
Kyra menggoyang bokongnya yang sintal dan padat, mereka berdua mendesah bersama hingga gadis itu merasa lelah dan Alden beralih menguasai permainan.
Kyra menjerit sekencangnya saat Alden menghentak kasar sampai ia tak kuat menahan rasa nikmat itu dan membuat banyak kiss mark di dada Alden. Gadis itu benar-benar meleleh seperti permen di bawah tubuh Alden yang seksi.
Satu jam kemudian Alden kembali berbaring di samping Kyra setelah menyalurkan semua rasa cinta terdalamnya pada Kyra.
“Alden... i love you. Don't leave me.” mengecup bibir Alden kemudian memeluknya erat. Alden tersenyum lebar dan balas mengecup bibir Kyra. Tiga menit setelahnya mereka tertidur pulas di balik selimut putih yang menutupi tubuh mereka dengan berpelukan.
Tengah malam Alden terbangun dari tidurnya. Ia membuka mata dan melihat kekasihnya masih tertidur pulas dalam pelukannya.
“Kyra... aku akan berusaha semaksimal mungkin dan secepatnya bisa kembali bersamamu.” Alden menatap intens kekasihnya sambil menyentuh pipinya. Ia duduk dan menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Terlihat di sana ada bekas darah merah di sprei putih yang sudah mengering. “Aku tak akan mengkhianati mu.” tersenyum lebar dengan rasa puas dan bangga bisa menunjukkan keseriusannya dan juga kegagahannya pada kekasihnya.
“Alden...” Kyra merasa dingin lalu bangun dan melihat lelakinya duduk. Ia pun menarik Alden mengajaknya tidur kembali.
__ADS_1
Alden melihat gadisnya yang tertidur lelap. Namun ia masih terjaga karena pikirannya tak bisa tidur, terpikirkan semua rencananya.
“chup.” Alden mengecup bibir Kyra dua jam setelahnya. Ia melihat jam yang tergantung di dinding yang menunjukkan pukul 02.00 dini hari. “Aku harus kembali sekarang.” duduk dan mengambil bajunya.
Kyra terbangun karena merasa ada yang menarik selimut. Ia pun ikut duduk dan memeluk kekasihnya itu dari belakang sambil menyandarkan kepalanya ke punggung Alden.
“Kau mau ke mana ?” Kyra beralih memeluk pinggang Alden. “Aku mau kembali sekarang.”Alden menoleh ke kiri sambil menyentuh pipi gadisnya.
“Please Kyra... aku sudah jelaskan semuanya padamu.” Alden melepas pelukan Kyra dari tubuh nya. Dan ternyata hal itu membuat Kyra meneteskan air mata untuk pertama kalinya.
“Ssts... tenanglah aku janji tak lama dan akan segera kembali ke sisimu. Beri aku waktu.” Alden menyentuh bibir Kyra. Namun gadis itu masih menangis saja dan dia pun mencoba menenangkannya dengan mencium bibirnya kembali.
Niatnya hanya ingin menenangkan gadisnya saja, namun ternyata percikan cinta di antara mereka membangunkan lagi gairahnya.
__ADS_1
“Kyra ,sayang bersiaplah.” Alden membaringkan tubuh Kyra kembali dan naik ke atas tubuh gadisnya.
“Aaah... Alden...” Kyra kembali mendesah saat lelakinya membenamkan tubuhnya dalam-dalam. Ia memeluk erat pinggang Alden dan mengimbangi ritmenya.
Satu jam setelah nya. Alden terlihat lemas dan berbaring sebentar di samping Kyra.
Satu jam kemudian setelah Kyra benar-benar sudah tenang, Alden kembali memakai pakaiannya.
“Aku pergi dulu.” Alden berdiri dan mencium bibir Kyra untuk berpamitan. “Ingat janji mu.” Kyra mengenakan pakaiannya lalu perjalanan keluar rumah bersama Alden untuk mengantarkan kepergiannya.
Alden masuk ke mobil dan beberapa saat setelahnya mobil segera meluncur menuju ke airport.
BERSAMBUNG...
__ADS_1