
Kyra menatap saudara lelakinya yang di rindukannya itu tanpa berucap sepatah kata pun.
“Kakak... ini benar kau kakak... !”ucap lelaki itu melihat Kyra berdiri di depannya dan tak percaya menatapnya.
“Kakak.... saudari kita pul--...”ucap lelaki itu berteriak memanggil semua saudaranya memberitahukan kepulangan Kyra namun gadis itu segera membekap mulutnya agar tidak bersuara lagi.
“Joey... kumohon jangan berteriak sekencang itu. Aku tidak ingin bertemu dengan ayah atau ibu. Aku hanya ingin melihat mu dan saudara kita lainnya saja.”ucap Kyra pelan dan menarik tangannya dari bibir Joey.
Alden menatap lelaki di depannya itu. Dan dia baru tahu jika Joey itu ternyata salah satu adiknya Kyra.
Namun tetap saja lelaki itu terlihat cemburu saat melihat Joey memeluk erat Kyra. Dia pun menatap tajam Joey dan tetap menggenggam tangan Kyra.
Joey kemudian melepaskan pelukannya. Dia melihat lelaki yang bersama kakaknya itu masih menggenggam tangan kakaknya.
“Apa lelaki ini kekasihnya kakak ? Tapi aku lihat dia seusia dengan ku.”batin Joey kemudian beralih menatap kakaknya kembali.
“Kakak ayo masuk... saudara yang lain pasti senang bertemu dengan kakak.”ucap Joey menarik tangan kakaknya mengajaknya masuk.
Kyra menoleh ke samping kiri dan menatap Alden berharap lelaki itu menariknya dan membawanya pergi saja dari rumahnya.
“Masuklah... aku akan menemanimu.”ucap Alden tak sesuai dengan yang diharapkan oleh Kyra.
“Ayo masuk... kalian berdua.”ucap Joey mengulangi ucapannya.
Alden berjalan masuk dan menarik Kyra ikut masuk bersamanya. Mereka bertiga kemudian duduk di ruang tamu.
Alden melihat kedekatan antara Joey dan Kyra tak seperti layaknya kakak beradik pada umumnya dan membaca terus menatap Joey.
“Ehem... kakak... siapa lelaki yang duduk di samping mu ?”ucap Joey akhirnya bertanya karena merasa tidak nyaman dengan tatapan Alden.
“Oh ya perkenalkan dia Alden. Alden ini adik ku Joey yang sering ku ceritakan padamu.”ucapnya menatap dua lelaki itu bergantian dan memperkenalkannya.
“Joey... Alden ini teman--” tiba-tiba Alden sekarang memotong ucapan Kyra karena khawatir gadis itu tak akan memperkenalkan dirinya sebagai kekasihnya.
“Aku kekasihnya Kyra. Salam kenal Joey.”ucap Alden memotong ucapan Kyra.
Sedangkan Kyra hanya diam dan dengan berbagai pikirannya sendiri.
“Joey pasti menertawakan aku jika dia tahu kekasihku berusia lebih mudah dan tepatnya sama dengan usianya.”batin Kyra menatap adiknya.
__ADS_1
Mereka bertiga mengobrol dan Alden menurunkan tingkat kecemburuannya setelah Joey bercerita jika memang kakaknya sangat perhatian pada dirinya dan saudara lainnya yang semuanya adalah lelaki.
Suara percakapan mereka terdengar hingga ke kamar Larry yang ada di lantai dua. Lelaki itu sedang apa pulang kerja di tempat tidurnya. Di kamarnya ada Farel yang duduk di bawah sambil bermain gitar.
“Farel kau dengar suara ramai di bawah tidak ?”ucap Larry beralih miring ke kanan dan menatap adiknya itu.
Farel menaruh gitarnya dan mencoba memasang telinganya untuk mendengarkan.
“Iya kak... sepertinya itu suara Joey yang sedang bicara dengan seorang lelaki dan perempuan. Tapi suara perempuan itu sepertinya familiar...”balas Farel penasaran.
Dia pun berdiri dan menuju ke jendela lalu mengintip dari sana. Dia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lelaki itu kemudian kembali menghampiri Larry dan berdiri di sampingnya.
“Kak... di bawah ada kakak Kyra.”ucapnya menceritakan apa yang dia lihat.
Larry seketika duduk karena tak percaya pada apa yang barusan diucapkan oleh adiknya itu dan memilih untuk melihatnya sendiri.
“Ya itu memang Kyra.”ucap Larry melihat dari jendela kamarnya.
Dia pun segera berlari dan menuruni tangga menuju ke ruang tamu. Farel mengikuti kakaknya turun.
“tap... tap...”Kyra menetap ke atas saat mendengarkan apa nggak lagi turun dari tangga.
Kyra membalas pelukan kakaknya dan setelah Larry melepas pelukannya ganti Farel yang memeluk dirinya.
“Kakak kemana saja ? Aku merindukanmu kak.”ucap Farel kemudian melepas pelukannya.
Alden hanya melihat saja saudara lelaki Kyra yang juga dekat dengan gadis itu seperti Joey.
Dua orang lelaki itu kemudian duduk di sebelah Joey. Mereka melempar banyak pertanyaan pada Kyra karena lama tak berjumpa dengannya.
Farel kemudian berdiri dan menuju ke dapur untuk mengambilkan minuman hangat.
“Kau bawa seteko teh untuk siapa ?”tanya Mark yang saat itu sedang makan di sana.
“Ini untuk kak Kyra dan temannya.”ucap Farel kemudian segera berlalu membawa minuman tadi.
“Dia bilang Kyra... ?”Mark kemudian sekarang menyelesaikan makannya dan berlari keluar menuju ke ruang tamu.
“Kyra... ?! Akhirnya kau kembali.”ucap lelaki itu.
__ADS_1
“Kak Mark...”jawab Kyra lalu memeluk kakaknya itu.
Mark ikut bergabung dan mengobrol dengan mereka semua di sana dan suara mereka terdengar semakin berisik yang terdengar hingga ke kamar orang tua mereka.
“Kenapa ramai sekali di luar ? Siapa yang datang ?”gumam ibunya Kyra. Dia pun keluar kamar dan menuju ke ruang tamu. Betapa terkejutnya dia melihat putrinya pulang setelah berbulan-bulan menghilang.
“Kyra... ?!”ucap wanita itu terkejut.
“Ibu...”jawab Kyra lebih terkejut menatap ibunya dan di belakang ibunya berdiri ayahnya yang mengikuti wanita itu keluar kamar.
“Dasar kau anak tak tahu di untung. Masih berani pulang kesini kau rupanya ?!”ucap ayah Kyra terlihat marah dan menghampiri Kyra.
“Ayah... a-aku hanya mampir saja ke sini dan akan segera kembali.”jawab Kyra terlihat takut menatap ayahnya.
Lelaki itu kemudian menghampiri putrinya dan menariknya berdiri. Dia menatap Kyra dengan penuh amarah karena mempersulit dirinya menyebabkan dirinya harus membayar hutang pada tuan tanah Arkana.
“Kau ini... masih belum puas membuat ayah menderita karena mu ?”ucap lelaki itu dengan nada marah.
Ayahnya Kyra terlihat kalap dan dia Mengayunkan tangannya dan mengarahkan ke wajah Kyra.
Alden yang berada dekat dengan Kyra setelah berdiri dan memegang tangan ayahnya Kyra.
“Tolong jangan pukul Kyra. Seorang lagi tak pantas memukul wanita.”ucap Alden membela Kyra.
Kyra yang memejamkan mata dan pasrah membuka matanya saat tidak merasakan tamparan keras di pipinya.
“Kau siapa berani ikut campur urusan keluarga ku !”bentak Watson dan kembali melayangkan tangannya akan memukul Alden.
“Ayah... hentikan jangan pukul dia !”teriak Kyra menghalangi ayahnya sambil memegang tangan ayahnya.
Lelaki itu terlihat semakin marah dan menarik tangannya dengan keras hingga terlepas dari tangan Alden dan Kyra. Dia kembali melayangkan tangannya dan akan memukul Kyra.
“Ayah hentikan... !”teriak Larry segera berdiri dan menghampiri ayahnya dan menahannya.
Ketiga saudara Kyra lainnya ikut berdiri dan menahan ayah mereka agar tidak lepas kendali.
Sementara Alden memegang tangan Kyra dan menariknya ke belakang tubuhnya untuk melindunginya.
Ayah Kyra semakin marah melihat semua anak lelakinya tidak berada di pihaknya dan malah membela Kyra.
__ADS_1
BERSAMBUNG....