Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 76 Mengukuti Alden


__ADS_3

Malam harinya di rumah, terlihat Kyra sedang duduk bersama Alden di kursi. Dia membawa alat perekam dan melakukan interview dengan Alden.


“Kau sudah siap, kita mulai interviewnya sekarang.”ucap Kyra menatap Alden sambil mengambil alat perekam dan mulai merekam saat Alden mengangguk.


“Tuan Alden bisakah anda memberitahukan bagaimana awal mula merintis usaha anda yang saat ini sedang populer ?”ucap Kyra mencoba untuk serius karena baginya susah saat melihat Alden yang sedari tadi tersenyum.


“Ya nona... semua berawal dari pertemuan ku dengan seorang gadis dan dia...”Kyra memotong ucapan Alden dengan segera.


“Kurasa kau tak perlu menceritakan hal itu, langsung saja ke intinya.”ucap Kyra tak ingin dirinya disebut dalam artikel yang terbit nanti sambil mematikan rekaman.


Kyra berbisik lirih di telinga Alden sebelum mulai merekam lagi.


“Kali ini serius, jangan melebar topiknya dan jangan tersenyum terus dari tadi. Jika tidak, maka Aku akan memberimu hukuman karena membuat ku lelah mengulangi interview dari tadi.”ucap Kyra berbisik lirih di telinga Alden dengan mengancamnya.


Alden balas mendekat dan berbisik lirih di telinga Kyra.


“Maka aku penasaran apa hukuman mu dan aku menunggunya.”balas Alden malah menantang.


“Klik... !”Kyra segera menyalakan rekaman agar lelaki itu serius dan tidak bercanda sendiri tadi.


“Tuan Alden... bagaimana anda tiba-tiba punya ide untuk membuat menu itu yang saat ini menjadi populer ?”ucap Kyra kembali bertanya melanjutkan interviewnya.


Kali ini Alden terlihat lebih serius dan mengurangi senyumnya.


“Saat itu aku selalu mencium aroma harum dari fried potato, maka aku memutuskan untuk membuatnya.”balas Alden menjelaskan dan menahan senyumnya.


Kyra melanjutkan interview dan mengajukan pertanyaan berikutnya, sedangkan Alden menjawabnya dengan lancar. Hingga pada tengah sesi interview, Alden diam tak menjawabnya.


“Apakah tuan Alden berkenan memberitahukan sedikit resep menu itu ?”ucap Kyra masih memegang alat perekam yang masih menyala.


“klik... !”Alden merebut alat perekam dari tangan Kyra dan mematikannya.

__ADS_1


“Alden... apa yang kau lakukan ?”ucap Kyra terlihat kesal dan mengambil kembali alat perekam itu dari tangan.


“Nona reporter tentu saja aku tidak bisa memberitahukan resep itu. Bukankah kau tahu bagaimana kode etik reporter ?”jawab Alden malah menarik Kyra mendekat ke sisinya.


“Alden... kau ini bagaimana, tinggal sedikit lagi dan kita lanjutkan interview ini agar segala selesai dan kita bisa beristirahat.”ucap Kyra terlihat mulai marah.


Alden tak memperdulikan amarah Kyra, dia pun menyentuh pipi Kyra dan segera mencium bibirnya untuk meredakan emosi kekasihnya.


“Berikan saja kertas dan pen milikmu padaku, dan tak perlu melanjutkan interview tadi.”ucap Alden setelah mengakhiri ciuman mereka.


Kyra mengambilkan kertas dan juga bolpoin kemudian menyerahkannya pada Alden.


Alden dengan cepat menulis apa saja jawaban yang tadi ditanyakan oleh Kyra padanya dan menambahkan semua jawaban yang seharusnya masuk dalam pertanyaan untuk dirinya.


Satu minggu berlalu dan hari ini tepat merupakan di mana semua obat Alden yang berada di luar kota buka.


Alden pergi seorang diri ke kota Cardinal untuk membuka secara resmi outletnya di beberapa tempat.


Dari luar swalayan terlihat mobil metalik berhenti di depan swalayan. Seorang lelaki turun dari dalamnya dan tampak sedang menelepon dan melakukan percakapan dengan seseorang.


“Bagaimana bos, kita sudah memberikan kelonggaran waktu selama tiga hari pada tuan muda, kapan kita akan menangkapnya ?”ucap seorang lelaki berkacamata dan berbaju hitam menatap lurus ke arah Swalayan.


“Santai... kita istirahat dulu di kota ini selama beberapa hari, lagian target sudah ditemukan dan tak mungkin lolos dari kita.”jawab seseorang dari telepon.


“Baiklah ketua, jika begitu aku akan kembali sekarang dan menunggu perintah selanjutnya dari ketua.”balas lelaki itu.


Setelah panggilan berakhir dia pun kembali masuk ke mobil metalik dan tak lama setelahnya mobil itu meluncur dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.


Sementara itu bertepatan dengan grand opening outlet Alden di tiga kota, saat ini Crown Media menerbitkan surat kabar dengan mengusung tema perjuangan hidup seseorang dari nol menjadi pebisnis yang menjadikan Alden sebagai pioneer perintis usaha anak muda yang memulai semuanya dari nol nol dan berharap edisi kali ini bisa menginspirasi banyak orang.


“Koran... koran... !”ucap seorang penjual koran di tepi jalan di sebuah perempatan kota menawarkan koran hari ini.

__ADS_1


“Ya, tolong aku satu saja.”ucap seorang lelaki yang berjalan di sepanjang jalan itu dan berhenti untuk membeli surat kabar.


Lelaki tadi membaca surat kabar dan terlihat terkesan dan termotivasi setelah membaca artikel yang mengulas tentang perjuangan hidup Alden.


Dalam sehari surat kabar yang bertajuk tentang perjuangan hidup Alden tersebar secara meluas di seluruh penjuru kota dan banyak yang membacanya sehingga membuatnya menjadi trending topic kali ini.


Secara tak sadar artikel itu selain memberikan motivasi bagi yang lainnya juga membuatnya semakin populer dan dikenal oleh orang dan banyak dari mereka yang mencari produk Alden.


Dua hari kemudian Setelah semua acara grand opening di outlet baru ramai dan sukses besar, Alden terlihat berangkat seperti biasa ke salah satu outlet yang ada di kota Ottawa.


“tap... tap... tap...”Alden turun dari motor kemudian masuk ke swalayan menuju ke outletnya berada.


“Bos kenapa masih masuk jika masih lelah setelah grand opening kemarin lusa ?”ucap salah satu pekerjaan dan yang melihat kedatangannya.


“Tidak... aku sama sekali tidak merasa lelah.”jawabnya singkat dan berhenti sebentar kemudian masuk ke ruang masak. Di dalam sana Alden tidak semua bahan yang ada saat ini untuk mencari apakah ada barang yang tidak layak konsumsi, juga mengecek persediaan stok bahan dan bumbu di sana.


“Ku rasa stoknya masih cukup untuk tiga hari ke depan dan tak ada bahan yang rusak di sini.”gumam Alden setelah selesai mengecek semuanya.


karena tak ada masalah di tempat itu dia pun memutuskan untuk keluar dari sana dan menuju ke outlet lainnya.


Di tengah jalan Alden melihat dari spion motornya sebuah mobil metalik.


“Tunggu... mobil metalik itu aku pernah melihatnya berhenti di dekat rumah, lalu aku juga melihatnya di depan Swalayan, dan sekarang aku melihatnya di jalanan. Apa dia mengikuti ku ?”batin Alden merasa di kuntit.


Tanpa menoleh ke belakang dia mempercepat laju motornya dan menyelip di tengah kendaraan besar. Namun mobil metalik tadi tetap bisa mengikutinya.


“Sial... apa tuan muda mengetahui kita ?”ucap seorang lelaki dari dalam mobil.


Dia pun meminta driver untuk mempercepat mobil dan terus mengikuti motor yang dikendarai Alden.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2