Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 73 Mental Disorders


__ADS_3

Di saat Kyra tidur, Alden masih menatap kartu nama pemberian dari lelaki yang mengaku sebagai ayahnya.


“Matthew Bailey...”gumam Alden membaca nama yang tertera pada kartu nama yang dipegangnya.


Alden tidak percaya begitu saja meskipun semua bukti sudah mengarah ke sana, lelaki itu merupakan ayah kandungnya. Dia pun mencoba memeriksa kembali kebenaran itu.


Alden mengeluarkan ponselnya dan mengaktifkan data selulernya.


“klik... !”Dia mengetikkan nama lelaki tadi dan sekarang muncul informasi lengkap mengenai lelaki itu.


Alden membaca dengan data dan hati-hati semua informasi yang berkenaan dengan lelaki yang mengaku sebagai ayahnya. Banyak foto-foto Matthew di internet bersama dirinya dalam berbagai pose dan berbagai acara di berbagai tempat.


“Ya... lelaki itu tidak bohong padaku rupanya. Dan dia benar ayahku. Huft.... kenapa aku terlihat di tengah keluarga yang rumit seperti ini dan tidak terlahir sebagai orang biasa saja ?”gumam Alden setelah selesai membaca semua artikel mengenai ayahnya.


Dia kembali melihat foto-foto yang ada di artikel. Dia memperhatikan satu foto dan memejamkan matanya.


“blast...”Tiba-tiba Alden melihat kembali ingatan masa lalunya saat bersama dengan ayahnya.


Dia melihat ayahnya masuk di sebuah ruangan saat dia sedang bersama ibunya.


“Gavin... kau ini lelaki, tapi kau lemah dalam banyak hal. Aku menyesal melahirkan putra sepertimu !”ucap Victoria terlihat marah setelah membaca rapper yang barusan diterima oleh Gavin.


Wanita itu kemudian menaruh kembali rapor yang ada di tangannya ke meja dan mengambil asbak kaca dari meja dan akan melemparkannya pada Gavin.


“Victoria... berhenti kau. Gavin masih berusia 10 tahun. Dan kau tidak perlu sekeras itu padanya !”ucap Matthew memegang tangan istrinya dan menahannya kemudian mengambil kembali asbak dari tangan wanita itu.


“Matthew kau selalu saja membela Gavin. Mau jadi apa nanti dia saat dewasa ? Jangan ikut campur !”teriak wanita itu marah berapi-api lalu mendorong suaminya dengan keras.


“Victoria... kenapa kau seperti ini ? Ayo ku antar kau ke psikiater sekarang. Sepertinya kau waktunya datang ke sana.”ucap Matthew berdiri lalu menarik wanita itu keluar dari ruangan.

__ADS_1


“prang... !” Victoria ngambil kembali aspak aja yang ada di meja dan memukulkannya ke kepala Matthew.


“Ayah... ayah... jangan lukai ayah, ibu !”ucap Gavin berteriak dan ketakutan melihat ayahnya mengeluarkan darah dari kepala setelah dipukul oleh ibunya.


“Gavin... cepat pergi dari sini, lari mungkin dan jangan sampai ibumu menangkap mu !”ucap Matthew memegang kepalanya sambil menghalangi istrinya yang akan menghajar Gavin.


Gavin pun memejamkan mata dengan gemetar dan dia pun segera lari secepat yang dia bisa keluar dari ruangan itu dan berteriak minta tolong pada pelayan yang ada di rumahnya.


“blast...”Alden kembali melihat ingatan masa lalu lainnya bersama ayahnya yang selalu melindungi dirinya dari kemarahan ibunya yang brutal seperti monster yang mengamuk tanpa bisa dipadamkan amarahnya.


“blast.... !!”Alden melihat kembali ingatan masa lalunya bersama dengan ayahnya saat berada di sebuah kantor.


“hiss....”Alden menyadarkan kepalanya ke dinding karena merasa sakit dan berat.


“Monster... kau wanita monster.”ucap Alden mengutuk perbuatan ibunya.


Alden kemudian berdiri dan mengambil obat yang ada di kotak obat dan segera meminumnya. Beberapa saat kemudian Setelah semua rasa pusingnya reda dia pun menarik nafas panjang.


Setelah tenang dia pun kembali mengambil ponsel yang ia taruh di dekatnya. Dia pun menelepon nomor Matthew Bailey, namun baru tiga kali deringan ia langsung mematikannya.


“Jika telepon yang tersambung lalu apa yang akan kau bicarakan dengannya ?”gumam Alden menggenggam ponselnya dan kembali menata kartu nama yang tergeletak di samping kakinya.


Di lain tempat di kamar Matthew, lelaki itu sedang tertidur pulas. Dia bangun karena mendengar ponselnya berdering.


“Siapa malam-malam begini menelepon ?”gumam lelaki itu membuka mata sambil meraba meja yang ada di samping tempat tidur mencari ponselnya.


Matthew duduk dan melihat siapa peneleponnya dan ternyata nomor tak dikenal.


“Siapa ini...”saat lelaki itu akan mengangkatnya panggilan berakhir.

__ADS_1


Matthew mantap kembali nomor ponsel yang tak dikenalnya itu dan mengira-ngira sendiri siapa peneleponnya.


“Apa Gavin yang menelepon ku ? Tapi tidak mungkin dia menelepon ku selarut ini . Mungkin saja ini telepon dari klien. Baiklah mungkin besok akan telepon kembali. Sebaiknya aku tidur sekarang.”gumam Matthew kemudian menaruh kembali ponselnya ke meja dan merebahkan diri kembali ke tempat tidur.


Keesokan harinya body guard utusan Victoria berkumpul sebelum menjalankan misi mereka, membagi tugas ke mana saja mereka akan mencari Gavin.


Salah seorang bodyguard yang dulu pernah merasakan masakan yang mirip dengan masakan Gavin teringat padahal itu.


“Hey bagaimana jika kita mencari tuan Gavin di Ottawa saja ?”ucap seorang lelaki memberikan masukan pada yang lainnya.


“Kenapa kau menyarankan untuk mencarinya di tempat jauh seperti itu kurang jauh lagi ?”balas seorang lelaki menanggapi.


Lelaki yang mengusulkan ide itu kemudian menceritakan jika beberapa waktu yang lalu mereka pernah ke sana dan secara tak sengaja makan masakan dengan cita rasa mirip buatan tuan muda mereka.


“Aku sebenarnya tidak yakin jika tuan Gavin ada di sana. Tapi tak ada salahnya kita mencoba mencarinya di sana. Semoga saja kita beruntung.”jawab salah satu ketua body guard menerima masukan dari bawahannya.


“Baiklah hari ini kita melakukan pencarian dan membaginya menjadi 10 tim, dan masing-masing menuju ke rute yang telah disebutkan.”ucap ketua body guard menyebutkan pembagian kelompok dan rute kali ini.


Satu jam kemudian 10 tim yang ditugaskan untuk melakukan pencarian Gavin bergerak sesuai dengan rute yang telah ditetapkan.


Suatu siang di rumah, Alden duduk termenung dan memikirkan bisnisnya. Ia ingin membuatnya berkembang semakin pesat.


“Apa yang harus kulakukan, apa aku perlu menambah varian menu baru lagi ? Atau membuka cabang lagi di luar kota ? Atau melakukan promosi besar-besaran ?”gumam Alden berpikir keras dan menyebutkan ide apa saja yang kemungkinan akan dia lakukan dalam waktu dekat ini.


Alden kemudian membuka peta dan melihat kota mana saja yang menurutnya berpotensi jika dia membuka cabang baru di sana.


Dia juga berpikir media apa saja yang perlu digunakan untuk melakukan promosi agar lebih mengena dan diketahui banyak orang.


Beberapa saat tengahnya lagi itu teringat pada perkataan ayahnya tentang ibunya.

__ADS_1


“Dia bilang, ibu akan mencari ku ? Jadi aku harus lebih ekstra hati-hati lagi jika bertemu dengan orang asing.”batin Alden mengingat kembali perkataan ayahnya sekaligus menjadi pengingat agar dirinya selalu waspada dan siaga di mana pun dia berada.


BERSAMBUNG....


__ADS_2