
Mereka berdua mengobrol di telepon 10 menit lamanya. Kyra terus memberikan support dan menyemangati kekasihnya untuk mengikuti terapi meskipun dia sendiri tidak tahu bagaimana nanti sikapnya pada dirinya setelah pulih ingatannya.
“Kyra terima kasih kau memang sangat berarti dan sangat membantu, di saat aku dalam kondisi labil seperti ini. Kita akhiri dulu pembicaraan kita nanti kita sambung lagi.” Gavin minta izin untuk mengakhiri percakapan mereka. “Ya semoga terapi kali ini sukses. Dan jangan lupa untuk kembali secepatnya. Kau meninggalkan outlet mu di sini.” ucapnya sebagai alasan agar pria itu segera pulang untuk menemuinya. “Aku akan pulang melihatmu sebentar nanti setelah ingatan ku pulih.” Gavin kemudian mematikan telepon.
Setelah ia mematikan telepon ya kembali duduk di tempat tidur dan bersandar ke dinding. Ia kembali memberikan afirmasi pada dirinya sendiri agar yakin dan tak ada keraguan sedikitpun untuk menjalani terapi yang pasti akan berhasil.
“Klak...” pintu kamar terbuka. “Gavin ayo kita sekarang berangkat.” Matthew masuk ke kamar Gavin dan menghampiri anak lelakinya.
“Oh, baik ayah.” Gavin yang sudah bersiap Sudah dari tadi segera turun dari tempat tidur kemudian berjalan keluar mengikuti ayahnya.
Mereka berdua diam dan tak berkata sepatah kata pun saat melewati beberapa pelayan yang ada di tiap sudut rumah, hingga berada di mobil barulah mereka berdua bicara.
__ADS_1
“Ayah bagaimana dengan ibu, apa dia tahu ke mana kita pergi saat ini ?” ucapnya lirik setelah mampir keluar dari rumah. “Tidak, kau tenang saja. Semuanya sudah ku atur dan wanita itu percaya padaku.” tersenyum kecil menatap Gavin.
Tak lama setelah mobil yang membawa Gavin dan Matthew keluar dari rumah datang sebuah mobil putih masuk ke rumah.
“Selamat malam nona Christine.” siapa seorang pelayan setelah melihat gadis itu turun dari mobil.
“Gavin ada ?”tanyanya pada pelayan tadi. “Tuan muda baru saja keluar bersama tuan Matthew nona.”
“Oh...” Christine mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban dari pelayan tadi. Namun meskipun yang dicari tak ada Ia pun tetap masuk ke rumah dan menemui Victoria.
“Christine... duduklah. Kau ke sini pasti mencari Gavin. Dia keluar bersama ayahnya.” Victoria mengajak gadis itu duduk di sebelahnya. “Ya tante.” jawabnya duduk sambil menunggu waktu tunangannya pulang, dan ia pun Mengapa bersama Victoria.
__ADS_1
“Gavin jangan tegang begitu.” ucap Matthew setelah tiba di lokasi sebelum turun dari mobil. “Ehm... ya ayah.” Gavin menarik nafas panjang kemudian turun dari mobil dan mengikuti ayahnya masuk ke tempat praktik psikiater.
“Matthew... Gavin... kalian datang juga. Aku sudah menunggu kalian itu sudah menyiapkan semuanya.” Lawrence menyambut kedatangan mereka berdua dan mempersilahkan duduk terlebih dahulu.
“Tuan Gavin apa anda sudah siap ?” tanya Lawrence pada lelaki yang duduk di depannya.
“Sudah.”jawabnya singkat dan terlihat tidak tegang.
“Baik jika begitu bagaimana jika kita mulai metode mesmerisme sekarang juga ?” Lawrence menatap intens pria yang ada di depannya untuk mengetahui seberapa besar kesiapannya. “Silahkan di mulai, tuan.”
Lawrence kemudian mengajak Gavin untuk masuk ke sebuah ruangan bersama Matthew yang mendampinginya.
__ADS_1
“Silahkan tidur di sini.” Lawrence menunjuk sebuah tempat tidur. “Ya tuan.” Gavin segera naik ke tempat tidur dan berbaring di sana.
Lawrence kemudian mengeluarkan pendulum berwarna coklat gelap dari saku baju putihnya. “Ikuti pendulum ini bergerak ke manapun dia bergerak. Dan ikuti perintah ku.”