Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 116 Sampai Di Rumah


__ADS_3

Gavin duduk di pesawat dengan tujuan ke Ottawa. Ia bersandar ke kursi dengan tenang sambil berpikir dan menyusun kata untuk menghadapi amarah Kyra nanti. Ia tak sabar untuk segera sampai dan bertemu dengan kekasihnya.


Di Ottawa Kyra duduk di tempat tidur sambil memegang ponselnya yang barusan ia aktifkan.


“Dasar lelaki ! Dia juga tidak menghubungiku setelah tadi siang sampai saat ini. Aku benar-benar ingin memukulnya nanti jika saja bertemu.” ucap Kyra bersungut-sungut melihat tak ada pesan maupun panggilan yang masuk dari Alden untuk dirinya.


“Bugh... !” Kyra yang masih merasa jengkel dan kesal membanting ponselnya ke meja begitu saja. Ia pun kemudian membanting tubuhnya dengan keras ke tempat tidur.


“Alden aku benci dirimu.” Kyra duduk dan memukul batalnya dengan keras.


Tiga puluh menit kemudian Alden tiba di airport Ottawa. Ia menaiki taksi menuju ke rumah.

__ADS_1


“Akhirnya sampai juga.” Alden turun dari taksi dan menyerahkan beberapa lembar uang pada driver. Ia pun berjalan menuju ke pintu dan mengeluarkan kunci pintu rumah itu yang masih ia simpan dengan rapi dan selalu ia bawa kemanapun pergi.


“klik...” Alden memutar kunci dan pintu terbuka. Ia menutup kembali pintu setelah masuk ke rumah dan menguncinya.


“Mungkin dia sudah tidur.” Alden melihat rumah dalam kondisi sepi tak ada suara sama sekali. Ia nanti sebentar di depan kamarnya sebelum masuk ke kamar Kyra.” Berapa lama aku sudah tidak tidur di sini ?” membuka pintu kamarnya kemudian menutupnya kembali.


Dari dalam kamar Kyra yang memejamkan mata namun ternyata belum tidur mendengar suara langkah kaki di sekitar kamarnya.


“huft...meskipun tidak mahir tapi aku belajar karate sampai mendapat sabuk cokelat, itu sudah cukup untuk menghajar seorang pencuri.” Kyra berjalan tanpa bersuara dan mencari sesuatu yang bisa ia pakai sebagai senjata. Ia menemukan stik baseball di meja dan mengambilnya.


Alden berhenti di depan pintu dan memutar handle. Tepat di saat dia membuka pintu Kyra mengayunkan stik di tangannya.

__ADS_1


“Argh....tunggu ! Jangan pukul ! Kyra ini aku !” Alden berteriak dengan kencang sambil mengangkat tangan untuk melindungi dirinya.


“Klang !” Kyra tak kalah terkejutnya dengan Alden. Ia pun menjatuhkan stik yang ia pegang ke lantai. “Alden... kau-kau benar-benar mengagetkan diriku saja.” ucapnya sambil menutup bibirnya tak percaya pada apa yang dilihatnya. “Kau benar-benar seperti maling saja, masuk tanpa permisi.” sambungnya dengan bibir mengerucut dan terus mengomel.


“Gadis ini apa dia tidak rindu padaku ? Dia tak berhenti mengomel selama 5 menit sudah.” Gavin melirik jam yang melingkar di tangannya.


Kyra merasa senang dalam hati melihat kekasihnya pulang, namun ia masih kesal pada pria itu.


“Kyra... aku rindu padamu.” Alden memegang tangan Kyra dan menariknya dalam pelukannya. “Aku benar-benar rindu pada mu.” mempererat pelukan.


“Lepaskan aku ! Kau masih ingat rumah ini rupanya. Kenapa pulang ? Tidak bersenang-senang saja dengan tunangan mu itu ! Dia cantik, kaya, seksi, lebih muda dari ku, pantas dengan mu !” Kyra mengeluarkan semua isi hatinya sambil mendorong tubuh Alden dengan keras.

__ADS_1


“Sayang dengarkan aku. Beri aku kesempatan untuk bicara. Aku akan jelaskan semuanya pada mu.” Alden meraih kembali Kyra dalam pelukannya. “Pergi !” Kyra mendorong lagi Alden dengan lebih keras.


__ADS_2