Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 40 Semakin Ramai


__ADS_3

Malam hari setelah acara peringatan pers internasional, terlihat Alden tak sanggup duduk dan dia merebahkan dirinya di sofa panjang di ruang tengah dengan Kyra yang duduk di depannya.


“Alden kau baik-baik saja ?”tanya Kyra melihat Alden yang sedari tadi hanya berbaring dan ganti posisi miring kanan dan miring ke kiri saja.


“Sebenarnya aku merasakan seluruh tubuhku pegal hingga aku tak bisa merasakan kakiku.”jawab Alden dengan wajah yang terlihat sangat lelah.


Kyra berdiri kemudian menghampiri lelaki itu dan duduk di bawah. Dia memegang bahu Alden tanpa canggung sama sekali, sama seperti saat dia biasa memegang Joey dan saudara laki-lakinya yang lain.


Kyra memijit bahu Joey namun dia tidak menggunakan jarinya, melainkan menggunakan siku tangannya.


“Argh... aduk kak... sakit.”ucap Alden berteriak kesakitan.


Mendengar Alden yang berteriak kesakitan, Kyra malah semakin bersemangat memijat. Dia sampai berdiri dan memperkuat tekanannya.


“Kau ini lelaki, tahan sebentar sampai semua otot mu yang kaku menjadi lemas.”balas Kyra tak mengindahkan Alden yang berteriak semakin kencang.


Kyra duduk di samping Alden lalu dia menarik baju Alden ke atas dan melepasnya.


“Kak... hentikan... apa yang kakak lakukan padaku ?”ucap Alden terkejut dan menolak.


Kyra malah naik dan duduk di pinggang Alden. Dia kemudian mengambil massage cream di meja dan mengoleskannya ke seluruh punggung Alden.


“Diam... jangan bergerak, aku akan memijat mu. Nanti malam tidurmu akan puas dan besok pagi badanmu sudah enakan.”balas Kyra menyentuh kulit Alden yang terasa lembut seperti kain sutra.


Dia pun mulai memukulkan tangannya, lalu memijatnya selama kurang lebih 30 menit. Terakhir dia kembali mengoleskan massage cream ke seluruh tubuhnya.


“Sudah selesai... huft...”ucap Kyra terlihat berkeringat dan menghapus keringatnya kemudian segera turun dari tubuh Alden.


Alden kemudian mencoba duduk. Kyra mengambil baju Alden dan memakaikannya.


“Kakak... kau ini memperlakukanku seperti anak kecil saja aku bisa memakainya sendiri.”balas Alden merasa malu berada terlalu dekat dengan Kyra.


“Bagaimana apa kau sudah merasa lebih baik ?”ucap Kyra sambil duduk bersandar ke sofa di samping Alden.


“Jauh lebih baik dari sebelumnya, kak. Terimakasih.”balas Alden.

__ADS_1


meskipun merasa tubuhnya lebih enakan daripada sebelumnya namun dia terlihat lesu setelah teringat bayangan masa lalu yang dia lihat sebelumnya.


“Apa ada yang kau pikirkan ?”tanya Kyra menepuk bahu Alden.


“Kak beberapa hari ini aku melihat bayangan masa lalu ku....”Alden menciptakan semua bayangan yang terlintas dalam pikirannya beberapa hari ini pada Kyra.


“Aku tidak tahu siapa diriku sebenarnya ? Bagaimana jika aku adalah orang yang jahat atau tidak baik, kak ?”ucap Alden setelah mengakhiri ceritanya dan khawatir dengan identitasnya.


Kyra melihat lelaki itu sedang low booster dan menurutnya itu semua disebabkan karena faktor kelelahan.


“Alden... semua orang punya masa lalu. Bagaimanapun masa lalu mu yang terpenting adalah masa sekarang ini. Aku tahu kau bukan orang seperti itu. Jadi jangan pernah memikirkan masa lalu mu.”balas Kyra memberi semangat.


Kyra berdiri dan melihat jam dinding. Dia menguap kemudian menutup mulutnya.


“Alden sebaiknya kita tidur saja.”ucap Kyra kemudian berlalu dan masuk ke kamar. Tak lama kemudian Alden berjalan dan masuk ke kamarnya sendiri.


Keesokan harinya berita mengenai peringatan hari pers nasional tayang di televisi dan disaksikan oleh jutaan penonton yang tinggal di kota Ottawa dan seluruh warga Amerika.


Jauh di kota Arkansas, di sebuah rumah mewah terlihat seorang wanita sedang duduk di sebuah ruangan sedang sarapan pagi sambil menyaksikan berita yang tayang hari ini.


“Hari pers nasional di kota Ottawa diperingati oleh semua anggota pers dengan menyelenggarakan program acara santunan anak yatim piatu. Acara ini berlangsung dengan lancar....bla-bla” wanita memakai topi itu terlihat menggigit steak lada hitam sambil mendengarkan liputan berita hari ini.


“Tunggu... lelaki tadi terlihat mirip dengan Gavin.”ucap wanita tadi berdiri dan memperhatikan tayangan dengan seksama namun sayang sosok tadi hanya sayang selama beberapa detik saja dan saat ini sudah menyayangkan para anak panti asuhan.


“Ahh mana mungkin itu Gavin. Pasti aku hanya salah lihat saja. Mana mungkin dia mau mau melakukan pekerjaan rendahan seperti itu.”gumam wanita tadi kembali duduk dan melanjutkan sarapan paginya.


Siang hari di tempat Alden tiba-tiba pembeli membludak di tempatnya.


“Ini nyonya pesanannya...”ucap Alden menyerahkan beberapa bungkus fried potato pada seorang wanita yang menurutnya pembeli baru karena baru pertama kali dia lihat.


Setelah pembeli agak sepi, Alden perjalanan menuju ke rumah dan mengambil air minum.


“Huft... kenapa pembeli tiba-tiba membludak ? Apa mungkin ini karena aku tampil dalam acara pers internasional kemarin ?”gumam Alden berpikir dan menduganya.


“din... din... !”dari depan terdengar suara klakson kendaraan.

__ADS_1


Alden segera menaruh gelasnya yang kosong dan kembali ke depan. Di sana terlihat banyak driver online yang mengambil pesanan pembeli online.


“huft... tolong tunggu sebentar.”ucap Aden pada para driver tadi mempersilahkan duduk.


Ia kemudian mengambilkan fried potato yang sudah ia siapkan dan memberikannya pada driver sesuai nomor urut pesannya.


Beberapa minggu berlalu dan terlihat Alden kini mempekerjakan satu orang untuk membantunya karena ia merasa kewalahan mengerjakan semuanya sendirian, dan itu sudah atas persetujuan dari Kyra.


Bram, nama asisten Alden yang bekerja padanya. Seorang anak yang putus sekolah karena kedua orang tuanya tak mampu membayar biaya sekolahnya.


Terlihat anak lelaki berusia 15 tahun itu sedang ada di dalam rumah dan mengupas kentang.


“Bram... tolong bawakan ban yang sudah dikupas ke depan sekarang.”ucap Alden dari depan rumah saat melihat bahannya sudah menipis.


“Iya kak... tunggu sebentar.”jawab Bram dari dalam rumah. Tak lama kemudian anak itu keluar dengan membawa ember bahan kentang.


“Ini kak...”ucap anak itu memberikan bahan yang diambil pada Alden.


Alden menerima bahan yang sudah jadi itu dan kemudian langsung mengolahnya.


“Apakah masih lama tuan ?”ucap seorang wanita yang sudah menunggu selama sepuluh menit.


“Tidak nona, ini sudah hampir matang.”jawab Alden menyiapkan kantung beserta saus dan mayonya dan segera menyerahkannya setelah fried potatonya matang.


Setelah pembeli itu pergi, datang lagi pembeli lain yang sambung menyambung tak ada hentinya hingga produk yang dia jual benar-benar habis.


“huft....”Alden menarik nafas panjang setelah sore hari dan segera menutup tokonya.


Dari arah depan terlihat Kyra turun dari taksi dan berjalan menghampiri Alden.


“Kau menambah bahan jualan ?”ucap Kyra saat melihat Alden berkemas.


“Tidak kak... aku sudah cukup banyak menambah bahan. Dan kurasa seberapa banyak bahan yang ku tambah akan tetap habis. Tapi ku rasa segini saja sudah cukup.”balas Alden sambil tersenyum lebar dan sudah merasa puas dengan usahanya selama ini.


“Bagaimana di kantor, apa ada kendala kak ?”tanya Alden.

__ADS_1


Kyra menggelengkan kepala dan dia mengajak Alden untuk segera masuk ke rumah. Terlihat Kyra berjalan masuk bersama Alden dengan tersenyum kecil.


BERSAMBUNG...


__ADS_2