Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 132 Usaha Yang Sia-Sia


__ADS_3

Victoria yang berada di ruang tamu menatap Christine yang tertunduk.


“Christine kau bisa jelaskan itu pada tante ?”


“Ta-tante itu... itu aku sendiri juga tidak bisa menjelaskannya. Saat itu aku tidak sadar melakukannya. Aku yakin di jebak oleh Feliks.” jawabnya mengingat lagi Kejadian beberapa waktu yang lalu. “Ya pasti Feliks mencampurkan obat dalam lemon jus yang di berikan pada ku.”


Christine membela dirinya dengan menjadikan Feliks sebagai kambing hitam dari permasalahan ini untuk menarik simpatik Victoria padanya. “*Tante pasti tak akan membatalkan pertunangan ini setelah mendengar penjelasan ku.”


“Yang di katakan Gavin tidak mungkin salah. Anak itu tidak mungkin asal bicara. Dengan keahlian nya di bidang IT pasti dia bisa mengetahuinya dengan mudah*.” Victoria kembali menatap Christine yang masih menunggu jawabannya. “Christine jika Gavin sudah bilang begitu maka aku tak berani melanjutkan pertunangan ini dijanjiin lebih serius.” ucapnya menetap gadis di sampingnya dengan tatapan tajam.


Victoria kemudian berdiri dan pergi dari sana meninggalkan Christine.


“Tidak tante, tunggu ! Aku bisa menjelaskan nya. Semua ini hanya rekayasa saja.” Christine berdiri dan mengejar Victoria. “Tante, kumohon tolong percayalah padaku.” menarik tangan Victoria. “Maaf Christine.” Victoria menarik tangannya dan berjalan lebih cepat meninggalkan gadis itu.


Christine kemudian keluar dari rumah Gavin dan menuju ke mobil. “brak... !” menggebrak setir mobil dengan keras. “Aku tak percaya ini. Kenapa dalam sekejap hubungan kami berakhir begitu saja ?” berteriak dan kembali menggebrak setir mobil.


Christine kemudian mengendarai mobil keluar dari rumah Gavin.


“Bastard ! Ini pasti ulah Feliks. Dia sengaja menjebak ku dan mengambil keuntungan dariku untuk mendapatkan diriku kembali.” mengemudi dengan cepat. “Aku akan minta penjelasan padamu sekarang juga !” mengarahkan mobil menuju ke rumah Feliks.


Tak lama kemudian Christine tiba di rumah mewah Feliks.


Ya, Feliks merupakan putra dari keluarga Watson yang juga merupakan salah satu pengusaha besar di Atlanta. Namun berbeda dengan Gavin yang rajin dan tangguh dalam dunia bisnis, pria itu sedikit malas dan lebih sering menghabiskan waktunya di rumah daripada di perusahaan.


“Feliks... ! Keluar kau !” teriak Christine yang sudah berada di depan rumah mantan kekasihnya itu.


Karena ada jawaban, Christine yang marah pun segera masuk rumah itu begitu saja dan langsung menuju ke kamar Feliks.


Klak


Feliks yang sedang duduk bersandar di dinding menoleh ke arah pintu yang terbuka.

__ADS_1


“Feliks apa yang kau lakukan padaku ?” menghampiri pria itu dan menarik kerahnya. “Kau... apa masih belum puas sudah mengambil kesucian ku ? Kau ini phedophil atau apa ? Kenapa kau merekam video kita ? Dan parahnya lagi pasti kau kan mengirim video itu pada Gavin ?” omelnya panjang dan lebar seperti tawon yang berdengung tiada henti dan tak memberi kesempatan Feliks untuk membela dirinya.


Christine menatap Feliks dengan tajam dengan amarah yang masih memuncak.


“Puas kau sekarang ? Karena diri mu pertunangan ku dengan Gavin batal. Kenapa kau harus melakukan itu semua padaku ?” Christine mendorong keras Feliks hingga pria itu jatuh ke tempat tidur.


Feliks sudah hafal bagaimana menghadapi kemarahan Christine yang selalu meledak-ledak bagaikan halilintar di siang bolong dan ia sudah terbiasa dengan hal itu karena mereka sebelumnya berpacaran selama tiga tahun. Bahkan dengan mata tertutup pun dia tetap bisa mengenali gadis itu seandainya saja penampilannya berubah.


“Duduklah dulu.” jawab Feliks dengan tenang sambil menarik gadisnya ke tempat tidur dan membuatnya duduk di sampingnya. “Sayang aku ikut sedih mendengar ceritamu.” ucapnya dengan tersenyum kecil sambil menyentuh dagu Christine.


“Sudah kubilang tak ada gunanya kau mengejar Gavin yang jelas-jelas kau hanya terobsesi saja. Mungkin setelah kau mendapatkannya kau juga akan membuangnya seperti diri ku.” menyentuh pipi Christine.


“plak !” Christine menampar muka Gavin dengan keras hingga muka lelaki itu merah.


“Christine aku akan membuatmu sadar siapa yang benar-benar mencintai dirimu dan juga akan ku buat kau menjadi milikku hingga kau tak bisa lari dariku.” Feliks menahan tangan Christine yang akan kembali menamparnya dan memegangnya dengan erat.


Feliks membanting tubuh Christine ke tempat tidur dan mengunci di bawah tubuhnya.


Feliks meraih remote yang ada di sampingnya.


“klik.” secara otomatis pintu kamar itu tertutup sendiri setelah ia menekan tombol kunci pada remote.


“Feliks apa yang akan kau lakukan pada ku ?” Christine mempunyai firasat buruk dan menetap ke arah pintu yang sudah terkunci.


“Kau sudah tahu jawabannya, sayang.” Feliks mencium bibir seksi Christine.


Pria itu mencium leher Christine dan melepas satu per satu baju gadisnya itu.


“Feliks, hentikan ! Lepaskan !!” teriaknya meraung dengan nyaring.


“Sayang apa kau lupa kamar ini kedap suara ? Sekencang apa pun kau berteriak takkan ada yang mendengar suaramu.”

__ADS_1


Pria itu kemudian melepas bajunya. Ia mencium seluruh tubuh Christine dan tak lama setelahnya ia membenamkan diri dan memeluk erat Christine.


“Feliks... kau sialan ! Ahh...” Christine tak bisa melawan dan hanya bisa mendesah saat pria itu mengguncang hebat tubuhnya.


Beberapa saat setelahnya Feliks menarik tubuhnya dan duduk di tempat tidur. Begitu juga dengan Christine yang ikut duduk dan segera memakai bajunya.


“Sialan ! Aku ke sini ingin menghajarnya, namun malah aku yang dihajar olehnya.” Christine berdiri dan mengambil remote yang ada di meja.


Ia kemudian menekan tombol buka dan pintu kamar terbuka.


“Feliks kau jangan pernah berani datang menemui ku ataupun menyentuh ku lagi, atau aku--”


“Aku apa ? Kau akan menghukum ku ?” menghampiri Christine setelah mengenakan pakaiannya dengan cepat dan memegang tangannya dengan erat.


“Lepaskan !” Christine menarik tangannya dan berhasil menyingkirkan tangan Feliks.


Christine segera keluar dari kamar itu dan kembali menuju ke mobilnya. Ia melaju mobilnya menuju ke rumah.


“Christine aku yakin kau pasti akan datang padaku dan memohon padaku.” gumam Feliks menatap ke arah pintu yang terbuka dan kembali duduk di tempat tidurnya.


Di rumah, Christine segera masuk ke kamar dan membanting pintu kamarnya dengan keras.


Dia membanting tubuhnya dengan keras ke tempat tidur.


“Gavin jika aku tak bisa memilikimu, maka tak ada wanita manapun yang boleh memiliki dirimu.” gumamnya sambil mengepalkan tangannya dan menatap arah langit-langit.


Beberapa hari berlalu. Kabar mengenai batalnya pertunangan Christine dengan Gavin sampai juga ke telinga Ellyz, meskipun putrinya itu tidak bercerita apapun padanya.


Di sebuah kamar ada Ellyz bersama Jhon yang duduk di kursi.


“Sayang aku senang Christine sudah putus dengan Gavin dan mereka batal bertunangan.” ucapnya tersenyum lebar karena tanpa harus bergerak semuanya berakhir sesuai keinginannya.

__ADS_1


__ADS_2