Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 136 Tidak Setuju


__ADS_3

Victoria terus menatap Kyra yang membuat gadis itu merasa tak nyaman karenanya. Gavin yang melihat itu mengeratkan genggaman tangannya. Ia tahu jika gadisnya itu sedang gugup.


“Gavin bagaimana kau bisa mengenal gadis ini ?” Victoria yang sudah selesai menilai Kyra beralih menatap anak lelakinya.


Kyra terlihat semakin gugup bagaimana dia akan menjawabnya dan menatap Gavin.


“Ibu aku mengenalnya tak lama ini. Dan aku mengenalnya dari biro kencan buta.” Jawab Gavin mengarang cerita. “Oh.” timpal Victoria mengangguk dan percaya pada ucapannya.


“Gavin apa seleranya berubah dan menurun setelah dia kehilangan ingatan ?” kembali menatap Kyra yang menurutnya memang cantik tapi tidak berkelas terlihat dari pilihan gaun yang dikenakan gadis itu yang bukan barang branded. “Siapa nama mu tadi ?”


“Kyra.” jawabnya singkat.


“Ya Kyra... dimana kau tinggal ?” Victoria mulai mengajukan pertanyaan. “Aku tinggal di Atlanta.” mencoba untuk tenang dan menatap mata Victoria secara langsung. “Oh jauh sekali.”


Pertanyaan selanjutnya wanita itu bekerja untuk mengetahui asal-usul gadis yang dibawa oleh anak lelakinya.


“Apa pekerjaan mu ?”


“Aku admin di sebuah perusahaan media massa.


“Seperti dugaan ku gadis ini hanya orang biasa.” Victoria mengangguk dan mengajukan pertanyaan selanjutnya. “Lalu apa pekerjaan orang tua mu ?”


Deg


Kyra terkejut mendengarkan pertanyaan yang sangat privasi seperti itu. “Apa maksud dari pertanyaan ini ? Apa dia ingin mengetahui latar belakang keluargaku yang bukan dari golongan atas seperti dia ?” Kyra terlihat gugup untuk menjawabnya karena khawatir hal itu akan menjadi penghalang hubungan nya dengan Gavin.


“Ayahku hanya seorang--


“Ibu ku rasa pertanyaan ibu membuat Kyra tertekan. Ia hanya kemari untuk menemui Ibu bukan diintrogasi seperti ini.” potong Gavin seketika karena mulai merasa kesal pada sikap ibunya yang bermaksud memojokkan gadisnya.

__ADS_1


“Gavin sejak kapan kau...” Victoria menatap tajam pada Gavin karena perasaan anak lelakinya itu berani pada dirinya. “Ibu...” Gavin tiba-tiba berdiri dan menghampiri ibunya.


Ia mengajak wanita itu masuk ke dalam dan bicara di sana.


“Ada apa kau membawaku kemari ?” Victoria menarik tangannya dari tangan Gavin lalu melipat kedua tangannya dan berdiri bersandarkan dinding menghadap Gavin. “Ibu aku mohon jangan melukai perasaan kekasih ku. Dia adalah kekasih ku, wanita pilihanku sendiri. Dan Tentu saja dia berkali-kali lipat lebih baik daripada Christine.” Gavin segan-segan menuturkan apa yang ada di pikirannya.


“Bagaimana kau bisa menyukai gadis seperti itu ?” menatap Gavin. “Berapa usianya ?” tanyanya karena melihat Kyra seperti berumur lebih tua daripada anak lelakinya. “27 tahun ibu.”


Gleg


Victoria terkejut mendengar jawaban dari Gavin. Ternyata sesuai perkiraannya jika gadis itu berusia lebih tua daripada Gavin.


“Oh Gavin banyak gadis lain yang lebih cocok untuk mu dan berusia lebih muda darimu. Apa kau tak ingin dekat dengan gadis yang lebih baik dari kekasih yang kau bawa itu ? Dan ya, aku bisa mencarikan lagi gadis yang lebih baik dari dia dan bahkan lebih baik dari Christine ?” ucap Victoria panjang lebar memberi saran untuk anak lelakinya.


Seperti yang Gavin kira, wanita itu tak akan mudah menyetujui hubungannya dengan Kyra yang bukan kriteria Victoria sama sekali.


“Tidak ibu... aku merasa sudah sangat cocok sekali dengan Kyra.” jawabnya dengan yakin.


Di ruang tamu. Kyra merasa gugup dan sedari tadi menoleh ke arah belakang.


“Gavin... kemana dia pergi ? Kenapa lama sekali dan belum kembali ?” gumamnya sambil menatap jam yang melingkar di tangannya yang menunjukkan sudah 15 menit berlalu. “Apa yang sebenarnya terjadi ?” Kyra rasnya ingin berjalan ke belakang dan memanggil kekasihnya saja daripada menunggu seorang diri di sana.


“Ibu aku akan kembali ke depan. Ku rasa cukup itu yang ingin ku sampaikan padamu.” Gavin mengakhiri pembicaraan mereka. “Ibu ayo kita kembali ke depan dan temui Kyra.”


“Oh... tidak Gavin... ibu tiba-tiba merasa sedikit pusing. Kau saja yang menemui kekasihmu itu sendiri. Aku masih ada urusan lainnya.” Victoria menolak dan segera berjalan masuk ke dalam lagi meninggalkan Gavin.


“huft...” Gavin menghembuskan nafas panjang melihat reaksi ibunya yang sudah ia prediksi sebelumnya. “Kyra... dia pasti sudah menunggu ku lama.” peliknya teringat pada gadisnya. “Sebaiknya aku cepat kembali.”


Gavin kemudian berjalan cepat dan kembali masuk ke ruang tamu.

__ADS_1


“Gavin...” Panggil Kyra saat lelakinya datang. Ia berdiri dan menghampiri Gavin. “Sayang, maaf membuat mu lama menunggu ku.” Gavin memegang tangan gadisnya dan mengajaknya duduk kembali.


“Dimana ibu mu ?” tanyanya saat melihat wanita tadi tidak kembali bersama Gavin. “Oh ibu... dia mendadak ada urusan dan tak bisa menemui mu.” jawabnya agar tidak menyinggung perasaan kekasihnya.


“Kau yakin ?” ucap Kyra lagi tak percaya dan berpikir lelakinya itu pasti menyembunyikan sesuatu darinya. “Apa ibu mu tidak menyukai ku ?” cerocosnya begitu saja.


“Bukan... bukan begitu. Kau jangan sensitif. Ibu ku memang seperti itu orangnya dan dia benar-benar sibuk.” Gavin kembali menyangkal untuk menghapus kecurigaan Kyra.


“Kalau begitu lebih baik kau antar aku pulang sekarang juga.” ucap Kyra berbisik lirih di telinga lelaki itu karena memang iya merasa tidak nyaman berada di sana lama-lama.


“Sebelum pulang aku akan menunjukkan padamu kamarku dulu.” menarik tangan Kyra tanpa menunggu jawaban dari gadisnya setuju atau tidak pada ajakannya.


“Maksud mu kau mau tidur dan meminta ku menunggumu tidur ? Yang benar saja ? Aku tidak mau itu.” protes Kyra.


Namun Gavin tetap menarik tangannya dan tak mendengar ucapannya. Ia pun menarik dengan garisnya menuju ke kamarnya.


“Aku akan ganti baju sebentar saja.” ucap nya sering berhenti di depan kamarnya.


“klik.” Gavin membuka gambarnya dan mengunci kembali setelah menutupnya.


“Gavin apa yang kau lakukan ? Kau bilang mau ganti baju saja ? Kenapa aku terus menunggu di sini dan terlebih lagi kau menguncinya. Apa nanti yang ada dipikiran para pelayan yang ada di depan kamar mu ?” Kyra ingin membuka pintu dan memutuskan untuk keluar dari sana.


Namun Gavin menariknya dan memintanya untuk duduk sebentar di tempat tidur. “Persetan pada apa kata mereka. Aku tak peduli.”


Pria itu kemudian membuka bajunya dan bertelanjang dada sambil membawa baju ganti dan menghampiri Kyra.


Ia kemudian mencium leher Kyra dan membuka resleting gaun gadisnya.


“Ahh... Gavin tidak. Jangan lakukan ini di sini.” desah Kyra saat lelaki itu meremas dadanya.

__ADS_1


“Pelankan suara mu, atau kau akan membuat pelayan yang di luar sana tahu apa yang kita lakukan ?” naik ke atas tubuh Kyra setelah melepas celananya dan gaun Kyra. “Kau benar-benar pria gila. Aah...”Kyra kembali mendesah namun Gavin segera membungkam dengan ciumannya.


__ADS_2