Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 91 Rencana Menemui Gavin


__ADS_3

Christine seharian berada di rumah merasa jenuh, apalagi sampai hampir sore masih tak ada orang di rumahnya kecuali para pelayan.


“Apa aku ke rumah Gavin sekarang ?” Christine terlihat bersemangat dan menyahut mantel beludrunya di kursi yang barusan dia lepas. “Tapi jika aku ke sana sekarang tetap saja aku tidak bertemu dengannya.” menatap jam yang melingkar di tangannya yang menunjukkan belum waktunya pulang jam kerja.


Ia kembali duduk dan membatalkan niatnya.


“bugh.... !”Christine kembali membanting tubuhnya dengan keras ke tempat tidurnya. Ia kemudian bergulung ke samping kanan dan ke samping kiri karena benar-benar merasa bosan.


Dua jam kemudian gadis itu tertidur juga di tempat tidurnya setelah merasa lelah karena tak ada kerjaan yang bisa dikerjakannya.


“kriek” seseorang membuka pintu dan masuk ke kamar.


“Christine...”ucapnya menoleh ke tempat tidur dan mendapati gadis itu sedang tidur pulas.


“Maafkan aku. Bukan maksud ayah tidak menyambut kedatangan mu. Tapi ada meeting mendadak di kantor yang mengharuskan ku menghadirinya.”ucapnya lagi kemudian duduk di tepi tempat tidur Christine.

__ADS_1


“tap... tap...”suara langkah kaki menuju ke kamar Christine.


“Ternyata ayah di sini.” ucap seorang anak lelaki berusia 17 tahun berhenti tepat di depan ayah Christine, lelaki masih terlihat tampan dan gagah di usianya yang menginjak 50 tahun.


“Oups... kakak pulang rupanya. Aku pikir dua hari lagi.”ucapnya baru ingat jika hari ini adalah tanggal 15 November, dan ia mengira sekarang ini masih tanggal 13 November.


“Steven... !”teriak seorang wanita dari kejauhan di luar kamar Christine. “Lihat lantai rumah basah seperti ini karena kau tak mau ganti sepatu kering saat masuk ke rumah.” masuk ke kamar Christine dan menghampiri putranya itu.


“I-ibu... maaf aku lupa ganti sepatu.”


“Diiaamm.... semua !” Christine bangun dari tidur dan terpaksa membuka matanya mendengar suara berisik di kamarnya. “Tak Bisakah kalian marah di luar kamar ?” turun dari tempat tidur Kemudian menghampiri ibu dan juga adiknya.


Dua orang itu terdiam seketika setelah mendengar teriakan Christine.


“Sayang... kami senang sekali kau sudah kembali. Maaf ibu dan ayah tak bisa menjemputmu di bandara tadi.” ucap ibunya Christine segera memeluk anak gadisnya.

__ADS_1


Sedangkan Christine hanya diam saja tak menanggapi perkataan ibunya.


“Ayolah sayang, kami tidak bermaksud begitu padamu.” ucap ibunya mencium Christine sambil mencubit hidungnya.


“Ya ibu...”jawabnya tersenyum dan jadi marah.


Mereka berempat kemudian mengobrol sebentar lalu berjalan bersama dan berkumpul di ruang keluarga.


“Ibu... sudah lama aku tidak melakukan kontak dengan Gavin. Aku ingin tahu kabarnya tapi nomornya tak bisa dihubungi.” Christine duduk bergeser mendekat pada ibunya untuk merayunya.


“Sayang kau baru pulang hari ini. Bukannya kau masih lelah ? Kenapa tidak besok saya atau lusa kau ke sana, hari masih panjang.”


“Tidak ibu... aku sudah 6 bulan lebih putus kontak dengannya. Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba nomornya tidak aktif begitu saja.”Christine menolak dan bersikeras ingin menemui pria itu karena merasa khawatir jika dia punya kekasih baru lagi seperti dulu.


Ibunya Christine tahu sikap putrinya yang bandel dan tak mau mendengar nasehat. “Nanti malam saja kalau begitu kami akan mengantarmu ke sana.”

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2