Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 50 Sepasang Cincin


__ADS_3

Alden memejamkan matanya saat melihat ingatan masa lalunya itu. Dia membuka matanya kembali saat mendengar suara yang memanggilnya.


“Tuan... tuan... cincin nya sudah jadi.”ucap penjaga stand tadi memberitahukan.


Alden seketika tersadar dan dia pun bergeser dan menghampiri penjaga stand tadi.


“Terima kasih tuan.”ucap Alden mengambilnya setelah membayarnya.


Alden menarik nafas panjang dan segera pergi dari sana karena dia teringat Kyra saat ini pasti sudah selesai belanja.


“tap-tap-tap...”Kyra yang sedari tadi menunggu Alden akhirnya berjalan mencari lelaki itu setelah beberapa menit menunggunya karena tak kunjung datang.


Alden berjalan dengan gontai setelah melihat kilasan ingatannya dan tangannya gemetar saat melihat kembali cincin yang di belinya untuk Kyra.


“Siapa gadis tadi ? Kenapa aku bilang memberi hadiah pertunangan padanya ? Apa aku memang sudah bertunangan ? Bagaimana ini...”batin Alden merasa bimbang akan memberikan cincin yang dibelinya tadi pada Kyra.


“Siapa aku sebenarnya... dan bagaimana status ku... ku harap aku tidak seperti pada apa yang ku lihat barusan.”ucap Alden terus melangkah dan menggenggam kotak perhiasan berisi cincin.


Kyra menoleh ke kanan dan menoleh ke kiri mencari Aden. Dia pun berhenti saat melihat sosok yang mirip dengan Alden.


“Alden... aku di sini !”ucap Kyra memanggil dari seberang yang berjarak tiga meter dari tempat lelaki itu berada, sambil melambaikan tangan.


Alden berbalik dan menatap Kyra. Dia pun berjalan menuju ke tempat Kyra berada. Tepat berada satu meter di depan Kyra, seorang anak kecil berlari dan menabrak nya.


“bugh.... !”kotak perhiasan yang Alden bawa jatuh.


“Maaf tuan... aku tidak sengaja.”ucap anak kecil tadi minta maaf.


“Ya tak apa...”jawab Alden singkat. Dia pun baru tersadar saat melihat tangannya yang tak lagi memegang kotak perhiasan nya.


Alden kembali berjalan dan mencari sepasang cincin yang terjatuh itu karena dia termasuk mengurungkan memberikan cincin itu pada Kyra.


Alden mengambil kotak perhiasannya, namun cincin itu tak lagi di sana.


“Gawat... aku harus segera menemukan cincinnya sebelum Kyra menemukannya.”batin Alden. Dia menunduk dan mencari cincin itu di bawah etalase karena mungkin saja ada di sana.


“puk...”Kyra menepuk lembut bahu Alden yang masih berjongkok mencari cincin.


“Apa ini yang kau cari ?”ucap Kyra menunjukkan dua cincin yang ditemukannya pada Alden.


“Ya... aku mencarinya.”balas Alden yang sebenarnya terkejut karena cincin itu berada di tangan Kyra namun dia mencoba tenang untuk menutupi keterkejutannya.


Kyra tak langsung mengembalikannya pada Alden. Dia melihat cincin di tangannya itu.

__ADS_1


“Oh ini kan... astaga ada nama ku terukir di sini.”pekik Kyra terkejut saat melihat namanya di salah satu cincin.


Alden berdiri dan tersenyum kecil di depan Kyra karena sudah tak mungkin baginya untuk menutupi hal itu dari Kyra.


“Ya Kyra...aku membelinya untukmu, sepasang dengan ku.”jawab Alden.


Kyra lalu menyerahkan cincin yang bertuliskan nama Alden padanya. Dia lalu memegang jari manis Alden dan menyematkan cincin yang bertuliskan namanya.


Alden pun balas memegang jari manis Kyra dan menyematkan cincin yang bertuliskan namanya di jari manis gadis itu.


“Aku tak menyangka kau manis sekali.”ucap Kyra merasa senang melihat cincin yang sudah terpasang di jari manisnya.


Kyra menarik Alden yang tampak diam menuju ke kasir untuk membayar barang belanjaan mereka.


“Kau periksa dulu, apa ada yang terlupa ? Atau ada sesuatu yang ingin kau beli ?”tanya Kyra menatap Alden yang mendorong troli sebelum mereka sampai di kasir.


Alden melihat kembali barang-barang yang sudah Kyra masukkan ke troli.


“Tidak ada kak...”jawabnya singkat dan kembali mendorong troli menuju ke kasir.


Kyra segera membayar dan menyikut lengan Alden karena kembali memanggilnya dengan sebutan kakak.


“Ahh... aku lupa...maaf.”jawab Alden baru tersadar mengucapkan kata itu karena sudah kebiasaan sebelumnya memanggil seperti itu.


Kyra dan Alden berjalan keluar dari swalayan dan naik ke motor menuju ke rumah.


Di tengah jalan Alden sedikit tidak fokus dan dia baru tersadar setelah mendengar bunyi klakson yang nyaring.


“diiin.... !”


“Alden... awas.... ada mobil melintas di depan mu !”ucap Kyra sambil menepuk bahu Alden keras.


“Ckiit.... !”Alden seketika menginjak rem dan motor berhenti.


“huft... nyaris saja...”ucap Alden sambil nafas dalam-dalam karena hampir saja tertabrak motor.


“Alden... apa yang kau pikirkan ?. Kenapa kau melamun ?”tanya Kyra.


“Tidak ada... mungkin aku hanya kelelahan saja.”balas Alden singkat.


Di saat lelaki itu akan kembali menjalankan motornya, dari seberang jalan dia melihat seseorang pengendara motor yang helmnya jatuh.


“dung...”suara helm menggelinding di jalanan.

__ADS_1


Tiba-tiba Alden kembali melihat bayangan dalam pikirannya. Lelaki itu melihat dirinya sendiri sedang mengendarai sebuah mobil dan menyeberang jalan. Dia memotong jalan yang menyebabkan seorang pengendara motor jatuh ia tabrak.


“Hey... kau tidak punya mata ya ? mengendarai motor sembarangan saja !”ucapnya membuka kaca jendela mobil.


Pengendara motor yang jatuh tadi berdiri dan menghampirinya kemudian meminta kompensasi ganti rugi padanya.


“Kau bilang kau minta kompensasi padaku ? Kau lihat sendiri saja, motormu juga menggores mobil ku. Kira-kira apa kau sanggup menggantinya ?”ucapnya dengan marah lalu pergi meninggalkan pengendara motor tadi begitu saja.


“Argh.... !”ucap Alden sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


Mendengar rintihan Alden, Kyra menjadi khawatir padanya.


“Alden... ada apa ? Apa yang terjadi padamu ? Apa kau kembali mengingat sesuatu ?”tanya Kyra panik.


Alden mengangguk masih duduk di motor sambil memegang kepalanya.


“Apa kau masih bisa menyetir ?”tanya Kyra turun dari motor dan melihat kondisi Alden yang tak memungkinkan untuk mengendarai.


“Turun... biar aku yang menyetir kali ini.”ucap Kyra sambil memegang setir motor.


“Tapi... apa tidak apa ?”balas Alden menoleh menatap Kyra.


Alden baru turun dari motor setelah gadis itu menariknya. Kyra segera duduk di depan dan Alden duduk di belakang.


“Kau siap ? Pegangan yang erat.”ucap Kyra.


Gadis itu mengendarai motor dengan kecepatan tinggi di jalanan dan meyisip melewati celah di antara mobil dan kendaraan roda empat lainnya untuk menghindari kemacetan.


“Pelankan sedikit... apa tidak bahaya ?”ucap Alden mengeratkan pegangannya yang sebenarnya merasa takut karena gadis itu ternyata lebih lihai mengendarai motor daripada dirinya.


Alden hanya memejamkan mata saja saat merasa takut. Dan setibanya di rumah lelaki itu terlihat berkeringat dingin setelah turun dari motor.


Di dalam rumah Alden duduk di sofa dan menyandarkan bahunya di sana. Kyra duduk di sampingnya sambil memberikan segelas air mineral.


“Apa yang kau lihat dalam pikiran mu ?”ucap Kyra.


Alden kemudian memeluk Kyra dan menceritakan ingatan yang barusan di lihatnya.


“Aku takut... jika aku sebenarnya bukan orang baik. Aku juga belum tahu siapa diriku ? Bagaimana jika aku adalah seorang kepala penjahat ? Apakah kau masih mau bersamaku ?”


“Ssts... tenang Alden... itu hanya masa lalu mu. Bagaimanapun dirimu di masa lalu aku bisa menerimanya. Rasaku yang ada pada mu tidak akan pernah berubah ?”jawab Kyra sambil menepuk-nepuk bahu Alden untuk menenangkannya.


“Begini saja nanti malam aku akan membawa mu ke psikiater. Mungkin saja itu bisa membantumu memulihkan Ingatanmu.”balas Kyra kemudian melepas pelukannya.

__ADS_1


“Kau memang yang terbaik, sayang.”jawab Alden memegang tangan Kyra dan menyentuh pipinya. Alden kemudian mencium bibir Kyra.


BERSAMBUNG...


__ADS_2