Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 56 Naik Ke Bukit


__ADS_3

Ayah Kyra menatap semua anaknya dengan kesal dan mendorong mereka semua yang menghalanginya.


“bugh... !”empat saudara Kyra jatuh terjerembab ke lantai.


“Kalian semua anak tidak berbakti ! Tidak pernah menurut pada apa kata ayah mu ini !”ucap Watson marah dan menatap semua anaknya dengan tatapan marah.


Setelah bebas tak ada yang menghalangi dia pun kembali menghampiri Kyra.


“Anak muda... siapa kau ? Minggir !”ucap lelaki itu kembali melayangkan tangannya ke atas.


Watson menarik Kyra yang bersembunyi di belakang Alden dan mengarahkan pukulan padanya.


“bugh.... !”Alden mendorong Kyra hingga jatuh dan membuat dirinya menerima pukulan itu yang mengenai dadanya dan membuatnya ikut jatuh di sebelah Kyra.


“Alden.... ! Kau tak apa ?Maaf karena aku kau...jadi seperti ini.”ucap Kyra memegang tangan Alden dan menariknya berdiri.


“Watson yang masih marah kembali menghampiri Kyra dan menatap mereka berdua.


“Jangan bilang karena lelaki ini kau kabur dari pernikahan mu dengan tuan Arkana !”ucap lelaki itu.


“Bukan, Alden tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kejadian itu. Aku mengenal dia setelah kejadian itu.”jawab Kyra menjelaskan sambil memegang tangan Alden.


“Berani kau menjawab dan melawan ku !”ucap lelaki yang belum padam amarahnya dan kembali mengangkat tangannya.


“Cukup.... !”teriak ibunya Kyra menghampiri suaminya itu dan memegang tangannya.


Keempat saudara Kyra pun segera berdiri dan memegangi ayah mereka.


“Kyra bukan anak kecil lagi. Dia sudah bisa berpikir dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.”ucap ibunya Kyra lalu menarik suaminya masuk ke kamar.


Setelah keadaan tenang, mereka semua kembali duduk. Larry sebagai kakak tertua berpindah duduk di samping Alden.


“Oh... maaf atas perilaku ayahku yang seperti itu padamu. Kau jadi kena imbasnya.”ucap Larry aku minta maaf atas nama ayahnya pada Alden.


“Ya kak... tak apa, yang penting Kyra tidak kenapa-napa.”balas Alden menerima permintaan maaf dari saudara tertuanya Kyra.


Larry kemudian menjelaskan jika memang ayahnya selalu seperti itu pada mereka semua, dan Alden bisa memakluminya.

__ADS_1


Satu jam kemudian, Kyra menatap jam di tangannya dan dia bergeser mendekat pada Alden.


“Ayo kita pulang sekarang.”ucap Kyra berbisik mumpung belum terlalu malam.


“Kau yakin mau pulang sekarang ? Jam berapa nanti kita akan tiba di rumah ?”balas Alden memperkirakan waktu tiba mereka.


Kyra terus mendesak karena kejadian barusan, dan akhirnya Alden pun setuju untuk pulang.


“Kakak dan semuanya kami pamitan mau pulang dulu.”ucap Kyra berdiri bersama Alden dan berjalan menuju ke pintu.


Larry menetap saudara lainnya yang ternyata punya pemikiran sama dengannya. Dia pun menghentikan Alden karena dia tahu Kyra pasti menurut pada lelaki itu.


“Hari sudah malam, kalian akan tiba di Ottawa lewat tengah malam. Terus kami menghawatirkan kalian. Jadi lebih baik kalian berdua menginap dulu di sini dan baru besok pagi kembali.”ucap Larry menjelaskan panjang lebar.


Alden menatap Kyra kemudian berusaha menjelaskan partai gadis itu mengerti dan tak perlu khawatir lagi jika sesuatu kembali terjadi pada dirinya.


“Kyra... apa ya diucapkan kakakmu menurutku benar adanya. Besok kan hari Minggu, jadi tak ada salah nya Kita menginap sampai malam di sini.”ucap Alden menjelaskan.


“Tapi... aku takut ayah ku akan kembali marah pada ku. Selain itu bagaimana dengan usaha mu di rumah ?”balas Kyra menyampaikan kekhawatirannya pada Alden.


“Masalah yang di rumah beres, kan ada Bram yang bisa menghandle-nya nanti aku akan meneleponnya. Dan kau tak perlu khawatir dengan ayah mu. Kurasa semua saudaramu ada di pihak mu.”jawab Alden sambil memegang lengan Kyra.


Karena sudah malam akhirnya Kyra masuk ke kamar tidurnya. Sedangkan Alden menginap di kamar Joey.


Di dalam kamar Joey, terlihat dia mengobrol dengan Alden.


“Aku tahu kau seusia dengan ku tapi aku yakin kau bisa menjaga kakakku. Jangan sampai kau mengecewakan dia. Jika sampai hal itu terjadi maka aku yang pertama kali akan turun tangan menghajar mu.”ucap Joey dengan lembut memberikan ancaman pada Alden.


“Tenang saja... jika itu sampai terjadi kau boleh menghajar ku.”jawab Alden tidur di kursi di kamar Alden. Dan mereka berdua kembali mengobrol hingga lelah dan tertidur.


Pagi hari Alden alias sudah rapi dan bersih. Dia duduk di ruang tamu berpapasan dengan Kyra yang baru selesai mandi.


“Nanti setelah sarapan pagi kita akan kembali.”ucap Kyra berhenti sebentar sambil mengeringkan handuknya menatap Alden.


“Sebelum kita kembali maukah kau mengantarku melihat-lihat di sana sekitar sini ?”ucap Alden berdiri dan menghampiri Kyra dengan merajut.


“Kau ini... selalu saja merajut untuk membuat ku mengabulkan permintaan mu. Baiklah tapi sebentar saja. Tunggu sebentar aku ganti baju dulu.”balas Kyra menyingkirkan tangan Alden dari pinggangnya dan menyentuh pipi Alden.

__ADS_1


Lima menit kemudian Kyra keluar dari kamar dan menghampiri Alden yang sudah tampak tak sabar menunggunya.


“Ayo pergi... aku akan mengajak mu ke bukit di dekat sini saja.”ucap Kyra berjalan keluar rumah sambil menarik tangan Alden.


“klak...”Joey keluar dari kamar dan melihat mereka berdua menutup pintu rumah.


“Kemana mereka berdua pergi ? Aku masih sedikit tidak percaya pada lelaki itu.”gumam Joey. Dia pun perjalanan mengikuti kedua orang itu tanpa sepengetahuan mereka.


Kyra melewati jalan setapak yang di dekat rumah menuju ke bukit. Mereka melewati sungai kecil dan bebatuan besar sebelum sampai ke bukit.


“Kita sudah sampai.”ucap Kyra berhenti di depan bukit dan berdiri menata bukit yang ada di depannya itu.


Alden berhenti dan berdiri di samping Kyra. Dia menetap ke atas kemudian beralih menatap pemandangan di sekitarnya.


“Pemandangan di sini indah sekali. Sepertinya akan lebih indah lagi jika dilihat dari atas bukit. Ayo kita naik.”ucap Alden menarik tangan Kyra dan mengajaknya naik ke bukit.


Namun Kyra melepas tangannya dan memilih untuk tetap di bawah.


“Aku sudah berulang kali naik ke sini sejak aku masih kecil dulu. Kau saja yang naik, aku akan menunggumu di sini.”balas Kyra dan langsung duduk mencari tempat yang nyaman untuk duduk.


Alden naik sendiri ke bukit. Dia merasa baru pertama kali ini pergi ke tempat seperti itu.


“Kyra... I love you so much... !”teriak Alden dengan kencang dan membuat suaranya menggema kemana-mana.


“tsk...apa yang dia ucapkan, membuat ku malu saja. Untungnya tak ada yang mendengarnya selain aku di sini.”gumam Kyra merasa lelaki itu melakukan hal yang menurutnya konyol namun bisa membuatnya tersenyum.


Langit tiba-tiba gelap dan gerimis mulai turun. Kyra pun berdiri dan kembali menata ke arah Bukit tempat Alden tadi naik.


“Alden... cepat kembali sebelum hujannya bertambah lebat !”teriak Kyra memanggil dari bawah.


“Ya... aku turun sekarang.”jawab Alden berteriak.


Hujan semakin bertambah deras dalam waktu hitungan menit dan membuat jalanan di sekitar bukit menjadi becek dan licin.


“Argh... !”Di saat Alden turun, dia menginjak jalanan yang licin dan membuatnya terpeleset jatuh menuruni bukit dan membuat tubuhnya terus tergelincir.


“Alden.... !”teriak Kyra melihat lagi itu meluncur jatuh dari atas. Dia berusaha menggapai tangan Alden, namun lelaki itu meluncur dengan cepat dan terus meluncur hingga jatuh ke sebuah sungai.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


Hari ini akan di pilih satu commet dari pembaca yang beruntung ya. 😉


__ADS_2