Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 64 Mendekorasi Outlet


__ADS_3

Victoria memutar ulang tayangan rekaman CCTV di depannya dan melihatnya dengan hati-hati.


“Dia menyamarkan dirinya dengan memakai topi dan kacamata.”gumam wanita itu bisa mengetahui penyamaran Gavin dengan mudah.


Victoria kembali memutar tayangan dan milenial sampai akhir, namun tayangan itu hanya menampilkan rekaman sampai di depan Cleveland saja.


“Ahh... sayang sekali rekamannya berhenti sampai di sini saja. Dan setelah di luar tidak tahu dia pergi ke mana !” ucap Victoria kesal dan sangat menyayangkan rekaman yang tidak lengkap itu.


“James... !”panggil wanita itu berteriak dan berbalik menghadap ke pintu.


“tap-tap-tap...”seorang lagi sekali berlari dengan cepat menuju ke ruangan begitu mendengar namanya dipanggil.


“Ya nyonya, apa ada tugas untukku ?”ucap lelaki itu menghadap atasannya.


“Dari rekaman CCTV ini pada kemungkinan Gavin menginap atau tinggal di kota Cleveland. Coba cari dan sisir seisi Cleveland untuk mencarinya !”ucap wanita itu memberi perintah.


“Siap, baik nyonya. Perintah segera dilaksanakan.”jawab lelaki yang merupakan body guard tadi dan segera keluar dari ruangan, langsung bergerak menjalankan tugasnya.


Dari luar ruangan, Matthew ayahnya Gavin lewat dan tak sengaja mendengar apa yang barusan diucapkan oleh istrinya.


“Jadi Gavin ada kemungkinan tinggal di Cleveland ? Lalu kenapa dia mencarinya sekarang ? Apa mungkin Victoria akan melakukan suatu hal lagi pada Gavin.”batin Matthew mempunyai firasat buruk akan hal itu.


“Jika begitu sebelum Victoria menemukan Gavin, aku harus terlebih dulu menemukannya. Baiklah aku akan mencarinya di Cleveland juga, kalau daerah lain sampai ke ujung sekalipun.”gumam ayahnya Gavin kemudian segera berjalan menuju ke ruangannya sebelum istrinya mengetahui jika dirinya mendengar perkataannya.


Di ruangannya Matthew juga memanggil beberapa bodyguard.


“Tugas kalian adalah mencari tuan muda di sekitar Cleveland sebelum utusan nyonya menemukannya. Dan ingat jangan sampai ada yang mengetahui pergerakan kalian. Satu lagi jika di tempat itu kalian tidak menemukannya maka terus cari hingga ke tempat lain.”ucap lelaki itu memberikan pengarahan panjang lebar pada utusannya.


“Siap tuan !”jawab sepuluh orang lagi ada di ruangan itu.


Setelah mendapatkan perintah dan tak ada lagi yang perlu disampaikan, mereka semua keluar dari rumah itu mulai bergerak tanpa sepengetahuan body guard lainnya.


“Utusan nyonya barusan keluar kira-kira 30 menit yang lalu, jadi apa kita keluar sekarang juga ?”ucap Andy, salah satu bodyguard bertanya pada rekannya.


“Tidak perlu, nanti setelah mereka kembali saja baru kita bergerak.”balas rekannya menyarankan. Dan tak lama setelahnya mereka semua bubar dan akan kembali berkumpul setelah menerima kode.

__ADS_1


Sore hari Kyra pulang dari kantor. Gadis itu pulang satu jam lebih awal dari jam biasanya pulang. Dia sempat menelepon Alden mengabari jika dia sudah pulang namun lelaki itu tak mengangkat teleponnya.


“Mungkin Alden sangat repot sekali jadi lebih baik aku naik taksi saja.”gumam Kyra berjalan menuju ke jalan raya dan menunggu taksi lewat.


“Tak--...”Kyra akan memanggil taksi dan menoleh ke samping.


“din... !”suara klakson motor Alden menyeberang jalan dan berhenti tepat di samping Kyra.


Kyra membatalkan memanggil taksi dan berjalan menghampiri Alden.


“Aku pikir kau sibuk karena tidak menjawab panggilan ku tadi.”ucap Kyra tersenyum kecil mengambil helm yang dipegang oleh Alden.


“Ya maaf aku tidak mendengar panggilan mu karena ramai, tapi aku membaca pesan mu.”balas Alden sambil menoleh ke belakang jok motor dengan bahasa tubuhnya.


Kyra menangkap maksud bahasa tubuh Alden jika dia masih ada urusan yang belum di selesaikan nya dan segera duduk di motor.


“broom...”motor melaju di jalanan dan berhenti di salah satu swalayan dimana stand nya akan buka minggu depan.


“Apa ada yang mau kau kerjakan di sini ?”ucap Kyra Setelah turun dari motor dan berjalan mengikuti Alden.


Mereka berdua kemudian tiba di outlet tempat Alden yang ada di bagian food court di lantai dua.


Kyra berjalan melihat-lihat outlet di sekitar Alden dan mereka outlet Aldan yang masih kosong dan berantakan.


“Klang....”Alden menata beberapa barang.


Kyra yang saat ini duduk dan memang diminta oleh Alden untuk duduk diam saja melihatnya, tak tahan melihat ruangan yang berantakan.


Gadis itu berdiri dan membantu menata ruangan yang berantakan itu.


“Sudah ku bilang kau duduk saja dan melihatku. Sebentar lagi akan selesai.”ucap Alden saat melihat Kyra membereskan tempatnya.


“Ya dua orang akan lebih cepat dalam mengerjakan sesuatu daripada satu orang, kan ?”jawab Kyra bersikeras membantu.


Selesai berberes dan merapikan tempat Alden, Kyra juga memasang spanduk yang masih tergeletak di meja udah sama sekali belum disentuh oleh Alden.

__ADS_1


“Selesai...”gumam Kyra sebentar senyum lebar menatap spanduk yang sudah selesai dia pasang.


Kyra melihat kembali apa yang menurutnya kurang dan dia pun mendekorasi tempat itu sedemikian rupa.


Satu jam kemudian Kyra selesai mendekorasi tempat itu. Dia pun menghampiri Alden yang masih sibuk menata beberapa etalase.


“Bagaimana menurutmu dekorasi ku ini apa ada yang kurang pas ?”ucap Kyra sambil menepuk bahu Alden.


Alden berbalik dan menatap hasil dekorasi Kyra. Dia diam sejenak dan memberikan penilaian.


“Aku rasa bunga itu tak pantas di taruh di sana dan lebih baik ditaruh di bagian itu.”balas Alden setelah menemukan satu hal yang menurutnya kurang pas.


“Hmm... jadi menurutmu begitu. Baiklah aku akan memindahnya sekarang.”balas Kyra kemudian mengambil vas bunga dan memindahnya ke tempat yang ditunjuk oleh Alden.


“Sudah hampir malam sebaiknya kita segera pulang.”ucap Alden sudah selesai menata beberapa barang.


“Ayo.”jawab Kyra singkat kemudian segera berjalan keluar swalayan.


Di tengah jalan Alden menanyakan pada Kyra bagaimana hari pertamanya membantu reporter bekerja di lapangan.


“Ya... kau tahu aku lelah membantu reporter dan hal itu membuatku tak ingin menjadi reporter. Selain itu kerjanya ribet dan panjang. Aku juga membawa bahan pulang untuk dikerjakan di rumah. Yah dan jujur saja aku sedikit pusing...”jawab Kyra menjelaskan panjang lebar dan mengungkapkan keluh kesahnya pada Alden.


Alden hanya tersenyum kecil saja mendengarkan apa yang diceritakan oleh kakasihnya itu dan sama sekali menanggapinya.


“huh... rupanya dia belum bohong Jika dia akan membantuku nyatanya dia sama sekali tak merespon ceritaku.”batin Kyra kecewa namun dia juga tak berani memaksa melihat kerajaan Alden yang menumpuk.


Mereka berdua akhirnya tiba di rumah. Setelah selesai makan malam, Kyra segera mengerjakan tugas yang dia bawa dari kantor. Sementara Alden sibuk di dapur menyiapkan bahan yang semakin hari semakin bertambah jumlahnya.


“Ooh... aku belum selesai mengerjakannya, aku harus tetap terjaga sampai semua ini selesai.”ucap Kyra mulai merasa mengantuk di tengah dia mengerjakan tugas dan tertidur.


Alden keluar dari dapur dan berhenti di tengah jalan saat melihat Kyra yang duduk di atas karpet dan ketiduran dalam posisi duduk.


“Oups... hampir saja !”Alden menangkap Kyra yang hampir jatuh dan segera duduk di sampingnya lalu menyandarkan gadis itu pada bahunya.


Alden mengambil kertas yang dipegang oleh Kyra. Dia membacanya sejenak kemudian melanjutkan tugas yang belum selesai itu sambil memutar beberapa rekaman.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2