
Kyra tidak pernah minum anggur sebelumnya. Dia hanya minum sedikit tak sampai separuh gelas dan menaruhnya kembali ke meja.
Terlihat yang lainnya masih kuat minum dan kembali terdengar gelak tawa diantara mereka yang riuh rendah.
“Jam berapa sekarang ?”gumam Kyra melirik jam tangannya.
“Astaga sudah jam 22.00, aku harus segera pulang kalau begitu.”gumam Kyra lagi.
Gadis itu kemudian berdiri dan meminta izin pada senior Justin dan yang lainnya untuk pulang mendahului.
“Sebenarnya sayang sekali, tapi tak apa jika kau memaksa kali ini.”ucap senior Justin memberikan izin pada Kyra.
Kyra kemudian segera berjalan dengan cepat keluar dari restoran. Di tengah jalan tiba-tiba dia merasa sedikit pusing.
“Kenapa kepala ku terasa pusing ? Dan pandangan mataku sedikit kabur ?”ucap Kyra lirih saat berjalan menuruni anak tangga menuju ke lobby.
Gadis itu berjalan sempoyongan dengan muka yang memerah sambil memegang kepalanya. Di tengah jalan dia merasa kepalanya semakin pusing dan duduk sebentar di lobby untuk meredakan pusingnya.
“Ooh... apa ini akibat pengaruh dari minum tadi ?”ucap Kyra lirih lalu menyandarkan bahunya ke kursi.
Dari pintu ruangan lain terlihat seorang lelaki yang menatap Kyra dari kejauhan.
“Sepertinya gadis itu mabuk. Biar ku lihat apa yang dia punya.”gumam lelaki itu tersenyum tipis kemudian berjalan menghampiri Kyra.
Dari dekat dia melihat wajah Kyra dengan jelas.
“Ternyata gadis ini cantik, sayang jika aku melewatkannya begitu saja. Beruntung sekali hari ini aku mencari ikan dapat emas.”gumam lelaki yang terdapat tato di seluruh tangan kirinya.
“Ehem... nona... kenapa kau duduk seorang diri di sini, apa ada yang bisa ku bantu ?”ucap lelaki tadi bicara dengan sopan di depan Kyra.
Kyra menatap lelaki yang menghampirinya. Dia sama sekali tidak mengenalnya. Dia juga memperhatikan penampilan lelaki yang berusia di atasnya itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.
“Sepertinya dia orang baik.”batin Kyra menilai setelah mengamati lelaki yang terlihat berusia sama dengan bosnya di tempat kerja itu.
“Tuan... sebenarnya aku ingin memanggil taksi. Apa kau bisa membantuku untuk memanggilkan nya ?”ucap Kyra menegakkan duduknya menatap lelaki tadi.
“Jika boleh tahu kemana kau akan pulang ?”balas orang itu kembali bertanya.
Kyra dalam keadaan mabuk tak bisa berpikir dengan jernih dan dia memberitahukan alamat tempat tinggalnya saat ini.
“Bagaimana jika aku mengantarmu saja ke rumahmu ?”tawar lelaki itu sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
“Ooh... maaf... terimakasih. Tolong panggilkan aku taksi saja, tuan.”balas Kyra menolak dan tetap pada pendiriannya.
“Baiklah kalau begitu aku akan sedikit mengubah rencana ku dan itu tak akan mengubah hasilnya.”batin lelaki tadi.
“Baiklah nona tunggulah di sini sebentar.”jawab lelaki itu. Dia kemudian keluar dari restoran dan menunggu taksi lewat.
Beberapa menit kemudian sebuah taksi berhenti setelah lelaki tadi memanggilnya. Dia kemudian kembali masuk ke restoran menjemput Kyra.
“Nona aku sudah mendapatkan taksi nya. Ayo aku akan mengantarmu ke depan.”ucap lelaki itu berdiri di depan Kyra.
Kyra kemudian berdiri dan dia berjalan dengan sempoyongan bahkan hampir jatuh.
“Oups nona. Biar ku bantu kau.”lelaki tadi berhasil menangkap Kyra yang hampir jatuh dan membantunya berjalan menuju ke luar.
Sementara itu di lain tempat terlihat Alden yang terus memandangi jam tangannya.
“Sudah 30 menit berlalu tapi kakak belum juga datang. Apa sebaiknya aku cari saja dia ?”ucap Alden ya sudah tak sabar lagi menunggu dengan rasa cemas.
Dia pun segera keluar rumah dan berjalan dengan cepat ke jalan raya memanggil taksi.
“Taksi... !”teriak Alden.
Sebuah taksi berhenti di depannya dan dia segera duduk di dalamnya.
Beberapa saat kemudian Alden turun dari taksi. Dia berdiri di depan Restoran Foxy.
Alden berjalan masuk ke restoran dan melihat ke sekeliling.
“Dimana kakak ?”ucapnya terlihat bingung. Dia kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi satu-satunya nomor yang tersimpan di ponselnya.
“Sial... lagi-lagi tak di angkat !”ucap Alden kemudian memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku bajunya.
Dia bergerak cepat dan melihat setiap pintu yang ada di restoran itu. Dari arah pintu utara, Alden melihat sesosok gadis yang mirip dengan Kyra.
Gadis itu sedang berjalan bersama seorang lelaki dewasa yang merangkulnya. Namun terlihat aneh satu tangannya memegang tas gadis itu dan berusaha mengambil sesuatu dari dalamnya.
“Siapa lelaki itu ? Apa dia berniat buruk ?”batin Alden. Dia pun segera berlari menuju ke arah mereka berdua.
“Kakak... ! Ini benar kau ! Apa yang terjadi padamu ? Ayo pulang bersama ku.”ucap Alden Setelah tiba di depan mereka berdua dan ternyata sosok yang dia lihat tadi memang benar adalah Kyra.
Alden mengulurkan tangannya dan menghampiri Kyra untuk mengajaknya pulang.
__ADS_1
“Tidak semudah itu.”ucap lelaki yang bersama Kyra menghalangi dan menarik Kyra. Dia kemudian mengeluarkan belati dan menodongkan nya pada leher Kyra.
“Argh... ! Alden tolong aku !”teriak Kyra yang ketakutan.
“Nona cepat keluarkan dan serahkan semua isi dompet mu padaku !”ucap lelaki itu sambil mengancam.
“Jangan serahkan dompet mu padanya ! Aku akan mengatasinya !”ucap Alden melarang Kyra menyerahkan uangnya pada lelaki tadi dan memintanya tetap tenang.
“Hei kau lepaskan dia ! Dasar pencuri, lawan mu adalah aku !”ucap Alden dengan tatapan tajam menatap lelaki tadi.
“Kau... aku hampir berhasil namun kau datang dan mengganggu ku ! Pergi dari sini atau akan ku habisi kau !”ucap lelaki itu menatap Alden dengan marah.
“Coba saja jika berani !”bentak Alden dan malah menantang.
Lelaki tadi beralih menodongkan belatinya ke arah Alden dan melepaskan Kyra.
Alden melihat kesempatan itu, dia segera menarik Kyra ke sisinya sambil memegang tangan Ielaki tadi.
“Cepat pergi ke tempat yang aman dan aku akan mengatasi lelaki ini.”ucap Alden menoleh ke samping menatap Kyra.
“Tapi... tapi... bagaimana dengan mu ?”balas Kyra menatap Alden.
“Cepat pergi !”balas Alden berteriak.
Kyra pun segera pergi dari sisi Alden karena baru pertama kali ini dia melihat lelaki ini semarah itu. Dengan berjalan terhuyung, dia menjauh dari mereka berdua.
“Beraninya kau mengambil buruanku !”ucap lelaki tadi semakin marah. Dia pun mengayunkan belatinya lebih cepat.
“crash... !”belati tadi melukai muka Alden yang membuat lelaki itu semakin marah.
“bugh... !”Alden berhasil menjatuhkan belati yang dipegang oleh lelaki tadi lalu segera memukul perutnya dengan keras yang membuat lelaki itu jatuh terjungkal ke lantai.
Alden menghampiri lagi tadi dan menghajarnya.
“Awas kau jika berani lagi mengganggu, maka kau tak akan selamat !”ucap Alden lalu melepaskan lelaki itu dan mendorong kembali tubuhnya jatuh ke lantai.
“Alden... !”teriak Kyra saat melihat lelaki itu kembali dengan wajah yang berdarah.
“Aku tak apa kak... ayo kita pulang.”ucap Alden mencoba mengesampingkan rasa sakit dan perih di wajahnya lalu membantu Kyra berjalan keluar restoran dan mencari taksi.
Di dalam taksi Kyra terlihat menangis melihat Alden yang terluka karena dirinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...