
...***...
Fransisco tersenyum simpul begitu mendapati tas berisi bekal makan siangnya itu telah ia terima dari sekretarisnya, hanya saja yang membuatnya sedih karena Aphrodite tidak menemuinya secara langsung dan pergi begitu saja setelah menitipkan bekal makan siang yang telah di buatnya pada sekertarisnya.
Fransisco meraih ponselnya memotret bekal makan siangnya lantas mengirimkan foto itu pada Aphrodite.
Fransisco:
Aku sudah menerima makanan yang kau titipkan pada sekertaris ku, tapi rasanya masih kurang karena aku tidak bertemu langsung denganmu. Kenapa kau langsung pergi dan tidak menemuiku dulu?
Fransisco lantas menekan tombol kirim. Setelah itu ia lalu menaruh ponselnya di atas meja dan mulai di sibukkan menyantap hidangan makan siang yang telah di buat oleh Aphrodite.
"Dari aromanya benar-benar harum," gumamnya seraya tersenyum simpul. Hanya dalam satu kali suapan, lidahnya sudah langsung di manjakan dengan rasa enak dari makanan yang di buat Aphrodite. Entah kenapa tapi Fransisco merasa kalau setiap masakan yang di buat oleh Aphrodite memiliki ciri khasnya tersendiri yang membuatnya tidak akan pernah bisa lupa.
"Kau memang benar-benar pintar memasak," tuturnya memonolog.
...*...
Aphrodite meminta sang supir untuk berhenti tepat di depan bangunan apartemennya. Ia lantas melangkah keluar setelah membayar sang supir taksi dengan beberapa uang cash yang di milikinya.
Aphrodite melangkah memasuki apartemen, berjalan sepanjang koridor menuju lift agar bisa tiba di lantai tempat dimana dirinya tinggal bersama dengan Fransisco. Tiba di dalam lift yang kebetulan kosong Aphrodite segera menekan tombol lantai tempat yang ditujunya dan menunggu hingga ia sampai.
TRING!
Notifikasi ponselnya dalam sekejap langsung menyita perhatiannya. Aphrodite merogoh tas yang dibawanya begitu ia mendengar suara notifikasi yang berasal dari ponselnya, mendapati pesan dari Fransisco.
"Dia sudah menerimanya, ya… syukurlah sekarang dia sudah makan." Aphrodite bergumam pelan seraya tersenyum simpul membaca pesan yang baru saja di kirimkan oleh Fransisco.
Jari-jari jangan Aphrodite lantas mulai bergerak di layar ponselnya, menuliskan sebuah pesan guna membalas chat yang baru diterimanya.
Aphrodite:
Aku langsung pulang karena aku tahu kau sibuk. Aku tidak ingin mengganggumu, itu saja.
Kalau begitu selamat menikmati makanannya, dan semangat bekerjanya. Cepat pulang, aku kesepian…
__ADS_1
Kirim. Aphrodite lantas memasukkan ponselnya ke dalam tas miliknya, bersamaan dengan itu pintu lift terbuka di lantai tempat tinggalnya. Ia lalu beranjak keluar menyusuri sepanjang koridor menuju kediamannya.
Tiba di dalam rumah, Aphrodite merebahkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruang tengah. Menghadap pada televisi yang kini dalam keadaan mati. Kepalanya menengadah menatap langit-langit.
"Hari ini benar-benar panas, aku jadi ingin minum sesuatu yang dingin dan menyegarkan," katanya pelan.
Ponsel miliknya kembali mengeluarkan suara, kali ini dengan ringtone yang berbeda. Ringtone ponselnya disertai dengan getaran yang menandakan panggilan masuk dari seseorang.
Aphrodite mengeluarkan ponselnya mengangkat sambungan telpon dari Fransisco. Ia menggeser tombol hijau yang secara otomatis menghubungkannya dengan Fransisco.
"Halo?" Sapa Aphrodite begitu sambungan telponnya terhubung.
"Akhirnya aku bisa mendengar suaramu."
"Bagaimana makanannya? Sudah kau makan?" Aphrodite beranjak bangun dari tempat duduknya, berjalan menuju arah dapur untuk membuat minuman segar guna menghilangkan dahaga yang kini dirasanya.
"Aku sedang menikmatinya. Makananmu benar-benar enak."
"Kalau begitu, kau harus menghabiskan semuanya tanpa tersisa."
"Aku baru saja sampai, hari ini benar-benar panas. Aku jadi tidak kuat berlama-lama di luar."
"Ya, kau benar. Hari ini begitu cerah dan mataharinya juga cukup terik."
"Iya. Oh ya, kau pulang jam berapa? Aku akan menyiapkan makan malam untukmu."
"Aku akan pulang tepat waktu, walaupun banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan tapi aku tidak akan kerja lembur di kantor. Mungkin aku akan membawanya ke rumah dan mengerjakannya di sana, aku tidak ingin membuatmu menunggu lama dan aku juga tidak ingin melewatkan jam makan malam."
"Syukurlah, kalau begitu aku akan menyiapkan makanan yang tidak kalah enak dari hidangan sarapan dan makan siang. Cepatlah pulang."
"Iya, terima kasih. Aku akan pulang secepatnya agar kau tidak lagi merasa kesepian."
"Aku akan menunggu." Aphrodite meraih gelas berisi jus jeruk yang telah di buatnya, meneguknya secara perlahan hingga hanya tersisa setengahnya.
"Ya…"
__ADS_1
"Kalau begitu lebih baik sekarang kau kembali bekerja agar kau bisa cepat pulang."
"Okay."
"Jangan lupa habiskan makan siangmu juga."
"Tenang saja, ini juga sudah hampir habis. Oh ya, omong-omong kau sudah makan siang? Jangan sampai kau melewatkan makan siang hanya karena kau harus datang ke kantorku dan mengirimkan makan siang untukku sementara kau lupa makan."
"Aku sudah makan siang sebelum aku berangkat ke kantormu. Kau tenang saja, jangan khawatirkan aku."
"Baguslah, aku senang mendengarnya. Walaupun aku agak kecewa karena tidak bisa bertemu denganmu siang ini, kau malah pulang begitu saja. Padahal aku ingin menghabiskan waktu istirahat ku bersama denganmu."
"Kita akan bertemu lagi nanti di rumah Frans, apakah itu tidak cukup? Lagipula aku langsung pulang karena tidak ingin membuatmu terganggu dan pekerjaanmu terbengkalai hanya karena aku berkunjung. Jadi lebih baik kau fokus saja pada pekerjaanmu agar kau bisa cepat pulang dan kita bisa menghabiskan waktu bersama."
"Mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulutku membuatku semakin semangat untuk bekerja. Aku ingin segera menyelesaikan semua pekerjaanku dan secepatnya pulang ke rumah lalu menghabiskan waktu bersama denganmu."
"Kalau begitu cepatlah. Aku akan menunggu."
"Baik. Kalau begitu aku kembali bekerja, ya?"
"Ya. Sampai jumpa di rumah."
"Sampai jumpa."
Aphrodite menutup panggilan telponnya sepihak kemudian kembali meneguk gelas berisi jus yang telah ia buat hingga habis tidak tersisa.
Fokusnya beralih pada kulkas yang berada tidak jauh dari tempatnya berada saat ini. Ia membukanya dan mengecek bahan-bahan makanan.
"Sepertinya aku harus keluar lagi untuk membeli bahan-bahan makanan untuk masak hidangan makan malam nanti," ujar Aphrodite begitu mendapati isi kulkasnya yang tidak terlalu lengkap, ada beberapa bahan yang tidak ada di dalam sana dan hanya ada sedikit saja bahan yang bisa dipergunakannya untuk memasak nanti malam.
"Malam ini aku masak apa, ya?" Aphrodite terdiam sejenak berusaha mencari ide untuk masakan makan malam nanti.
"Lebih baik aku pikirkan begitu tiba di supermarket saja, biasanya kalau aku sudah melihat bahan-bahan makanannya, aku akan langsung mendapatkan ide untuk hidangan makan malam nanti."
"Kalau begitu aku pergi sekarang saja, agar setelah itu aku bisa tenang ketika memasak nanti." Aphrodite beranjak.
__ADS_1
...***...