Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 144 Mengambil Keputusan


__ADS_3

Sesekali Kyra berhenti karena lelah. Namun Gavin yang tak rela kenikmatan itu berhenti, memeluk pinggang gadisnya dengan erat dan membantunya bergerak maju mundur.


“Mungkin ini adalah terakhir kalinya aku melakukannya denganmu sayang. Dan aku ingin kau selalu teringat denganku.” Kyra terus menyapukan itu banyak untuk membahagiakan lelakinya.


Satu jam kemudian gadis itu turun dan berbaring di samping Gavin dengan keringat membasahi seluruh tubuhnya.


“Kyra kau luar biasa sekali malam ini.” Gavin memeluk gadisnya dan mengecup bibirnya kemudian menangkapnya erat dalam pelukannya. “Gavin... I love you. Aku ingin terus bersamamu hingga rambut kita memutih bersama.” Kyra mengusap lembut pipi lelakinya. “Tentu saja kita akan menua bersama dan melihat keturunan kita, anak cucu kita kelak.” Gavin kembali mengecup bibir kekasihnya.


Gavin sedikit perasaan dengan apa yang diucapkan oleh gadisnya. Seolah gadis itu akan pergi darinya atau berpisah dengannya. Tapi itu hanya pikirannya saja dunia tak mengupasnya lebih dalam. Ia berpikir setiap malam akan bertemu dengannya.


Kyra tidur dalam dekapan Gavin. Dua jam setelah tenaga Gavin pulih, seperti biasa pria itu kembali memanjakan Kyra di bawah tubuhnya.

__ADS_1


“Aah...” Kyra mengalungkan kedua tangannya pada leher Gavin dan ******* bibir lelakinya saat ia kembali melakukan penyatuan cinta.


Satu jam kemudian Gavin memberikan kembali tubuh Kyra di sampingnya.


“Tidurlah dulu nanti aku akan membangunkan mu lagi.” Gavin mengecup kening Kyra yang kembali memejamkan mata.


Tiga jam kemudian Gavin menarik kembali tubuhnya setelah memanjakan gadisnya untuk yang ketiga kalinya. Kali ini ia benar-benar tidur setelah merasakan lelah yang luar biasa.


“chu...” di depan pintu, Kyra mencium bibir Gavin lama seolah ia tak akan pernah menyentuh bibir tebal itu lagi. Ia tak peduli meski ada orang yang lewat dan melihatnya.


“Kyra aneh sekali hari ini. Dia sangat agresif tidak seperti biasanya.” Gavin terpaksa mengakhiri ciuman mereka meskipun dengan berat hati melihat waktu yang terus berputar dari jam yang melingkar di tangannya. “Sayang aku kembali dulu. Mungkin besok baru aku kemari.” Gavin melepas pulsanya dan berpamitan kemudian masuk ke sebuah taksi.

__ADS_1


Kyra melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan baru masuk setelah taksi itu pergi dari sana.


“klik.” Kyra kembali masuk ke rumah dan mengunci kembali pintu rumah.


Di dalam rumah gadis itu duduk di sofa dan merenung.


“Gavin... kau membuatku tak bisa berhenti melepaskan mu dan jauh darimu.” Kyra menyentuh lehernya dan masih merasakan sentuhan Gavin di sana dan di seluruh tubuhnya. “Tapi aku tak berani melanjutkannya daripada putus di tengah jalan setelah menikah, dan aku akan menderita karenanya. Tapi aku berat untuk melepas mu. Apa yang harus kulakukan ?” Kyra menyentuh pelupuk matanya yang gini menitipkan bulir-bulir air bening dan semakin lama semakin deras mengalir melewati pipinya yang lembut.


Lama gadis itu menangis hingga membuatnya tertidur di kursi.


Pagi harinya gadis itu bangun dengan mata yang sedikit bengkak dan pipi yang masih basah.

__ADS_1


“Gavin... jika memang kita berjodoh, pasti kita akan kembali bersatu entah bagaimana caranya.” Kyra berdiri dan fix mengambil keputusan setelah semalaman berpikir panjang dan menimbang-nimbangnya.


__ADS_2