
Keesokan harinya Aldan bergerak cepat. Dia pergi ke luar kota seorang diri tanpa memberitahukan hal itu pada Kyra.
Alden pergi ke kota Winchester, Cardinal, dan Athens. Dia turun di beberapa swalayan yang ada di sana. Terlihat lelaki itu saat ini sedang berbicara dengan pemilik swalayan di kota Cardinal.
Alden bersama seorang lelaki di sebuah ruangan dan terlihat berdiskusi.
“Baik tuan.... terima kasih atas kerjasamanya. Aku harap bisa secepatnya di proses.”ucap Alden pada pemilik swalayan dan berjabat tangan dengannya setelah selesai melakukan diskusi yang cukup panjang.
“Baik tuan Alden. Aku akan segera memberikan kabar padamu secepatnya.”jawab pemilik swalayan tadi menanggapi.
terserah keluar dari Swalayan Kembali menuju ke beberapa swalayan yang ada di kota Cardinal dan Athens. Di tiap kota dia menemui tiga pemilik swalayan dan dan melakukan diskusi dengan mereka tentang pembukaan outlet di swalayan mereka.
Siang hari di jam istirahat, Kyra duduk dan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.
“Tumben sepi, tak ada pesan ataupun telepon dari Alden.”gumam Kyra melihat ponselnya.
Karena ruangan sepi dadanya ada dirinya saat itu di ruangan maka dia pun mencoba menelepon Alden.
“kring... kring...”suara ponsel Alden yang berdering. Lelaki itu baru saja keluar dari sebuah swalayan setelah melakukan diskusi.
Alden segera mengeluarkan ponsel dari saku bajunya dan mengangkat teleponnya.
“Halo Kyra... ada apa ?”ucap Alden ditelepon setelah mengetahui siapa yang menelepon dirinya.
“Apa kau sibuk saat ini ? Sebenarnya aku merasa aneh saja, seharian ini kau tidak mengirim pesan ataupun menelepon.”balas Kyra di telepon.
“Aku ada di Athens sekarang dan sebentar lagi akan pulang.”balas Alden singkat sambil berjalan menuju ke jalan raya.
Kyra terkejut kenapa tiba-tiba lelaki itu ada di sana dan sebelumnya dia tidak pernah cerita apapun padanya.
“Alden... kenapa kau ada di Athens ?”tanya Kyra terkejut.
“Aku bermaksud membuka outlet di sini nanti sampai rumah baru ku jelaskan detailnya. Aku balik dulu sekarang.”jawab Alden menjelaskan secara singkat.
“Ya baiklah, hati-hati di jalan.”jawab Kyra kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.
__ADS_1
Gadis itu menaruh ponselnya ke meja. Dia merasa terkejut sekali ternyata Alden melakukan gerak cepat tanpa berdiskusi terlebih dulu dengannya seperti biasanya.
“Alden...aku yakin kau akan sukses.”gumam Kyra kemudian keluar dari ruangan karena dia barusan mendapatkan email dari bos David untuk menemuinya di ruangan kerjanya.
Alden dalam perjalanan pulang menuju ke Ottawa setelah semua urusannya beres. Lelaki itu duduk di mobil dan tersenyum kecil atas usaha keras yang dilakukannya barusan.
Di Ottawa terlihat satu mobil metalik meluncur di jalanan. Di tengah jalan terlihat mobil itu berhenti dan tujuh orang keluar dari dalamnya. Mereka berpencar dan menyebar menyisir area di sana.
“Segera berikan kabar jika ada sedikit petunjuk.”ucap seorang lelaki memberi perintah pada yang lainnya.
“Siap boz !”jawab para body guard itu.
Mereka kemudian segera menyebar menyisir lokasi. Salah satu orang menuju ke lokasi terakhir di mana dia sebelumnya pernah memakan fried potato di swalayan.
Lelaki itu tiba di swalayan tempat dia menemukan fried potato yang berasa seperti masakan tuan mereka.
“Aku ingat... aku memakan itu di sini.”gumam lelaki berbaju serba hitam itu berhenti di depan sebuah Swalayan.
Dia kemudian berjalan masuk dan mencari outlet tempat terakhir kali dia memakan fried potato.
“Kurasa di sini tempatnya.”gumam lelaki itu berhenti di sebuah outlet setelah berkeliling melihat beberapa outlet yang ada di sana.
Di outlet itu ramai sekali dan kebetulan tak ada tempat duduk yang kosong.
“Tolong satu fried potato dan satu boba coffee.”ucap lagi itu memesan untuk dirinya.
Karena masih belum ada tempat duduk dia pun berdiri di dekat tempat pemesanan.
Sambil menunggu pesanannya jadi, lelaki itu mengedarkan pandangan ke sekitar untuk mencari informasi di sana.
“Aku ingin tahu di mana pemiliknya ?”batin lelaki tadi kemudian menetap ke arah ruangan yang ada di belakang pelayan.
Dia pun bergeser dan berjalan menuju ke ruangan yang pintunya terbuka itu dan berdiri tak jauh darinya sambil mengamati, dan ternyata tak ada siapapun di sana.
“Tuan, pesanannya sudah jadi.”ucap pelayan memanggil karena tidak melihat pembeli itu.
__ADS_1
“Ya baik.”jawab kalau kita di kemudian kembali bergeser ke pelayan dan menerima pesanannya.
Dia pun mencoba mengurangi informasi dari pelayan yang bekerja di situ.
“Maaf... apakah aku bisa bertemu dengan pemilik outlet ini ? Aku ingin menawarkan kerjasama dengannya.”ucap lelaki itu menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan informasi.
“Maksud anda ingin bertemu dengan tuan Alden ? Maaf tuan sedang tidak ada di tempat. Mungkin besok bisa ke sini untuk bertemu dengan beliau.”jawab pelayan tadi menjelaskan dan percaya begitu saja pada ucapan pembeli tadi.
“Aku dari luar kota, besok aku sudah kembali ke tempatku. Jika bisa Aku ingin bertemu dengannya hari ini juga. Mungkin saja aku boleh minta alamat tempat tinggal tuan Alden itu atau nomor teleponnya ?”ucap lelaki itu berharap lah yang tadi mau memberikan nomor telepon atau alamat owner outlet.
Pelayan tadi langsung memberikan alamat ataupun nomor telepon Alden dan dia terlihat berdiskusi sebentar dengan rekannya.
“Tuan... maaf kami tidak bisa memberikan nomor telepon tuan Alden padamu, tapi kami bisa memberikan alamatnya.”jawab pelayan tadi setelah selesai berdiskusi.
Lelaki tadi kemudian mencatat alamat yang diberikan oleh pelayan tadi.
“Terima kasih atas informasinya.”jawab lelaki tadi kemudian segera pergi dari sana.
Dia dampak tersenyum lebar dan menyeringai keluar dari swalayan, lalu segera menuju ke alamat yang barusan diberikan oleh pelayan padanya.
“klik...”lelaki tadi turun dari sebuah mobil yang berhenti lima meter dari lokasi yang dia cari.
Dia melihat rumah dengan outlet di depannya kemudian berjalan kembali menuju ke mobil, dan mengamati dari dalam.
Dua jam kemudian sebuah mobil berhenti di depan outlet. Terlihat Alden turun dari mobil dan berhenti sebentar di outlet berbicara dengan pekerjanya.
Dari mobil lain body guard tadi menggunakan teropong untuk memperjelas penglihatannya.
“Astaga apa aku tidak salah lihat ? Lelaki itu benar-benar mirip dengan tuan Gavin.”pekik lelaki dari dalam mobil.
“Jalankan mobil ke sana, cepat !”ucap lelaki tadi pada driver.
Driver segera bergerak maju dan berhenti dua meter dari outlet.
Saat itu Alden berbalik menghadap ke jalan raya dan kemudian masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
“Ya dia benar tuan Gavin, tak salah lagi.”ucap lagi dari dalam mobil dan kemudian meminta driver untuk segera berjalan sebelum ada yang mencurigai kedatangannya di sana.
BERSAMBUNG...