
Beberapa hari setelahnya di pagi hari, Gavin sudah terlihat bersih berangkat ke kantor. Ia duduk di sebuah kursi sambil menatap ponselnya.
“Kyra... aku akan memberikan kejutan untukmu setelah ini. Tunggu aku.” melihat foto dirinya bersama Kyra saat mereka berdua liburan ke Cleveland. “Rasanya aku ingin pergi berlibur bersama denganmu lagi.” menyentuh foto Kyra yang tersenyum di ponselnya.
“tak-tak-tak...” Gavin seketika menelepon saya dan menguncinya saat mendengar ada suara seseorang yang menuju ke kamarnya.
“Ibu...” Gavin Memanggil nama wanita itu setelah pintu kamarnya terbuka.
“Kau sudah baikan ?” Victoria berjalan menghampiri Gavin dan menaruh tangannya di bahu anak lelakinya.
“Ya ibu. Ku rasa obat dari dokter Whale mujarab.” Gavin berbalik menatap ibunya.
__ADS_1
“Kenapa aku melihat tatapan matanya seperti berbeda daripada pertama kali datang ke sini ?” menatap mata Gavin dan mengamati. “Lebih tepatnya tatapan matanya sudah kembali seperti Gavin yang dulu.”
“Ada apa ibu menatapku seperti itu ?” tanya Gavin merasa wanita itu seolah sedang menyelidiki dirinya. “Tak ada sayang.” Victoria tersenyum kaku dan seketika menyentuh kepala Gavin untuk menyembunyikan kegugupannya.
Ia tak ingin anak lelakinya itu mengetahui jika dirinya punya rencana besar untuknya. Ia ingin seluruh aset keluarga Bailey yang merupakan peninggalan dari ayahnya bisa berpindah tangan pada dirinya, karena ayahnya Victoria mewariskan semua aset keluarga pada Gavin, bukan pada dirinya yang membuatnya kesal pada ayahnya sendiri.
“Kau benar sudah baikan ?” Victoria menunjukkan perhatiannya pada Gavin. “Jika masih merasa tidak enak sebaiknya kau hari ini tidak usah pergi ke kantor dan aku akan membagikan dokter Whale lagi.”
Beberapa saat kemudian mobil berhenti di kantor 3. Seperti biasa, Victoria mengajak Gavin berkeliling ke seisi kantor kemudian menunjukkan ruangan kerja pada anak lelakinya.
“Gavin... ibu ada di lantai 10 jika kau perlu sesuatu. Aku pergi dulu.” Victoria berjalan keluar dari ruangan Gavin lalu masuk ke lift menuju ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Setelah wanita itu pergi, Gavin segera membuka komputer di depan tempat duduknya. “Sama seperti yang sudah-sudah. Semua data di sini sudah di rekayasa.” memeriksa semua file data yang ada di folder. “Baiklah aku akan memberinya kejutan.” tersenyum kecil.
Ia kemudian menggerakkan jarinya tangannya lebih cepat daripada biasanya sambil menatap CCTV yang ada di ruangan. “klik.” Gavin men-switch cctv di ruangan itu dengan rekaman video yang barusan ia buat.
“Sekarang aku tinggal menyalin datanya aslinya dan menyimpannya ke folder khusus.” Gavin menemukan data aslinya selama memasukkan formula ajaib. “Sekarang data palsu ini akan aku rekayasa.” merubah data yang ada di komputer yang membuat data di server induk juga berubah.
Sore hari di saat Gavin akan keluar dari kantor, terdengar suara dalam langkah kaki yang berbeda masuk keruangan tempat Gavin berada.
“Christine ?” Gavin menatap ke arah pintu dan melihat tunangannya masuk ke ruangan. “Oh ada apa kau datang kemari ?” terlihat tidak senang dengan kedatangannya, namun ia menahan rasa itu dan menyembunyikan rasa kesalnya dan merubah dirinya menjadi tenang. “Dia tidak boleh mengetahui jika ingatanku sudah kembali.” ya nona ada urusan apa mencariku hingga kemari ?” tanyanya dengan sopan dan lembut khas seperti saat dirinya masih menjadi Alden.
“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”
__ADS_1
BERSAMBUNG...