
Wartawan tadi tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia yang kebetulan haus berita dan terkena deadline dari kantornya.
“klik...” wartawan tadi mengeluarkan bolpoin panjang dari tasnya yang ternyata adalah sebuah kamera untuk menyamarkan identitasnya sebagai paparazzi. Ia mengambil banyak foto Gavin dari berbagai sisi tanpa ada yang mengetahui jika dirinya sedang memotret dan juga seorang wartawan.
“Semoga saja ini akan menjadi headline news.” ucap wartawan memasukkan kembali bolpoin ke dalam tasnya. Ia kembali duduk di kursinya dan menyantap menu makan siangnya.
“Aku merasa seperti ada kilatan blitz barusan mengarah pada ku.” Gavin menatap ke sekitar mencari seseorang yang mungkin saja di sana ada wartawan yang menyamarkan identitasnya.
Ia selamat menatap wartawan yang mengambil potretnya dan wartawan itu tahu jika Gavin menatapnya.
“Hmm... jika aku segera pergi dari sini, siapa yang akan tahu identitas ku ?” Wartawan yang mengenakan pakaian santai untuk memakai topi sport untuk penyamaran segera keluar dari restoran.
“Mungkin aku hanya berlebihan saja. Mana mungkin ada wartawan di sini.” Gavin menurunkan kewaspadaannya dan kembali melanjutkan menyantap makan siangnya sambil mendengarkan cerita Christine yang panjang dan membosankan.
__ADS_1
Keesokan harinya di Ottawa. Berita tentang Gavin muncul di sebuah surat kabar dan tersebar dengan meluas ke segala pelosok penjuru. Namun meskipun itu hanya berita lokal, ternyata versi online-nya juga rilis di seluruh tempat.
Siang hari di kantor di saat senggang Kyra duduk santai, masih di tempat duduknya biasanya karena pekerjaan hari ini sudah selesai.
“Alden bagaimana kabarmu ?” Kyra kembali merasakan rindu dan terbayang pada kekasihnya. “Kau sama sekali tak ada kabar akhir-akhir ini.” tiba-tiba mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan akan menghubungi pria itu. “Ah tidak, mungkin dia sedang sibuk.” mengurungkan niatnya menelepon Alden dan menaruh kembali ke meja.
Namun beberapa kali ia mencoba mengalihkan rasa rindunya ternyata rasa itu semakin kuat. “Baiklah mungkin aku hanya perlu melihat fotonya saja atau artikel tentang dirinya saja.” memegang mouse yang ada di meja dan iseng dia mengetik nama Gavin Bailey.
“Jadi memang dia seterkenal ini ya.” Kyra mulai menggulir malesnya ke bawah membaca berita terbaru tentang Alden.
Tuan muda ternama dari keluarga Bailey yang lama hilang dari pemberitaan secara mengejutkan muncul di sebuah restoran bersama seorang gadis yang di yakini adalah tunangan nya.
Kyra seketika gemetar membaca berita itu sampai akhir. Masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya ia pun mencari artikel lain terkait gadis yang duduk di samping kekasihnya itu.
__ADS_1
“Klik.” Kyra akhirnya menemukan artikel tentang Christine yang notabene merupakan tunangan dari kekasihnya.
Matanya terlihat panas menatap foto kekasihnya yang duduk bersama gadis lain.
“Alden... kau bilang menyelesaikan urusan di sana.Tapi apa urusan ini yang kau maksud ? Berkencan dengan tunangan mu ?” Kyra terlihat marah dan terbakar api cemburu melihat foto-fotonya bersama Christine. “Awas jika kau pulang nanti.” mengepalkan tangan menahan amarah.
“nguung”
“Kenapa telingaku tiba-tiba berdengung ?” Gavin berada di kantor dan menyentuh telinga kanannya. “Siapa yang membicarakan ku di belakang ?”
“kring...” di saat yang bersamaan ponselnya berdering nyaring.
“Siapa yang menelepon ?” Gavin mengambil ponselnya dari laci. “Kyra... ada apa dia meneleponku siang hari begini ?”
__ADS_1