Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
With him…


__ADS_3

***


Fransisco melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam itu sudah menunjukkan pukul empat sore. Sudah waktunya untuk pulang dan ia masih sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya. "Hanya tinggal sedikit lagi. Aku harus cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanku, setelah itu pergi menjemput Aphrodite dan pulang," gumam Fransisco sembari terus fokus pada pekerjaannya.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Fransisco lalu beranjak dari tempat duduknya. Ia hendak menjemput Aphrodite di kantornya dan pulang bersama dengannya.


*


Usai makan siang bersama, Aphrodite dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke kantor; karena urusan mereka di sana sudah selesai. Mereka kembali ke kantor dan melanjutkan beberapa pekerjaan lain yang masih belum selesai.


Waktu terus berjalan, tanpa terasa sudah waktunya jam pulang kantor. Setelah menyelesaikan pekerjaannya yang hanya tinggal sedikit lagi, Aphrodite lalu beranjak dari tempat duduknya untuk pulang dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah akibat terlalu banyak hal yang harus di urusnya.


"Hari yang benar-benar melelahkan, bagaimana harimu di kantor?" Tanya Aphrodite pada Tina yang kini melangkah beriringan dengannya. Jam kerja mereka baru saja usai, dan mereka berdua hendak pulang guna mengistirahatkan tubuh yang lelah.


"Hari ini benar-benar buruk, beberapa kali aku salah mengerjakan tugas kantorku. Aku juga sempat beberapa kali di marahi," sahutnya dengan wajah murung.


"Benarkah?"


"Iya. Tapi pada akhirnya aku bisa menyelesaikan semua tugasku juga."


"Kau pasti mengalami banyak kesulitan selama aku tidak ada."


"Tentu, jadi tidak ada orang yang bisa aku mintai tolong untuk membantu menjelaskan mengenai apa yang harus aku kerjakan."


"Suatu saat kau pasti akan mengerti dan bisa beradaptasi dengan semua itu. Semua ini hanya butuh proses."

__ADS_1


"Ng." Tina mengangguk pelan. Tiba di depan pintu lift, mereka lalu disibukkan menunggu pintu itu terbuka agar mereka bisa masuk dan mengantarkan mereka menuju lantai dasar.


Tak lama menunggu pintu lift sudah terbuka dan menampakkan Jordan yang berdiri bersama dengan sekretarisnya. Mereka juga dampaknya sudah hendak pulang. Aphrodite dan Tina melangkah masuk dan berdiri bersebelahan dengan mereka.


Hening. Tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibir mereka untuk waktu yang cukup lama. Aphrodite hanya diam dan menatap lurus ke depan, tepatnya ke arah pintu lift yang masih tertutup. Pun Jordan yang memandang ke arah yang di pandang Aphrodite.


Di sisi lain, Tina yang bersebelahan dengan Aphrodite tak bisa berhenti memandangi Jordan yang bersebelahan tepat dengan Aphrodite. Sudah menjadi kebiasaan baginya setiap kali bertemu dengan Jordan dalam kebetulan seperti saat ini, wanita itu pasti diam dan terus memperhatikan Jordan nyaris tanpa berkedip. Beda hal dengan sekretarisnya Jordan, wanita itu kini sibuk dengan layar tablet di tangannya. Ia tengah mengecek ulang jadwal kegiatan untuk besok.


Tak lama pintu lift terbuka begitu mereka tiba di lantai dasar, Aphrodite dan yang lainnya melangkah keluar bersamaan. Saat hendak pergi secara tiba-tiba Jordan menarik tangannya dan menahan langkah kakinya.


"Aku ingin berbicara denganmu, bisa?" Tanyanya cepat.


"Apa yang ingin anda bicarakan?" Aphrodite menatapnya bingung. Jordan melirik ke arah Tina membuat wanita itu mengerti apa yang coba di sampaikan olehnya.


"Oh… kalau begitu aku duluan." Tina beranjak pergi meninggalkan Aphrodite dan Jordan berdua di sana. Aphrodite menatap Tina yang pergi meninggalkannya bersama dengan Jordan hingga sosoknya hilang di balik pintu keluar.


"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu karena kau sudah memberitahukan tempat Laura bekerja. Aku benar-benar senang karena kau sudah mengajakku untuk berkunjung ke sana."


"Itu hanya kebetulan saja kita memiliki projects di dekat sana, jadi sekalian aku mengajakmu untuk bertemu dengannya. Lagi Pula kalian juga pelan-pelan sudah mulai kembali bersikap biasa kan? Laura juga sudah jarang lari saat melihatmu."


"Iya. Setelah tahu tempat bekerjanya, aku jadi merasa lega. Sepertinya selama beberapa tahun terakhir setelah kita berpisah… dia mendapatkan kehidupan yang lebih nyaman di bandingkan saat kami masih bersama. Dan seperti… ini sudah saatnya untuk aku berusaha mendekatinya lagi." Jordan tersenyum ke arah Aphrodite, wanita itu balas tersenyum; Aphrodite ikuti bahagia saat tahu orang yang meminta tolong padanya itu sudah berhasil ia bantu sesuai dengan permintaannya.


"Pelan-pelan saja, dan jangan terlalu memaksakan dia. Bagaimanapun, Laura sepertinya masih trauma dengan apa yang di alami olehnya."


"Iya." Sahut Jordan. Mereka terus melangkah hingga tiba di pintu keluar. Aphrodite menoleh ke arah dimana Fransisco biasa memarkirkan mobilnya saat pria itu menjemputnya.

__ADS_1


"Oh ya, Frans sudah menjemput. Aku duluan." Pamit Aphrodite.


"Iya. Kalau begitu aku juga pergi."


"Ng." Aphrodite menganggukkan kepalanya, ia lantas beranjak pergi dari tempatnya; menghampiri Fransisco yang sejak tadi menunggunya dari dalam mobil.


Fransisco sejak tadi terus memperhatikan gerak-gerik Aphrodite dan Jordan, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi dari ekspresi wajah mereka, keduanya tampak dekat dan hal itu membuat Fransisco penasaran.


Aphrodite melangkah masuk dan duduk di kursi samping pengemudi yang di tempati oleh Fransisco.


"Kau sudah menunggu lama?"


"Tidak juga." Sahut Fransisco yang kemudian menyalakan kembali mesin mobilnya dan melajukan mobilnya pergi dari sana.


Sepanjang perjalanan Aphrodite dan Fransisco membicarakan banyak hal mengenai apa yang mereka lalui selama seharian ini guna menghilangkan keheningan yang ada.


Fransisco memarkirkan mobilnya di basement. Selesai memastikan semuanya dalam keadaan aman; Aphrodite dan Fransisco lalu melangkah menuju kediaman mereka agar bisa beristirahat dan menghilangkan penat yang sejak tadi terus menggelayuti tubuh mereka.


Aphrodite membuka pintu apartemen nya, melangkah masuk bersama dengan Fransisco lalu pergi ke ruang tengah untuk duduk sejenak. Mereka terhenyak di sofa yang ada dengan posisi menengadah menatap langit-langit ruangan tersebut.


Hening. Tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibir masing-masing. Aphrodite sibuk menikmati ketenangan, sementara Fransisco terus saja dibayang-bayangi kejadian saat dirinya secara tidak sengaja melihat Aphrodite yang keluar dari kantor bersamaan dengan Jordan. Mereka mengobrol dan saling melemparkan senyum satu sama lain.


"Mereka tampak sangat akrab," batinnya saat hal itu kembali terlintas di benaknya.


Fransisco menoleh ke arah Aphrodite yang terduduk di sampingnya, wanita yang menjadi istrinya itu terdiam dengan keadaan terpejam. Ia tampak sangat kelelahan.

__ADS_1


"Apa yang tadi mereka bicarakan? Apakah mengenai pekerjaan di kantor?" Inner-nya. "Ah… apa yang aku pikirkan? Kenapa aku malah terus kepikiran hal-hal seperti itu? Itu hanya hal sepele yang tidak perlu aku pikirkan, lagi pula mereka rekan kerja."


***


__ADS_2