Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 123 Menjebak Gavin


__ADS_3

Kyra menatap Intens lelakinya yang berbaring di samping tubuhnya. “Kau bilang tidak bisa keluar rumah ?” menyentuh dada bidang Gavin dengan mata lembut setelah kemarahannya sirna.


“Aku sudah mendapatkan izin keluar sendiri membawa mobil tanpa driver. Tapi waktu ku terbatas dan tentu saja ada ancaman di belakang ku dari ibu ku.” Gavin menjelaskan sambil memeluk Kyra. “Kau tahu Aku sebenarnya tidak betah berada di rumah karena seperti penjara bagiku. Dan aku selalu merindukan mu. Cukup bagiku bisa bertemu dengan mu walau singkat.” tambah Gavin mengecup bibir Kyra.


Kyra merasa tenang bisa bertemu dan memeluk Gavin. Ia diam dan memeluk leher Gavin sambil menyandarkan kepalanya dada bidang lelakinya.


“Cepat selesaikan urusanmu di sana dan kembalilah ke sini.” Kyra kembali menatap intens lelakinya. “Bagaimana dengan outlet mu di sini. Aku tak bisa mengurusnya dalam jangka panjang, aku takut tidak bisa --”


“Aku percaya kau bisa mengurusnya dengan baik. Aku titip outlet ku pada mu sampai aku kembali. Dan aku bermaksud melebarkan sayap lagi.” potong Gavin sambil mencubit hidung mancung gadisnya.


Kyra menatap jam yang tergantung di dinding yang menunjukkan jika waktu belum terlalu malam.


“Ku rasa waktu belum terlalu malam. Apa kau mau jalan-jalan sebentar ?” Kyra melepas pelukan kemudian duduk dan mengambil pakaian. “Tidak... aku hanya ingin bersamamu di sini hingga aku berangkat kembali.” Gavin ikut duduk dan memeluk Kyra dari belakang.


Ia menyentuh leher Kyra dan menciumnya. “Ahh...” Kyra berbalik dan menyentuh bibir Gavin. “Maukah kau--” Kyra langsung mencium bibir lelakinya dan melepasnya kemudian berdiri.


“Jangan pergi.” Gavin ikut berdiri dan menarik handuk putih yang menutupi tubuh seksi gadisnya. “Gavin kau...” berbalik dan seketika Gavin kembali mencium bibir Kyra kemudian meraba apel kembar.


“Ahh... Gavin.” Kyra mengerang dan mengalungkan tangan nya ke leher lelakinya.


Setelah puas membuat tanda kiss mark di tubuh Kyra, Gavin menarik handuk putih yang menutupi pinggangnya.


“Kyra... i love you so.” memegang pinggang gadisnya dan menggendongnya di depan tubuhnya. “I love you so honey... aah.” Kyra mencium bibir Gavin saat merasakan geli yang luar biasa saat lelakinya bergerak cepat karena tak kuat menahannya dan rasanya seperti melayang di awang-awang.


30 menit kemudian Gavin membaringkan gadisnya di tempat tidur, di bawah tubuhnya.


“Berjanjilah kau tak akan meninggalkan diriku apapun kesulitan yang akan terjadi di depan.” Gavin memeluk erat Kyra dan membenamkan tubuhnya. “Aah... ya... aah... I'm yours.” Kyra memeluk erat pinggang Gavin sambil memejamkan mata.

__ADS_1


45 menit setelahnya Gavin merebahkan tubuhnya di samping gadisnya.


“Terima kasih, sayang.” Gavin memeluk erat Kyra dan mereka mertua tertidur setelahnya.


Tiga jam berikutnya alarm Gavin berbunyi. Ia sengaja memasang alarm agar dia tidak bangun siang dan terlambat kembali ke rumah.


“Oh jam berapa ini ?” Kyra bangun dan melihat kekasihnya sudah duduk di sampingnya.


“Jangan pergi Gavin, temani aku.” Kyra menahan lelakinya turun dari tempat tidur dan memeluknya dari belakang dengan erat. “Aku harus pulang sekarang. Nanti jika ada waktu aku ke sini lagi.” Alden berbalik dan mengecup bibir Kyra.


Kyra masih tak bisa melepaskan kepergian lelakinya. Ia duduk di pangkuan Gavin dan mencium kasar bibir lelakinya.


“Kyra kau...” jiwa kelelakian Gavin bangkit lagi. Ia membuka kakinya dan merapatkan tubuh mereka berdua kemudian bergerak berirama. “Gavin bastard kau ! Ahh...” Kyra kembali mendesah dan mulai berkeringat.


Satu jam berikutnya Gavin melepas pelukannya kemudian berdiri dan mengenakan pakaiannya.


Gavin menuju ke pintu diikuti oleh Kyra yang mengantarnya sampai ke pintu. “Cepat kembali” Kyra mengecup bibir Gavin dan memeluknya erat.


Gavin kemudian kembali ke airport dan mengendarai mobil setelahnya menuju ke rumah.


Empat hari berlalu dan setiap malam Gavin yang tak kuat menahan rasa rindunya pada kekasihnya kembali ke Ottawa untuk menemui Kyra dan melepas rindunya.


Hari kelima tepat di saat Gavin akan keluar dari rumah, Christine datang.


“klak.” Christine turun dari mobil dan berlari menghampiri Gavin yang barusan keluar dari rumah. Ia pun sekarang tak malu dan tak segan memeluk tunangan itu di depan para pelayan yang ada di sekitar mereka.


“Gavin kau mau kemana ?” melepas pelukan dan menatap intens tunangannya. “Aku mau pergi mencari udara sebentar.”jawabnya dingin.

__ADS_1


Christine tersenyum lebar. Gadis itu sudah tahu jika tunangannya itu beberapa hari ini sering keluar sendiri dan kembali di pagi hari. Ia mendapatkan informasi dari salah satu pelayan Gavin yang ia suap.


“Boleh aku ikut denganmu ? Aku akan menemani mu. Kebetulan sekali aku juga butuh udara segar saat ini.” Christine tanpa menunggu jawaban dari pria itu segera membuka pintu mobil Gavin dan duduk di dalamnya.


“ck... gadis ini sungguh mengganggu sekali.” Gavin berjalan masuk ke mobilnya dan terpaksa mengajaknya jalan-jalan sebentar sebelum pergi ke airport.


“Kau ingin pergi ke mana ?” tanya Gavin serah mobil keluar dari rumah. “Kita pergi restoran Star Nigt saja. Aku akan tunjukkan jalannya padamu.” jawab Christine antusias.


Mobil meluncur menuju ke restoran Star Night dengan arahan dari Christine, meskipun Gavin sebenarnya sudah hafal dengan jalan menuju ke sana.


Tak lama kemudian mereka tiba di restoran. Gavin yang malas segera mencari tempat duduk dan meninggalkan tunangannya memesan menu sendiri.


“Tolong campurkan ini ke minuman yang ku pesan untuk tuan yang ada di sana.” ucap Christine meminta tolong pada waiter yang ada di sana sambil menunjuk tempat duduk Gavin.


“Baik nona.” jawab waiter segera menerima obat dari Christine dan menyembunyikannya sebelum ada yang melihatnya. “Terima kasih.” Christine menyusul Gavin setelah memberikan tips pada waiter tadi.


Sepuluh menit kemudian pesanan mereka datang lengkap dengan minuman yang sudah dipesan khusus untuk Gavin.


“Ayo makan.” Christine mulai mau makan menu yang ada di hadapannya. “Tidak... aku tidak lapar.” menolak karena ingin cepat pergi dari sana. “Jika begitu minum saja.”


Gavin sama sekali tak merasa curiga dan pikirannya saat itu sedang kacau sehingga dia tidak waspada dan meminum minuman yang ada di depannya.


“Christine sebaiknya kita pulang. Kepala ku entah kenapa tiba-tiba pusing.” Gavin memegang kepalanya terasa pusing dan pandangan matanya terasa berkunang-kunang. “Baiklah aku akan mengantarmu pulang.” Christine tersenyum kecil.


Ia kemudian berjalan keluar dari restoran dengan memapah Gavin menuju ke mobil. Kali ini ia yang mengambil alih dan mengemudikan mobil menuju ke rumah Gavin.


Setibanya di sana, ia memapah Gavin dan berjalan menaiki tangga kemudian masuk ke kamarnya.

__ADS_1


“Gavin istirahatlah.” Christine membaringkan tunangannya itu di tempat tidur. Gavin yang pandangannya kabur menatap gadis yang ada di depannya sebagai Kyra dan menariknya ke tempat tidur.


__ADS_2