Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 126 Membalas Christine


__ADS_3

Gavin merasa aneh melihat Kyra yang menangis dan lagi gadisnya itu memunggungi dirinya.


“Apa kau sudah puas sekarang ? Puas mempermainkan aku setelah kau puas tidur dengan tunangan mu itu ?” ucap Kyra tak mau menatap meski Gavin sudah membalik tubuhnya.


Deg


“Apa maksud mu ?” Gavin seketika terkejut. Ia berpikir apa Kyra mengetahui kejadian semalam atau hanya kecurigaannya saja. Ia memegang pipi Kyra agar gadis itu menatap matanya saat bicara.


Kyra diam dan tidak menjawab.


“Ada apa ? Katakan.” ucap Gavin dengan lembut.


Kyra masih diam tak menjawab. Ia kemudian mengambil ponselnya dan menunjukkan foto yang ia terima tadi pagi.


“What ?” Gavin seketika terkejut melihat foto itu dan wajahnya pucat pasi. Ia benar-benar bingung dan tidak tahu bagaimana bisa ada foto nya bersama Christine di tambah lagi ia tidak mengirim gambar itu pada. “**** the hell kau Christine. Aku akan membalas mu.” melupakan tangannya erat dan menahan amarahnya karena masih ada gunung meletus yang harus ia padamkan.


“Kau kotor dan menjijikkan ! Pergi dari sini ! Bagaimana rasanya tidur dengan tunangan mu itu ?” ucap Kyra kembali marah saat lelakinya terdiam tak berdaya dan memukulinya. “Pergi kau....” Kyra berhenti memukul dada Gavin dan menangis di dada bidang lelakinya.


Gavin merasa sakit, perih seperti ditikam oleh belati.


“Kyra apa yang kau lihat ini adalah rekayasa. Aku di jebak oleh Christine saat aku akan berangkat kemari. Dan dia.... bla-bla... ” Gavin menjelaskan panjang lebar kronologis kejadiannya pada kekasihnya itu agar ia percaya padanya. “Aku tak mungkin bisa melakukannya dengan gadis lain. Aku tidak serendah dan semurahan seperti yang kau pikir.” membelai pipi Kyra.


Kyra menatap mata Gavin intens dan juga mendengarkan detak jantungnya yang beraturan dan berarti pria itu tidak membohonginya.


“Apa yang kau katakan benar ?” Kyra sedikit lega mendengar cerita kekasihnya meskipun ia tidak tahu kebenarannya seperti apa.


“Aku tidak bohong pada mu. Aku berani bersumpah. Jika aku berbohong Aku akan mandul seumur hidupku.” jawab Gavin dengan serius. “Aku tak mengira gadis itu benar-benar picik dan aku lengah. Aku akan memberinya pelajaran nanti.” sambung Gavin.


Gavin menatap intens Kyra. Ia melihat mata gadisnya yang sudah melembut dan memeluknya erat.


“Berapa kali kau bohong pada ku ? Setelah ini jika ada kebohongan lagi diantara kita, kau tak akan bisa menemukan aku di manapun.” Kyra tiba-tiba tersenyum dan memukul kembali dada Gavin untuk meluapkan sisa-sisa kekesalannya.


“Auwh... ! Gavin diam menerima pukulan bertubi-tubi dari gadisnya. “Hukuman itu pantas untuk mu.” mengumbar senyum penuh kemenangan. “Dan ini hadiah untuk mu.”

__ADS_1


Gavin mencium kasar bibir Kyra dan gadis itu membalasnya dengan kasar pula. Ia menghisap kasar gunung kembar lalu mengulum kacang almond kembali hingga gadisnya itu tak tahan lagi.


“Gavin...” Kyra menarik tubuh Gavin ke atasnya dan memeluk pinggang lelakinya itu dengan erat sambil mendorongnya maju.


“Aah.... Kyra...” Gavin bergerak dengan kasar hingga tempat tidur pun ikut bergoyang.


Satu jam kemudian Gavin berbaring di samping Kyra dan mereka tertidur pulas. Satu jam kemudian pria itu bangun. Ia menatap Kyra yang masih tidur dalam pelukannya.


“mmm...” Gavin mencium bibir kekasihnya dan membangunkannya. “Ahh...” Kyra kembali mengerang saat lelakinya itu membenamkan kepala di dada.


“Aah... Gavin menarik pinggang Kyra dan merapatkan ke tubuhnya. “Kau pria gila. Benar-benar gila.” Kyra memeluk leher lelakinya dan menggigitnya.


Tak lama setelahnya Gavin kembali berbaring di samping gadisnya dan kembali tertidur. Namun ia kembali bangun dan mengulangi hal itu berulang kali hingga pagi tiba dan berakhir tepat di saat dia akan kembali.


“Ahh...” Gavin dan Kyra mendesah bersama. Ia kemudian menurunkan Kyra dari gendongan nya.


“kring...” alarm di ponsel Gavin berdering. “Sayang aku harus kembali sekarang.” meraih ponselnya kemudian mematikan alarm.


Ia pun segera mengenakan pakaiannya.


Gavin menarik Kyra dan meminta gadisnya mengantarnya sampai ke depan pintu sebelum ia meninggalkannya.


Pagi harinya Kyra bangun kesiangan dengan badan sakit semua. “Bastard kau Gavin.” Kyra berjalan dengan kakinya yang masih gemetar menuju ke kamar mandi.


Di kamar Gavin lelaki itu benar-benar baru bangun empat jam kemudian. Tapi untungnya Victoria tidak masuk ke kamarnya dan sudah berangkat ke kantor lebih dulu.


“Astaga aku kesiangan.” Gavin bangun karena merasakan sinar dari jendela yang menusuk mata. Ia terlihat segar dan berseri. Ia pun segera membersihkan tubuhnya. “Untung saja Kyra percaya pada ucapan ku.”


Tak lama kemudian ia sudah terlihat rapi dan harum. Ia pun berangkat ke kantor. Di sana ia terus terpikir kan pada Kyra yang membuatnya ingin mendekapnya lagi.


Gavin mengalihkan pikiran nya pada Christine.


“Bagaimana aku memberi gadis itu pelajaran ?” gumam Gavin kemudian berpikir. “Ya aku akan membalasnya berkali-kali lipat lebih kejam daripada kau.” tersenyum lebar setelah menemukan sebuah ide.

__ADS_1


Malam hari di rumah, Gavin sengaja malam ini tidak berkunjung ke tempat gadisnya.


“Urusan dengan Kyra sudah beres.” mematikan ponsel setelah mengakhiri panggilan pada kekasihnya itu dan menyampaikan jika malam ini dia tak bisa ke sana.


Gavin kemudian beralih menelepon nomor Christine.


“Baik sayang, tentu saja aku bisa.” ucap Christine di telepon. Ia merasa senang sekali tunangannya mengajaknya keluar untuk makan malam. “Aku tunggu di rumah.” jawab Gavin singkat kemudian mengakhiri panggilan.


Dua puluh menit kemudian Christine datang. Ia mengenakan gaun terbaiknya dan terlihat sangat cantik malam ini.


“klak”


Christine turun dari mobilnya dan masuk ke dalam. Ia tak mengira dan benar-benar senang ternyata tunangannya itu sudah menunggunya di ruang tamu dan terlihat sangat menawan.


“Ayo kita berangkat.” ucap Gavin berdiri dan menghampiri tunangannya itu dengan tidak sabar. “Ayo.” Christine mengaitkan tangannya ke lengan Gavin dan berjalan keluar rumah.


Gadis itu merasa senang karena malam ini Gavin benar-benar menurut padanya.


“klik”


Mereka berdua masuk ke mobil Gavin.


“Kita pergi ke mana ?” tanya Christine setelah duduk di dalam mobil. “Ke restoran di hotel ku.” jawabnya singkat.


Christine tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya dan dia terus tersenyum di sepanjang perjalanan hingga mereka tiba di lokasi.


“Teruslah tersenyum sebelum kau menangis nanti.” Gavin melirik tunangan nya kembali sebelum turun dari mobil.


Mereka berdua kemudian turun dari mobil dan masuk ke restoran di salah satu hotel milik keluarga Bailey.


“Selamat malam tuan Gavin, nona Christine.” sapa para pekerja yang ada di restoran.


Gavin membalasnya dengan senyuman. Ia kemudian mengajak Christine untuk duduk. Sedangkan dia memesan menu makanan mereka berdua.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2