
Aphrodite melangkah memasuki rumahnya. Lelaki itu berjalan sangat cepat hingga membuat Aphrodite tertinggal dibelakangnya.
Apapun yang terjadi, aku harus meminta tuan Antonio untuk memberikanku waktu agar aku bisa mengumpulkan uang untuk membayar semua utang-utang keluargaku. Aku akan lakukan cara apapun supaya dia luluh dan mau menerima permintaanku untuk memberikanku waktu, ucap Aphrodite dalam hati. Ia mengepalkan kedua tangannya, meyakinkan diri agar bisa menyampaikan apa yang ingin ia bicarakan padanya.
Di sisi lain. Fransisco melangkah menuruni tangga, ia hendak mencari keberadaan asisten rumah tangganya guna menanyakan sesuatu. Langkahnya mendadak terhenti saat kedua matanya menangkap sosok wanita cantik yang dikenalnya.
"Dite!" panggilnya sembari bergegas menghampiri wanita itu.
Aphrodite yang merasa seseorang menyerukan namanya, lantas menoleh ke arah datangnya suara. Belum sempat kedua matanya menangkap sosok yang baru memanggilnya, tubuhnya lebih dulu terjebak dalam dekapan seorang lelaki tinggi dengan tangan berototnya.
"Aku senang sekali bisa melihatmu." Frans mengeratkan pelukannya. Aphrodite tersentak, ia mendorong dada bidangnya spontan berusaha membuatnya menjauh.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?!" tukasnya menampakkan raut wajah kesal.
"Aku sangat merindukanmu, sudah sangat lama kita tidak berjumpa." Frans menyunggingkan senyum.
"Kau benar-benar kurang ajar," gerutu Aphrodite kesal. Ia masih tidak terima dengan perlakuan Frans yang tiba-tiba memeluknya tanpa izin.
"Mimpi apa aku semalam, sampai-sampai di datangi oleh wanita cantik sepertimu."
"Aku tidak datang kemari untuk menemuimu!" ketusnya.
Bukan hanya karena Aphrodite menganggap Frans sebatas teman, ia juga tidak pernah membayangkan untuk berhubungan dengan lelaki yang orang tuanya berteman dengan mendiang ayahnya.
"Kau terlihat semakin cantik setelah lama tidak bertemu. Aku jadi semakin mencintaimu. Omong-omong bagaimana kabarmu?"
__ADS_1
"Hentikan basa-basinya. Aku datang kemari untuk menemui ayahmu!" tukas Aphrodite. Ia ingin benar-benar mempertegas dinding di antara dirinya dan Frans agar lelaki itu mau menyerah untuk terus mengejar-ngejar dirinya. Aphrodite sudah memiliki Vier, terlebih hubungan mereka akan lebih serius lagi setelah apa yang kini dialaminya.
"Ada apa kau menemui papa?"
"Ayahmu memintaku untuk melunasi semua utangnya hari ini juga, atau kalau tidak. Beliau akan mengusir aku dan keluargaku dari rumah. Beliau akan menyita rumah kami sebagai bayaran separuh dari utang kami. Aku datang kemari untuk meminta tambahan waktu, agar aku bisa mengumpulkan uang dan membayar utang kami."
"Benarkah? Mau aku bantu? Aku bisa saja membantumu berbicara dengan papa mengenai hal ini. Asalkan, penuhi satu syaratku. Jadilah milikku, dengan begitu aku akan membantumu."
"Frans, aku sedang tidak ingin bercanda! Lagipula aku sudah memiliki kekasih, dan dia jauh lebih baik daripada kau! Aku tidak mungkin mengkhianatinya hanya karena aku memiliki banyak utang dengan keluargamu!"
Frans tersenyum kecut mendengar ucapan Aphrodite. Entah kenapa ucapannya membuat hatinya tersayat, lagi-lagi penolakan darinya selalu berhasil membuat Frans sakit hati. Terlebih kali ini, Aphrodite menyangkut-pautkan hubungannya dengan lelaki lain.
"Aku tidak mengerti, kenapa kau selalu menolakku? Apa sebenarnya kekuranganku sampai-sampai kau tidak ingin denganku? Padahal aku punya segalanya, yang bahkan tidak di miliki oleh orang lain di dunia ini."
__ADS_1
"Kau ingin tahu apa kekuranganmu?"
...***...