
Matthew dan Gavin terlihat terkejut dengan kedatangan Victoria yang mendadak.
“Gawat Bagaimana bisa wanita ini sudah bangun duluan ? Sedangkan sesuai jadwal harusnya dia baru terbangun 30 menit lagi.” Matthew menelan ludah menatap istrinya yang semakin mendekat.
“Harusnya tadi, aku segera masuk ke kamar saja.” Gavin mencoba untuk tenang dan tak berani berucap sepatah kata pun lagi.
“Kenapa kalian berdua bicara di tengah jalan seperti ini ?” tanya Victoria setelah ia tiba dan berhenti di dekat mereka berdua.
“Tidak... kami hanya kebetulan saja bertemu di sini, iya kan Gavin ?” jawab Matthew menatap anak lelakinya. “Ya ibu yang di katakan Ayah benar. Aku barusan kembali dari toilet dan bertemu di sini.” jelas Gavin beralasan dan terlihat tenang.
Victoria kembali menatap dua pria itu secara bergantian untuk melihat apa yang dikatakan mereka benar ataukah bohong.
“Hoahem...” Gavin tiba-tiba menguap. “Rasanya masih mengantuk. Ibu-ayah aku permisi dulu.” berating mengantuk berat kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua dan masuk ke kamar.
“Ayo kita kembali ke kamar.” Matthew mengajak istrinya segera pergi dari sana dan kembali masuk ke kamar mereka. “Apa yang sebenarnya kau lakukan ?” tanya Victoria terlihat masih curiga.
__ADS_1
“Aku menemukan Gavin terlihat agak stres. Sepertinya dia ingin keluar dari sini, tapi aku berhasil memergokinya.”ucapnya bohong, namun beruntung wanita itu mempercayai ucapan Matthew.
Pagi harinya Gavin bangun kesiangan yang membuat Victoria terpaksa meninggalkannya dan berangkat lebih dulu ke kantor.
Pukul 9. 00 pagi
Gavin baru membuka matanya setelah tidur nyenyak.
“Ups... aku bangun kesiangan.” Gavin duduk kemudian menatap jam yang tergantung di dinding.
“Tuan nyonya sudah berangkat terlebih dulu dan beliau meminta ku untuk mengantarmu ke kantor.” ucap seorang driver yang ditugaskan oleh Victoria dan menunggu di depan kamar Gavin.
“Ya baiklah. Kita berangkat sekarang.” Gavin mengikuti driver tadi berjalan menuruni tangga dan menuju ke mobil yang sudah menunggunya.
Mobil membawa Gavin menuju ke kantor 2 dan menurunkannya di sana. Tentu saja mudah baginya untuk masuk ke ruangannya dengan ingatannya yang sudah pulih.
__ADS_1
“Aku akan lihat apakah virus yang ku masukkan sudah aktif ?” Gavin duduk di depan sebuah komputer. Ia berhasil membuka kode CCTV dan melihat rekaman yang ada di ruangan kerja Victoria.
“Oh... apa aku salah lihat atau apa ? Data ini seperti berubah dari sebelumnya.” ucap Victoria di ruangan kerjanya saat melihat semua data yang ada di sana. “Tapi aku tidak yakin juga. Biar ku lihat data induk saja jika begitu.”
Ia pun membuka data induk dan membandingkan semua data yang dia liatnya.
“Sama datanya, jadi itu hanya perasaanku saja.” ucap Victoria setelah memeriksa dua data tadi.
“Baik kita tunggu selama seminggu ke depan.” ucap Gavin tersenyum kecil di ruangannya dan mematikan tayangan CCTV yang ia lihat.
Di lain tempat , terlihat Kyra yang duduk di kursi kerjanya. Gadis itu dari tadi menata ponsel yang ia letakkan di meja.
“Dasar Alden. Dia bilang akan mengabari ku jika sudah sampai di sana. Hingga siang ini belum ada satupun pesan ataupun panggilan yang masuk darinya.” gerutunya dengan bibir yang mengerucut.
“bugh... !” Kyra lagi-lagi terlihat kesal. Ia membanting ponselnya dengan kasar ke meja karena teleponnya tak diangkat.
__ADS_1
Di kantor tempat Gavin berada saat ini, terlihat Christine kembali berada di ruangannya dan gadis itu sungguh menyita waktunya, hingga dia tak tahu ponselnya berdering berulang kali.