Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Wedding dress


__ADS_3

...***...


"Ah, akhirnya kau keluar," ujar Helen seraya tersenyum simpul ke arahnya yang baru saja tiba di sana.


Aphrodite berdiri dengan raut wajah bingung di tempatnya, menatap kearah Fransisco yang kini duduk sembari tersenyum dan menatap ke arahnya.


Aphrodite melangkah perlahan menghampiri salah satu sofa kosong yang ada di ruangan tersebut. Ia duduk di sofa yang tepat berhadapan dengan Fransisco. Sementara itu, Helen berjalan dan ikut duduk tepat bersebelahan dengan Aphrodite yang kini menatap Fransisco dengan raut wajah bingung.


"Omong-omong ada apa?" Tanya Aphrodite pada Fransisco, memecah keheningan yang semula menyelimuti kebersamaan mereka.


"Oh, aku datang kemari karena aku ingin mengajakmu keluar."


"Huh?"


"Keluar?" Beo Helen yang tampak sumringah mendengar nya. Sementara Aphrodite di sampingnya masih menatap Fransisco dengan raut wajah bingung.


"Iya, Tante. Rencananya aku ingin mengajak Aphrodite keluar karena hari ini kita harus melakukan fitting baju pengantin kita," jelas Fransisco.


"Ah, begitu rupanya."


"Tapi, bukankah seharusnya hari ini kau bekerja?" Tanya Aphrodite tak menghiraukan Helen yang sejak tadi terus senyum-senyum di sampingnya.


"Iya. Tapi karena meeting ku batal di lakukan, jadi aku memutuskan untuk pergi denganmu. Lagipula pekerjaanku sudah di tangani semuanya oleh sekertaris ku di kantor. Jadi kita bisa pergi. Di tambah lagi, pernikahan kita kan sebentar lagi. Dan kita harus fitting baju secepatnya."


"Ng…" Aphrodite terdiam sejenak tampak menimbang-nimbang sebelum memutuskan.


"Sudah kau ini memikirkan apa lagi? Pergi saja. Lagipula kau kan tidak memiliki pekerjaan apa-apa, kalau istirahat nanti juga kan bisa," Helen di sana berujar membuat Aphrodite spontan menoleh ke arah wanita yang menjadi mama nya itu.


"Baiklah," finalnya dengan suara pelan.


"Oke, kalau begitu cepat ganti baju dan bersiap-siap lah. Jangan buat Frans menunggu terlalu lama."


"Umm iya," Aphrodite beranjak bangun dari sana.


"Tunggu sebentar ya Frans, Aph akan ganti pakaian dulu."


"Iya, tidak apa-apa Tante," sahut Fransisco tak keberatan. Pria itu tersenyum simpul dan mulai di sibukkan menunggu Aphrodite selesai mengganti pakaiannya sebelum kemudian mereka akan pergi menuju butik yang akan menjadi tempat mereka memesan pakaian pernikahan mereka.

__ADS_1


Aphrodite beranjak menghampiri kamarnya yang terletak tak jauh dari ruang tamu, berjalan sebentar sampai kemudian tiba di dalam sana dan mulai di sibukkan mencari pakaian yang akan di kenakan olehnya untuk pergi bersama dengan Fransisco untuk melakukan fitting baju pengantin mereka.


Tak lama setelah menyelesaikan persiapannya, Aphrodite lantas keluar dari dalam kamar dengan pakaian yang sudah tampak rapi.


"Baiklah, ayo pergi," tutur Fransisco begitu melihat Aphrodite yang baru saja tiba di sana dengan pakaian yang sudah benar-benar rapi.


"Iya. Ayo," sahut Aphrodite pelan.


"Kalau begitu kami permisi Tante," Fransisco tersenyum ke arah Helen yang kini berdiri di sana.


"Iya. Hati-hati di jalan."


"Baik." Fransisco menjawab. Ia lantas berjalan keluar bersama dengan Aphrodite yang sudah sangat rapi.


Tiba di luar, Fransisco segera membukakan pintu mobilnya yang sudah terparkir rapi dipekarangan, agar Aphrodite segera masuk dan duduk di dalamnya.


"Terima kasih," kata Aphrodite pelan.


"Sama-sama," Fransisco tersenyum lantas menutup pintu mobilnya begitu Aphrodite sudah duduk manis di dalam sana. Di jok samping pengemudi.


Fransisco menyalakan mesin mobilnya dan perlahan menjalankannya keluar dari dalam pekarangan rumah Aphrodite dan melaju menuju tempat dimana butik itu berada.


Sepanjang perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir masing-masing. Keduanya terlalu sibuk dengan kesibukannya sendiri-sendiri. Aphrodite sibuk memperhatikan bangunan yang di lewatinya di luar sana, sementara Fransisco sibuk memperhatikan jalan yang tengah di tujunya.


...*...


Fransisco memarkirkan mobilnya tepat di lahan parkir kosong yang tersedia di sana. Ia lantas keluar dari dalam mobil, dan berjalan sebentar mengitari bagian depan mobilnya untuk membuka kan pintu untuk Aphrodite.


Sejurus berikutnya mereka mulai melangkah menuju arah pintu masuk butik yang letaknya tak jauh dari tempat mereka memarkirkan mobilnya.


Fransisco mendorong pintu masuk butik, lalu melangkah masuk bersama dengan Aphrodite di sampingnya.


Tiba di dalam, Fransisco segera menghampiri salah satu pegawai di sana untuk bisa bertemu dengan manajer butik tersebut.


"Pakaiannya di sebelah sini," ujar wanita berjas hitam itu seraya melangkah memimpin di depan untuk menunjukkan tempat dimana pakaian yang mereka pesan itu berada.


"Iya," sahut Fransisco yang kemudian melangkah bersama dengan Aphrodite mengikuti kemana wanita itu melangkah menuntun mereka.

__ADS_1


"Ini gaun dan tuxedo nya tuan," kata wanita itu begitu ia tiba di sebuah ruangan khusus yang lebih seperti ruang tunggu berhiaskan sofa dan meja kaca.


Di sudut ruangan itu, mereka dapat melihat gaun pengantin lengkap dengan tuxedo yang terpasang pada sebuah manekin.


Fransisco tersenyum menatap gaun yang terpasang pada manekin di hadapannya, ia amat yakin jika Aphrodite akan sangat cocok dan cantik mengenakan gaun itu. Sementara itu di sisinya, Aphrodite menatap gaun itu dengan raut wajah kebingungan.


"Frans," panggil Aphrodite yang membuat pria itu menoleh ke arah nya.


"Ada apa?"


"Ini maksudnya…" Aphrodite menggantungkan ucapannya sejenak, berusaha mencari kalimat yang tepat untuk menggambarkan kebingungannya.


"Oh, kau pasti kaget karena pakaiannya tiba-tiba sudah jadi kan?" Ucap Fransisco yang membuat Aphrodite tertegun.


"A-ah ya. Kenapa kau bisa tahu jika itu yang akan aku tanyakan?"


"Tentu saja aku tahu. Dan, sebenarnya mama yang telah menyiapkan semua ini sebelum kita melakukan persiapan yang lain. Mama juga yang membuatkan desain gaun dan tuxedo untuk aku pakai saat pernikahan kita nanti."


"H-huh? Tapi… aku merasa beliau tidak pernah memintaku untuk datang kemari dan mengukur tubuhku untuk membuat gaun."


"Mama bilang kalau dulu pernah belajar mengenai fashion dan pernah kuliah desain juga, dan dia memiliki kemampuan dalam memperhitungkan ukuran seseorang hanya dalam melihatnya saja. Omong-omong dia ahlinya."


"Huh? Benarkah?"


"Iya. Maka dari itu, begitu melihatmu. Mama langsung bisa menebak ukuran baju yang pas untuk kau kenakan, dan dia langsung membuatkan desain gaun yang akan kau kenakan nanti."


"Begitu rupanya. Pantas saja aku tidak tahu."


"Baiklah, kalau begitu. Ayo kita coba, aku sudah tidak sabar ingin melihat kau mengenakan gaun ini. Aku yakin pasti kau akan sangat cantik."


"Ya… baiklah, akan aku coba," gumam Aphrodite.


"Ah ya, tolong bantu calon istriku memakai gaunnya," tutur Fransisco pada si manajer butik.


"Ah, baik tuan. Kalau begitu mari."


...***...

__ADS_1


__ADS_2