
Sore harinya Matthew tak sengaja berjalan di depan kamar Gavin dan berpapasan dengan istrinya yang barusan keluar dari kamar putranya.
Pintu kamar Gavin terbuka dan terlihat dari luar.
“Oh... jadi Victoria sudah melepaskan Gavin ? Jadi ini seperti perkiraan ku.”batin Gavin menoleh dan menatap ke dalam kamar putranya.
“bugh... !”Matthew menabrak istrinya dan membuat mereka berdua berhenti di tengah jalan tepat di depan pintu kamar Gavin.
“Sayang maaf, aku tak sengaja menabrak mu. Kau dari mana ?”tanya Matthew gugup sambil membantu istrinya berdiri.
“Kenapa pintu kamar terbuka...”ucap lelaki itu kemudian menoleh ke arah pintu kamar Gavin.
“Oh my god... ! Apa benar yang kulihat, sayang ? Di dalam kamar itu apa Gavin ?”pekik Matthew terlihat terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Victoria menatap suaminya lekat tepat ke matanya untuk mengetahui lelaki itu sedang berbohong atau tidak.
“Sepertinya dia tidak berbohong. Jadi dia tidak tahu aku sudah mendapatkan kembali Gavin.”batin Victoria mengamati gerak-gerak suaminya.
“Ya... itu memang benar Gavin. Tapi dia masih amnesia. Dengar kita jalankan rencana kita.”jawab Victoria berbisik lirih di telinga suaminya.
“Ya, tentu saja aku akan mengikuti kemauan mu, sayang.”ucap Matthew lirih.
“Baiklah... kau bisa melihat dia sekarang, aku pergi dulu.”balas Victoria tersenyum lebar kemudian menyentuh pipi suaminya sambil berjalan berlalu meninggalkannya.
__ADS_1
Matthew kemudian masuk ke kamar Gavin setelah istrinya benar-benar pergi dari sana.
“klik...”Mattew segera menutup pintunya setelah dia masuk ke kamar karena dia tak ingin orang lain mendengar percakapannya dengan Gavin.
Matthew mobil putranya yang sedang duduk di sebuah kursi di dekat jendela.
“puk...”Matthew menaruh tangannya di bahu Gavin.
“Ayah ?”panggil Gavin menoleh ke belakang dan terkejut mendapati ayahnya sudah berdiri di belakangnya.
“Sejak kapan ayah masuk ? Kenapa aku bisa tidak tahu ?”ucap Gavin bertanya pada ayahnya.
“Aku barusan masuk, tapi itu tak penting untuk saat ini. Dengar jangan sampai ada seorangpun yang mengetahui rencana kita. Hati-hati dengan ibumu. Jangan sampai dia berhasil membaca pikiranmu, atau semua akan gagal.”ucap lelaki itu menjelaskan panjang lebar sambil menatap ke sekitar dengan waspada.
Dia kemudian berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri ayahnya. Mereka berdua terlibat pembicaraan serius dalam waktu singkat dan membahas suatu hal.
“Aku tak bisa berlama-lama di sini bicara denganmu, karena ada ibumu yang selalu mengawasi dan punya banyak mata di mana-mana. Ingat selalu hati-hati dan waspada dengan siapapun yang ada di sini termasuk pelayan.”ucap Matthew kembali mengingatkan bahaya tak kasat mata berada di rumah ini dan harus selalu waspada untuk menghindarinya.
Gavin hanya mengangguk saja mendengar penuturan dari ayahnya dan merekam semua rencana ayahnya.
Beberapa saat setelahnya Matthew pergi dari kamar Gavin. Gavin kembali duduk di tempat tidur dan menghadap ke depan.
“Aku ingin pulang ke Ottawa saja rasanya. Biasanya di saat seperti ini selalu ada Kyra yang menemaniku.”gumam Gavin menghembus nafas panjang dan berat, ingin kabur saja dari rumah ini. Tapi semuanya sepertinya tak semudah yang dibayangkan.
__ADS_1
Gavin mengeluarkan ponselnya dan mengurungkan niatnya untuk menelepon atau sekedar mengirim pesan pada kekasihnya.
“Aku akan tunggu waktu yang tepat untuk menghubunginya.”ucapnya lirih kemudian masuk ke galeri dan melihat foto-foto dirinya bersama Kyra untuk menghapus rasa rindunya.
Hingga malam tiba lelaki itu tak beranjak dari kamarnya. Bahkan dia makan di kamar juga. Gavin menetap kembali semua hiasan ataupun benda miliknya yang ada di sana untuk mendapatkan ingatannya kembali. Namun hanya sedikit ingatannya yang kembali.
Keesokan harinya, Victoria berjalan menuju ke kamar Gavin.
“Gavin... apa kau sudah siap ?”tanya wanita itu saat sudah masuk ke kamar Gavin.
Gavin berdiri di depan lemari dan memasang dasinya kemudian berbalik menghadap ibunya.
“Ya ibu... aku siap sekarang.”jawabnya singkat.
“Ayo kita pergi sekarang.”balas Victoria kemudian memegang lengan Gavin dan mengajaknya berjalan keluar rumah.
Di depan rumah sudah ada mobil mewah yang menunggu kedatangan mereka.
“Silakan nyonya, tuan muda.” jam berapa yang dari tadi menunggu dan berdiri di luar mobil.
Victoria dan Gavin kemudian masuk ke mobil dan duduk di belakang.
“Jalankan mobilnya sekarang dan antar kami ke kantor satu.”ucap Victoria memberi perintah pada driver nya.
__ADS_1
Mobil segera meluncur ke kantor terdekat dari rumah. Sedangkan Gavin hanya diam dan menatap keluar jendela mengamati, jalanan yang dia lewati.