Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 115 Menuju Ke Ottawa


__ADS_3

Kyra masuk ke toilet dan mencuci mukanya berulang kali. Air terasa segar memercik di wajahnya.


“huuh... pantas saja dia susah sekali jika diminta untuk pulang, melarang ku menghubungi dia ternyata itu alasannya. Dia menghabiskan waktunya bersama tunangannya namun mengatasnamakan urusan kantor untuk menutupinya. Pintar ! Pintar sekali !” Kyra bicara dan mengomel sendiri meluapkan isi hatinya, emosinya dan amarahnya. Ternyata segarnya air tak bisa memadamkan amarah gadis itu.


Kembali ke kantor Gavin. Pria itu masih menatap kosong ponsel yang ada di tangannya dan tak tahu apa yang harus ia perbuat.


“Jika ada berita online maka jangan-jangan ada juga berita cetaknya.” Gavin berdiri dari tempat duduknya. Ia pun menuju ke sudut ruangan di mana di sana setiap hari ada beberapa koran baru. “Mungkin saja berita itu juga ada di sini.”


Ia mengambil tiga koran yang ada di rak buku. Dengan Tak sabar Ia membuka satu per satu koran yang ia ambil. Dua koran yang ia buka, tak ada yang membahas dirinya sama sekali.


“Astaga... pantas saja aku menjadi pemberitaan di online.” mendapati dirinya menjadi headline news di satu koran. Satu halaman besar menambahkan foto-fotonya bersama Christine.

__ADS_1


“Shit... ! Siapa yang mengambil fotoku ? Apa mungkin kemarin saat aku merasa ada kilatan blitz jadi itu benar cahaya dari sebuah kamera ?!” teringat pada kejadian kemarin saat di restoran. “ Ya lelaki mencurigakan itu. Dia pasti wartawan.” kembali teringat pada sosok lelaki aneh yang ia jumpai di restoran.


Namun meskipun sudah mengetahui siapa yang mengambil fotonya itu tak ada gunanya saat ini.


“Aku harus menjelaskan semua ini pada Kyra atau dia akan bersikap lebih frontal padaku.” Gavin menutup koran yang ia pegang dan mengembalikan ke tempatnya.


Malam harinya pria itu terlihat memakai baju casual namun tetap terlihat rapi dan juga harum.


“Ayah tolong aku kali ini.”


Matthew menautkan kedua alisnya menatap putranya. “Ya apa yang bisa ayah bantu ?” menatap Gavin. “Begini ayah...” Gavin menjelaskan apa yang terjadi padanya kali ini dengan berbisik.

__ADS_1


“Tolong ayah, rahasiakan hal ini dari ibu. Aku harus menyelesaikan masalahku. Dan aku janji sebelum besok pagi aku sudah kembali ke sini.” ucapnya dengan memohon.


Matthew tidak tega melihat tatapan Gavin yang mengiba padanya.


“Baiklah kau boleh pergi tapi pegang janjimu. Aku akan meng-handle ibumu di sini.” ucapnya dengan berat hati.


“Terimakasih ayah.” Gavin tersenyum lebar kemudian keluar dari kamarnya dengan membawa kunci pintu kamar dan kunci mobil ayahnya yang di berikan oleh Matthew padanya menuju ke tempat parkir.


Matthew kemudian meng-handle pelayan yang ada di sana agar menutup mulut mereka rapat-rapat tentang kepergian Gavin dan memberikan tips kepada mereka.


“Gavin cepatlah kembali.” Matthew mengunci kamar Gavin lalu masuk ke kamar lainnya yang kosong dan mengunci dirinya di sana agar istrinya mengira dirinya yang pergi.

__ADS_1


Gavin berada di mobil. Ia pun menghentikan mobilnya di airport terdekat untuk naik pesawat dengan rute pendek yang ditempuh hanya dalam waktu 30 menit saja, lebih pendek daripada dia harus mengendarai mobil sendiri ke Ottawa dengan jarak tempuh sekitar 3 - 4 jam yang tentunya akan menghabiskan waktu saja.


__ADS_2