarik Seryn dan berjalan bersamanya.


“Hai Alden... kami pergi dulu. Bos memanggil kami.”ucap Seryn berpamitan lalu kembali menghampiri Alden dan memegang bahunya.

__ADS_1


“Sudah ayo cepat kita pergi.”ucap Kyra menarik Seryn dengan cepat sebelum temannya itu menggoda Alden lagi.


“Ya kak Seryn...”jawab Alden tersenyum ramah padanya.


Dia menatap dua gadis itu berjalan pergi meninggalkannya.


“Apa hanya perasaanku saja ? Kakak sepertinya tidak mengizinkan gadis lain menyentuhku atau dekat dengan ku.”batinnya merasa aneh sambil terus menatap punggung Kyra, namun Alden malah merasa senang Kyra bersikap seperti itu padanya.


Beberapa jam berlalu dan Alden masih sendirian di sana. Beberapa staf dari pers kembali menghampirinya dan meminta fried potato setelah merasakan sedikit dari staf lain.


“Sepertinya ini pantas di rekomendasikan untuk beberapa acara ke depan.”ucap seorang wanita dari pers yang barusan meminta fried potato Alden.


“Terima kasih nona.”jawab Alden tersenyum lebar.


Datang lagi seorang lelaki yang juga merupakan anggota pers. Dia berarti di depan Alden setelah melihat wajahnya.


“Tu-tunggu... kau seperti seseorang yang pernah kulihat.”ucap lelaki itu menatap Alden dan mencoba mengingat.


“Ya tuan... ?”jawab Alden menunggu ucapan lelaki tadi yang membuatnya penasaran.


Lelaki tadi kemudian menatap sekali lagi wajah Alden dan mengingat seseorang yang mirip dengannya.


Setelah kepergian lelaki tadi datang lagi seorang lelaki dari pers lainnya. Dia juga berpikiran sama dengan anggota pers yang sebelumnya saat melihat Alden.


“Mungkin saja kau adalah kembarannya si tuan muda itu.”ucap seorang lelaki sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan Alden dan setelah mendapatkan beberapa bungkus fried potato.


Alden telah diam dan berpikir setelah mendengar pendapat lelaki barusan. Karena sudah tiga orang mengatakan hal yang sama padanya.


“Benarkah ada seorang lelaki yang mirip denganku di kota lain ?”batin Alden berpikir namun dia menyayangkan tiga orang tadi tidak menyebut nama siapa yang mereka maksud.


Alden diam berpikir tiba-tiba ada sebuah bola golf melayang ke arahnya dengan cepat. Alden menatap bola yang meluncur ke arahnya dan terlintas sebuah bayangan masa lalu.


“Sayang.... aku bosan menunggumu main golf dari tadi.”ucap seorang gadis cantik berambut pendek di sebuah lapangan golf. Dia duduk di sebuah kursi untuk menunggu seorang lelaki yang sedang bermain kau tak jauh dari tempatnya duduk.


“Kau berisik sekali dari tadi membuatku susah berkonsentrasi !”ucap seorang lelaki berbalik dan berwajah mirip dengan Alden.


Dia kemudian mengayunkan stik golf nya ke arah gadis tadi karena merasa tak tahan dengan kegaduhan yang dia buat.


“Auwh.... kau ini kasar sekali !”teriak gadis tadi kesakitan sambil memegang hidungnya yang terkena bola golf.

__ADS_1


“zaap.... !”Alden menangkap bola golf yang akan mengenai kepalanya.


“drap-drap... !”suara anak-anak kecil yang berlari ke arahnya.


“Kakak maafkan kami, bola golf kami mengenai kakak.”ucap seorang anak lelaki meminta maaf pada Alden dengan takut


“Ini bola golf kalian.”ucap Alden menyerahkan bola yang dipegangnya pada anak kecil tadi.


“Apa kalian mau ini ?”ucap Alden sambil menunjuk bungkusan fried potatonya.


Keempat anak kecil tadi saling menatap dan mengangguk bersamaan.


“Ini untuk kalian.”ucap Alden memberi mereka masing-masing satu bungkus fried potato.


“Terima kasih kakak.”jawab keempat anak tadi yang awalnya takut akan dimarahi oleh Aden, tersenyum lebar menatap nya.


Hingga siang berlalu acara peringatan hari pers internasional berlangsung dengan baik. Alden memberikan kantung fried potato terakhir pada bos Kyra.


“Terimakasih kau sudah membantu kami. Mungkin di lain waktu kami akan mengorder mu kembali.”ucap bos David tersenyum lebar dan puas dengan pelayanan dari Alden.


“Sama-sama tuan.”jawab Alden juga merasa puas, semua yang di bawanya hari habis meskipun dia merasa lelah.


“Sampai jumpa lagi. Oh ya mengenai pembayarannya tadi sudah aku serahkan pada kekasihmu.”ucap bos David berhenti sebentar setelah beberapa langkah berjalan.


“Terimakasih tuan... sebenarnya itu bukan ke-...”ucap Alden berusaha menjelaskan, namun bos David sudah kembali berjalan dan berlalu meninggalkan dirinya.


“Aish... sudahlah... tak apa dia menganggap ku seperti itu, yang terpenting semuanya lancar.”gumam Alden.


Dari kejauhan Kyra berlari dan menghampiri Alden. Dia melihat lelaki itu sudah selesai berberes.


“Alden ini uang pembayaran hari ini.”ucap Kyra sambil mengeluarkan amplop coklat titipan dari bos David untuknya.


“Kakak bawa dulu saja, nanti sampai rumah baru aku ambil. Di sini banyak orang yang melihat, rasanya tak enak.”balas Alden berbisik lirih di telinga Kyra.


Gadis itu kemudian memasukkan kembali amplop coklat tadi ke dalam tasnya. Dan mereka berdua kemudian pulang setelah acara selesai.


“ceklik-ceklik...”tanpa sepengetahuan Alden juru kamera yang bertugas meliput acara itu mengambil fotonya untuk dokumentasi. Tak hanya foto saja yang mereka ambil namun juga video untuk dokumentasi berita nanti.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2