Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Twins 8 - Mr. Antonio


__ADS_3

"Dite!" Helen menghampiri putri sulungnya.


"Mama." Aphrodite memeluk Helen guna membuatnya tenang. Wanita itu menangis tersedu dalam dekapannya.


"Ada apa ini? Kalian siapa?" Aphrodite menatap sekelompok lelaki yang baru saja membuat kekacauan di rumahnya.


"Kami adalah anak buah tuan Antonio, dan kami datang kemari untuk menagih semua utang yang keluarga kalian miliki. Ini sudah tenggat waktu, dan kalian harus melunasi semuanya sekarang juga. Kalau tidak, kalian harus angkat kaki dari rumah ini," ujar lelaki itu penuh penekanan.


Brukk!


Beberapa koper dilempar dengan keras ke arah lantai. Helen, Aphrodite dan Erland menatap ke arah datangnya suara. Pakaian mereka berserakan karena koper yang di lempar dalam keadaan terbuka.


"Tidak! Apa yang kalian lakukan?!" Helen berlari memunguti pakaiannya, Erland ikut bergerak menghampiri mamanya. Sementara itu, beberapa anak buah lelaki itu menendang-nendang koper dihadapannya hingga membuat semuanya semakin berantakan.


__ADS_1


"Berhenti! Jangan lakukan semua ini! Aku akan melunasi semuanya, tapi berikan kami waktu!" Aphrodite berusaha meminta lelaki itu untuk berhenti.


"Waktu? Kalian sudah banyak diberikan kesempatan oleh tuan Antonio, dan semuanya sudah kalian sia-siakan! Waktu kalian habis. Rumah ini akan kami sita sebagai pembayar setengah dari utang-utang kalian, setengahnya lagi secepatnya kalian bayar!"


"Aku mohon berhenti! Jangan sita rumah ini, kalau kalian menyita rumah ini otomatis kalian membuat kami menjadi gelandangan, dan itu akan membuat kami makin kesulitan untuk membayar utang kami."


"Aku tidak peduli, itu bukan urusan kami. Kami hanya di tugaskan untuk menyita rumah ini kalau kalian tidak bisa membayar," bentak lelaki itu kesal.


Helen bangun dan menghampiri Aphrodite. "Dite… lakukan sesuatu, jangan sampai rumah ini di sita. Jangan sampai membuat kita harus hidup di jalanan, cepat cari cara agar kita tidak di usir."


"Mama tenang dulu, aku akan mencari cara agar tuan Antonio mau memberikan kita waktu." Aphrodite berusaha membuatnya tenang.


"Kalau begitu, antarkan aku bertemu dengan tuan Antonio. Biar aku sendiri yang bicara dengannya mengenai hal ini, aku akan bicara dengannya agar beliau mau memberikan kami waktu untuk mengumpulkan uang," ujarnya.


"Tidak bisa! Tuan Antonio sibuk!" tolak pria itu cepat.

__ADS_1


"Ayolah! Aku mohon, biarkan aku bicara dengan tuan Antonio. Aku yakin, tuan Antonio akan memberikan kami satu kesempatan lagi untuk mengumpulkan uang." Aphrodite memohon penuh harap pada pria itu. Setelah memohon-mohon berulang kali, akhirnya ia mau mengantarkannya menuju rumah kediaman Shankara dimana lelaki itu berada.


"Kalian tetap di sini dan pastikan jangan sampai mereka masuk!" tukasnya penuh penekanan pada seluruh anak buahnya. Mereka mengangguk serentak pertanda mengerti.


Aphrodite menghampiri Helen dan Erland. "Aku akan segera kembali, aku mohon tetap di sini sampai aku kembali. Aku akan berusaha berbicara dengan tuan Antonio."


"Baiklah, kalau begitu cepat kembali." Helen mengangguk pelan.


"Erland, jaga mama baik-baik."


"Kau pergi saja dan selesaikan semua ini! Setelah itu cepat kembali! Aku tidak ingin kehilangan satu-satunya tempat tinggal kita!" gerutu Erland.


"Au tidak akan lama. Aku janji." Aphrodite berbalik, melenggang bersama dengan pria tadi.


...***...

__ADS_1


__ADS_2