
Kita tinggalkan Christine yang sedang memadu kasih dengan Feliks dan beralih pada Gavin.
Ia sudah selesai bersiap. Dan ia pun segera masuk ke mobil menuju ke airport. 50 menit kemudian pria itu sudah tiba di tempat Kyra.
“klik.” seperti biasa, Gavin mengeluarkan kunci rumah dan membukanya. Ia pun segera mengunci kembali pintunya setelah masuk ke dalam.
Kyra yang mendengar suara pintu tertutup keluar dari kamar.
“Kau sudah datang.” Kyra menghampiri dan menyambut kedatangan kekasihnya. “Hmm... kau harum sekali malam ini sayang.” menghirup aroma harum dari tubuh Kyra. “Apa kau memakai uangku untuk membeli ini ?” menyentuh lingerie seksi yang di pakai Kyra. “Kau bilang tak ingin menggunakan kartu kredit ku ?” menyentuh dagu Kyra.
“Ha...” Kyra hanya tersenyum kecil saja dan memeluk pinggang Gavin. “Chu.” mengecup bibir Kyra.
Gadis itu kemudian menariknya dan mengajaknya duduk di sofa.
“Apa kau sudah makan ?” tanya Kyra kemudian berdiri gerakan masuk ke dapur untuk mengambilkan makanan. “Aku tidak lapar, tapi aku ingin memakan mu saja.” Gavin menarik Kyra dan membuatnya duduk di pangkuannya.
“Kau ini...” Kyra mengusap pipi Gavin. “Apa... tapi kau suka kan ?” Gavin membelai rambut panjang Kyra dan gadis itu diam tak menjawabnya karena menurutnya tak perlu ia menjawab dan pria itu bisa menilainya sendiri tanpa perlu bertanya padanya.
“Sayang, aku sudah pembukaan 6 outlet baru di sana.”
“Benarkah ? Bagaimana dengan Outlet itu ?” Kyra menatap intens lelakinya. “Seperti yang ku harapkan. Semuanya ramai.”
“Ada satu hal lagi yang ingin ku sampaikan padamu.”
Kyra terlihat penasaran dan tak sabar ingin mendengarnya.
“Aku sudah resmi membatalkan pertunangan ku dengan Christine.”
“Oh benarkah ? Good boy.” Kyra tersenyum lebar dan mencubit pipi Gavin. Ia merasa senang sekali tunangannya Gavin tak akan mengusik lagi hubungan mereka.
“Kyra ku rasa saatnya aku membawamu ke rumah dan mengenalkan mu pada ibuku.”
“Tidak Gavin, aku belum siap. Aku takut bagaimana jika keluargamu tak menyukai ku atau tidak merestui hubungan kita ?” raut muka Kyra yang ceria seketika berubah menjadi galau.
“Aku tak peduli itu meskipun tanpa restu dari ibuku aku akan tetap memilih bersamamu. Kau tidak usah khawatir.” mengecup bibir seksi Kyra.
__ADS_1
Gavin yang sudah sedari tadi menahan rindunya merebahkan Kyra di sofa.
“Gavin tidak, jangan di sini.” tolak Kyra saat lelakinya sudah berada di atas tubuhnya dan mengunci dirinya. “Sayang... jangan berisik.” Gavin membungkam mulut Kyra dengan bibirnya saat gadis itu akan bicara lagi.
“Aah...” Kyra mendesah saat Gavin menyentuh setiap inchi tubuhnya. Dan tak lama kemudian terlihat baju mereka berserakan di lantai.
Gavin membuka kaki Kyra setelah bermain-main di sana dan mencium aroma yang harum sekali.
“Aaaaah...” Kyra mendesah panjang saat Gavin membenamkan dirinya sambil menghisap dadanya.
Tak lama setelahnya mereka berdua masuk ke kamar dan melanjutkan aktivitas mereka.
Seperti biasa Gavin hanya memberikan sedikit waktu tidur untuk Kyra.
“Gavin aku mau tidur.” ucap Kyra memunggungi pria itu. “Tidurlah. Aku belum ngantuk.” mengusap paha mulus gadisnya. “Meskipun dengan mata terpejam sekalipun, aku bisa memasukkan pedangku ke sarungnya dengan tepat.” Gavin mengangkat sedikit kaki Kyra dan kembali membenamkan dirinya dalam-dalam.
“Aah... uuh...” sambil memejamkan mata, Kyra mendesah saat Gavin bergerak berirama.
Gavin yang sudah merasa lelah akhirnya pun menarik tubuhnya sambil memeluk gadisnya dan tertidur pulas.
“Gavin bangun, sudah pagi. Apa kau tidak terlambat untuk pulang ?” Kyra duduk dan menepuk pipi lelakinya. “Tidak, aku tidak terlambat. Hari ini hari Sabtu dan masih terlalu pagi untuk kembali pulang.” jawabnya malas bangun dan malah menarik Kyra lagi lalu mendekapnya.
Dua jam kemudian mereka berdua benar-benar bangun. Kyra mandi sedangkan Gavin menyiapkan sarapan pagi seperti yang pernah ia lakukan dulu.
“Kyra sarapan sudah siap.” Gavin menyajikan hidangan sarapan pagi mereka. “Ya.”
Mereka berdua kemudian makan bersama. Selesai makan mereka berdua kembali ke kamar.
“Ayo kita berangkat sekarang ke rumah ku.” Gavin menyentuh lembut pipi gadisnya yang sedang memasang kan dasinya. “Sudah selesai.” Kyra selesai memasang dasi Gavin lalu mengambil tas kecil yang ada di meja.
Mereka berdua kemudian menunggu naik taksi menuju ke airport.
“Kau duduk di dekat jendela saja.” Gavin sengaja duduk di tepi untuk melindungi gadisnya agar tidak ada yang menggoda ataupun mengganggunya.
“Ya.” Kyra menurut saja dan duduk di dekat jendela.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan menuju ke rumah Gavin.
“klak.” Gavin membuka pintu mobil dan turun terlebih dulu baru membukakan pintu untuk Kyra.
“Ayo turun.” Gavin mengulurkan tangannya.
Kyra menyambut tangannya dan turun dari mobil. Ia kemudian memegang lengan kekasihnya itu berjalan masuk ke rumah.
“Ini rumah Gavin ? Benar-benar seperti istana.” menatap rumah besar dan mewah yang ada di depannya. Ia pun menjadi minder karena sangat bertolak belakang dengan keluarganya yang biasa saja.
“Gavin aku pulang saja.” Kyra berhenti karena takut melangkah masuk untuk menemui keluarga Gavin. “Sayang tak apa, tenanglah. Ada aku di samping mu. Aku takkan membiarkan siapapun menyakitimu.” Gavin kembali melangkahkan kakinya setelah berhenti sejenak.
Ia tahu jika gadisnya itu takut dan gugup. Ia pun menggenggam erat tangan Judith melangkah kan kakinya masuk ke dalam.
“Selamat pagi tuan muda.” sapa para pelayan yang ada di sana saat melihat kedatangan Gavin. “Gavin kau benar-benar hidup mewah di sini dengan fasilitas lengkap.” Kyra tak bisa berkata-kata dan hanya melihatnya saja karena terpukau.
Mereka kemudian duduk di sofa ruang tamu.
“Dimana ibu ?” tanya Gavin pada pelayan yang ada di ruang tamu.
“Nyonya ada di belakang tuan.” jawab pelayan.
“Tolong beritahu ibu aku datang bersama seorang tamu kemari.”
“Baik tuan.” pelayan menuju ke belakang dan memberitakan hal itu pada Victoria.
“Apa ? Gavin kemari dengan seorang gadis ?” Victoria terkejut dan seketika berdiri. “Siapa gadis yang dibawa oleh anak itu ?” berpikir dan penasaran.
Victoria kemudian berjalan dengan cepat menuju ke ruang tamu. Ia duduk di depan Gavin.
“Gavin....ada apa kau ingin menemui ibu ?” tanyanya sambil menatap Kyra.
“Wanita ini... ibunya Gavin... wanita yang sering menyiksa anaknya sendiri...” Kyra menatap Victoria dan tersenyum kecil padanya.
“Ibu aku kemari dengan seorang spesial yang ingin aku kenalkan padamu. Dia adakah Kyra kekasih ku.” Gavin memperkenalkan gadisnya itu tanpa malu-malu.
__ADS_1
Sedangkan Kyra terlihat tegang dan gugup. Bagaimana tidak gugup jika wanita itu menatap dirinya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.