Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 121 Christine Penasaran


__ADS_3

Christine masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Bahkan saat di dalam kantor gadis itu menarik Gavin dan membawanya duduk sama dengan dirinya di kursi lain.


“Christine apa yang kau lakukan ?” Gavin di paksa duduk di samping Christine dan ia pun berdiri, untuk pindah ke kursi kerjanya. “Gavin duduklah di sini, sebentar saja.” Christine menarik tangan Gavin dan menahannya tetap berada di sampingnya.


“Benar-benar merepotkan sekali. Tapi aku juga tidak boleh terlalu keras padanya, atau dia akan tahu jika ingatan ku telah pulih.” Gavin terpaksa menuruti permintaan gadis itu dan duduk di sampingnya.


Karena memang dasarnya ia tak suka pada gadis itu, maka ia menggeser duduknya sedikit menjauh dari Christine.


“Sepertinya Gavin malu-malu padaku. Jadi sebaiknya aku saja yang memulainya terlebih dulu.” Christine yang keras kepala kembali menempel dan lengket pada Gavin.


Christine menyandarkan bahunya pada Gavin sambil memegang lengannya.


“Maaf aku masih sibuk, nona. Ibu ku memberikan banyak tugas untukku.” Gavin menyingkirkan tangan Christine. “Please, minimal jangan panggil aku nona, kita ini bertunangan.” jawab Christine dengan mata sayu.


Gavin tak kuasa melihat tunangannya itu hampir menangis dan terpaksa ia pun membiarkan gadis itu kembali memegang lengannya.


“Baiklah lebih baik aku diam saja. Terserah dia mau apa.”


Christine tersenyum dalam hati karena aktingnya berhasil. Baginya Gavin yang sekarang lebih pengertian daripada yang dulu.


“kring...kring...” suara ponsel Gavin yang kembali berdering dan semakin nyaring. Ia pun berdiri untuk mengambil ponselnya di laci meja kerja.


“Tunggu, biar aku saja yang mengambilkannya untukmu.” Christine menarik tangan Alden dan membuatnya duduk kembali.


“Tidak... astaga ! mungkin saja itu Kyra. Aku belum menghubunginya dari kemarin. Gawat, Christine tidak boleh tahu itu.” Gavin kembali berdiri dan bersikeras akan mengambil ponselnya.


Karena Gavin bersikeras,maka Christine pun meraih apa saja yang bisa ia raih, dan menarik dasi Gavin sekencang mungkin.

__ADS_1


“Ahh...! Gavin itu...!” teriak Christine terkejut saat melihat tanda merah di dada Gavin saat kemejanya tersingkap sedikit ke bawah. “****... ! Ini kiss mark Kyra.” Gavin segera menarik dasinya dan merapatkannya lagi kemudian berjalan cepat menuju ke meja kerja.


“20 miss call dari Kyra ? Dia pasti marah padaku.” Gavin melihat report di ponselnya. “Kenapa di saat seperti ini ada dia ?” melirik ke arah Christine.


Ia kembali menatap ponselnya yang kembali berdering dan dalam dilema. Betapa tidak, jika ia tak mengangkatnya maka kekasihnya itu pun akan kembali marah padanya. Namun jika ia mengangkatnya Christine pasti akan tahu.


Kyra sayang, aku masih ada kerjaan. Maaf aku belum sempat mengabari mu jika aku sudah sampai. Nanti aku akan menghubungi mu. Tanda cinta dari mu masih melekat di tubuhku dan aku merasa seperti berada bersamamu.


Gavin menulis pesan dan segera mengirimnya pada Kyra. Namun ternyata satu menit setelahnya kekasihnya itu kembali meneleponnya.


“Ah **** !” Gavin berdiri kemudian berbalik dan berhenti di dekat Christine. “Maaf aku tinggal sebentar. Aku akan kembali lagi.” bicara pada tunangannya lalu pencarian keluar kantor untuk menerima telepon dari Kyra.


Christine hanya bisa dan menatap punggung Gavin keluar kantor.


“Tanda merah di dada Gavin tadi itu...alergi ataukah yang lain ?” kembali memikirkan apa yang baru saja dilihatnya. “Tapi kenapa itu hampir mirip dengan kiss mark ?” kembali menebak.


“Apa mungkin Gavin mempunyai kekasih baru ? Tapi itu non sense !” gumam Christine tak mempercayai ucapannya sendiri. Karena baginya tak mungkin tunangannya itu baru kembali beberapa waktu ke rumah, dalam keadaan amnesia, di kurung juga. Bagaimana mungkin dia bisa mempunyai kekasih ?


Gadis itu terlihat syok dan entah kenapa dia mempunyai bad feeling.


“Aku tidak yakin akan hal itu. lebih baik aku mencari tahu.” Christine terdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan keluar kantor. “Dimana Gavin ?” melihat ke sekitar untuk mencari keberadaan tunangannya itu.


“Dia ada di sana rupanya.” Christine menemukan Gavin ada di bawah tangga dan sedang berbicara di telepon. Ia pun berjalan pelan menuju ke sana.


Seperti yang Gavin duga, kekasihnya itu mengomeli dia panjang dan lebar.


“Kenapa dia jadi sering marah seperti ini. Ku kira setelah semalam dia akan lebih lembut padaku daripada biasanya nyatanya malah lebih parah dari sebelumnya.” Gavin masih dia mendengarkan semua omelan dari Kyra untuknya. Ia pun fokus bicara dengan gadisnya dan tidak terlalu memperhatikan sekitar.

__ADS_1


“Kyra sayang... aku benar-benar minta maaf padamu. Aku sudah Jelaskan padamu seperti apa posisiku.” Gavin mencoba meredakan amarah kekasihnya namun tetap saja mengomel panjang lebar. “Aku akan mencari cara agar bisa menemui mu kembali dan kita... kita akan menghabiskan malam bersama lagi.” Kyra seketika terdiam mendengar jawaban sekaligus rayuan dari Gavin.


Tanpa ia sadari Christine saat ini berdiri 50 cm dari tempatnya berada saat ini.


“****... sejak kapan dia berdiri di sana ?” Gavin terkejut saat menoleh ke samping dan mendapati Christine ada di sana.


“Ehm...nanti kita sambung lagi. Aku masih ada urusan.” ucap Gavin pada Kyra. “klik.” mematikan panggilan dan terpaksa Memotong pembicaraan mereka yang belum selesai.


“Christine ada apa mengikuti ku kemari ?” Gavin membalik badan sambil memasukkan ponselnya ke saku baju.


“Siapa yang menelepon mu ?” tanya Christine penasaran dan mendekat. “Ini...” Gavin berpikir mencari alasan. “Teman dekat.” jawabnya singkat. “Ayo masuk kembali.” berjalan masuk ke kantor.


Christine diam tak menjawab dan berjalan mengikuti tunangannya itu masuk ke kantor.


“Siapa sebenarnya yang menelepon Gavin ? Teman dia bilang ? Darimana dia mendapatkan teman ?” gumam Christine lirih berpikir karena masih penasaran dengan siapa penelepon tadi hingga tunangannya itu harus merahasiakannya dari dirinya, menerima panggilan itu di luar dan panggilan segala berakhir setelah ia sampai di sana.


“Apa mungkin itu seorang gadis ? Apa itu salah satu gadis yang Ya sudah menemukan Gavin dan mencoba untuk menghubunginya ?” Christine kembali shock dan tubuhnya sedikit gemetar hanya dengan memikirkannya saja.


“Christine kenapa masih berdiri di sana, ayo duduk dan kita lanjutkan pembicaraan kita.” Gavin memanggil tunangannya yang masih berdiri di depan pintu. “Ah ya.” jawabnya singkat kemudian duduk di kursi di samping Gavin.


Di lain tempat. Di kantor Kyra.


Terlihat gadis itu keluar dari toilet setelah mencuci muka dan membersihkan tangannya.


“Alden sialan kau ! Setelah kau kembali ke sana dan ingatanmu pulih kau menjadi sedikit brengsek dan menyebalkan ! Kau bertindak sesukamu sendiri !” umpat Kyra terus memaki lelakinya itu dan merasa kesal padanya karena memutus panggilan dengan paksa. “Aku tak akan memaafkan mu !” memasukkan ponselnya dengan kasar ke dalam tas lalu berjalan masuk kembali ke ruangan tempatnya bekerja.


Sementara Christine tak percaya begitu saja pada apa yang diucapkan oleh Gavin dan dia berniat mencari tahu.

__ADS_1


__ADS_2