
...***...
"Ta-tapi…"
"Sstttttt…" Fransisco menaruh telunjuknya di depan bibir Aphrodite, menghentikan kalimat yang baru hampir saja akan berloncatan keluar dari bibirnya.
"Aku tidak ingin dengar kata tapi. Yang aku ingin dengar darimu adalah kata 'iya, aku mengerti'," tuturnya. Aphrodite termangu, ia diam tak bersuara sementara kedua manik matanya kini semakin dalam memandang lekat kedua mata Fransisco.
"Sudahlah, aku tidak ingin membahas ini lagi. Lebih baik sekarang kita pergi," kata Fransisco seraya beranjak bangun dari tempatnya. Berdiri di hadapan Aphrodite seraya menggenggam tangannya. Aphrodite kemudian beranjak bangun dari duduknya.
Fransisco menuntun Aphrodite keluar dari bandara dengan menyeret dua koper di tangannya. Begitu tiba di luar bandara, mereka lantas mulai di sibukkan dengan menunggu kedatangan mobil yang akan menjemput mereka di bandara.
DRRTTTT... DRRTTTT...
Ponsel Fransisco tiba-tiba saja berbunyi, membuat fokusnya seketika tersita oleh suara benda yang kini tersimpan di balik jaket hangat yang di kenakan olehnya.
"Sebentar," gumam Fransisco yang kemudian merogoh kantong jaketnya. Menatap layar ponselnya yang kini menyala menampakkan sederet nomor tak bernama di sana.
"Siapa?" Tanya Aphrodite seraya menatapnya dengan raut wajah bingung.
"Aku tidak tahu, nomornya tidak terdaftar di kontak ponsel ku."
"Coba kau angkat saja. Takutnya seseorang yang kau kenal."
"Iya," sahut Fransisco yang kemudian menggeser tombol berwarna hijau di sana, mengangkat sambung telponnya itu yang dengan secara otomatis langsung menghubungkan sambungan telponnya dengan si penelpon di seberang sana.
"Bonjour monsieur, je suis la personne chargée de venir vous chercher," tutur seseorang di seberang sana. Berbicara dengan menggunakan bahasa Prancis. Dari suara beratnya, Fransisco dapat menyimpulkan kalau orang yang tengah berbicara dengannya adalah seorang pria.
(Bonjour monsieur, je suis la personne chargée de venir vous chercher./ Selamat pagi tuan, saya adalah orang yang di tugaskan untuk menjemput anda.)
__ADS_1
"A-ah… bonjour," sahut Fransisco sedikit terbata. Pria di seberang sana berbicara begitu banyak, membuatnya sedikit terkejut karena baru saja sambungan telponnya terhubung, ia sudah di serbu oleh berbagai kalimat dari bahasa asing. Beruntung saat ia kecil dulu, Fanny sempat mengajarinya bahasa Prancis dan beruntungnya juga ia sempat mendapatkan salah satu klien dari Prancis. Hal itu membuatnya mudah untuk memahami apa yang baru saja di lontarkan oleh pria di seberang sana.
(Bonjour— selamat pagi dalam bahasa Prancis. Namun bersifat random dalam artian bisa berarti ‘Halo, atau Selamat Pagi’)
"Je suis actuellement en route pour l'aéroport, pouvez-vous me dire où vous êtes maintenant ? Pour que je puisse te trouver plus facilement," katanya lagi. Sementara Fransisco berbicara dengan seseorang di seberang sana, beda halnya dengan Aphrodite yang kini tampak menatapnya dengan raut wajah bingung. Aphrodite penasaran dengan apa yang tengah mereka bicarakan, dan ia bingung kenapa Fransisco tampak begitu serius mendengarkan suara si penelpon.
(Je suis actuellement en route pour l'aéroport, pouvez-vous me dire où vous êtes maintenant ? Pour que je puisse te trouver plus facilement./ Saat ini saya sedang di perjalanan menuju bandara, bisakah tuan memberitahu saya dimana tuan berada saat ini? Agar saya lebih mudah menemukan tuan.)
"Oh, J'ai attendu devant l'aéroport. Je suis actuellement debout sur le bord de la route," sahut Fransisco seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Bandara masih tampak sepi, tidak ada terlalu banyak orang yang datang dan pergi memasuki bandara.
(Oh, J'ai attendu devant l'aéroport. Je suis actuellement debout sur le bord de la route./ Oh, saat ini aku sedang berada di depan bandara. Aku berdiri di tepi jalan.)
"Ah, eh bien, je serai là dans une minute," jawabnya di seberang sana.
(Ah, eh bien, je serai là dans une minute./ Ah, baik, saya akan tiba di sana beberapa menit lagi.)
(Bon. J'attends/ Baik. Aku tunggu)
Fransisco lantas memasukkan ponsel di tangannya ke dalam kantong jaket yang di kenakan olehnya.
"Yang baru saja telpon ternyata adalah orang yang di minta mama untuk menjemput kita di sini, dan dia berkata kalau dia sebentar lagi akan tiba di sini. Sekarang dia sedang di perjalanan," jelas Fransisco seraya menoleh ke arah Aphrodite. Namun air mukanya berubah saat melihat Aphrodite yang kini termangu menatap nya, Aphrodite bahkan nyaris tak berkedip saat memandanginya.
"Aphrodite? Kenapa kau memandangi ku seperti itu?" Tanya Fransisco seraya menepuk pelan pundak nya.
"Tidak apa-apa, aku hanya terkejut. Bahasa Prancis mu begitu fasih," ujar Aphrodite dengan suara pelan.
"Oh, aku kira kenapa kau menatapku seperti itu. Ternyata hanya gara-gara itu," Fransisco terkekeh menanggapi ucapan Aphrodite barusan.
"Dulu mama sempat mengajariku belajar bahasa Prancis, maka dari itu. Aku bisa berbicara dengan fasih," jelas Fransisco.
__ADS_1
"A-ah… begitu rupanya."
"Ya, begitulah…" kata Fransisco seraya tersenyum simpul. Fokus mereka kembali di sibukkan menunggu pria yang di minta untuk menjemput mereka. Dan tidak membutuhkan waktu lama, mobil yang mereka tunggu pun akhirnya tiba di hadapan mereka. Fransisco dapat mengenali mobil itu, karena Fanny sudah menjelaskan ciri-ciri mobilnya pada Fransisco saat mereka tengah berbicara di telpon.
Pria yang mengemudikan mobilnya itu lantas turun dari dalam mobil dan berjalan menghampiri Fransisco serta Aphrodite yang kini tengah berdiri di sana, menunggu dirinya yang baru saja tiba.
"Bonjour monsieur, madame," sapa pria itu sembari membungkuk memberikan salam pada Fransisco dan Aphrodite sebagai tanda hormatnya.
(Bonjour monsieur, madame,/ Halo tuan, nyonya.)
"Bonjour," sahut Fransisco seraya tersenyum ke arahnya sebagai tanda keramahannya. Pria itu berdiri tegap dihadapannya seraya memandanginya.
"Perkenalkan, nama saya Adrien. Saya adalah orang yang di percaya oleh madame Fanny untuk menjemput tuan dan nona," ujarnya memperkenalkan diri dalam bahasa Prancis.
"Namanya Adrien, dia adalah orang yang diminta mama untuk menjemput kita disini," tutur Fransisco menerjemahkan apa yang baru saja diucapkan oleh Adrien.
"O-oh, nice to meet you," Aphrodite membungkukkan tubuhnya.
Adrien tertegun, ia menatap Aphrodite dengan raut wajah bingung sementara Fransisco yang mendengarnya hanya bisa mengulum senyum menanggapi usaha Aphrodite untuk bisa berkomunikasi dengan pria itu.
"Ma femme ne comprend pas le français," jelas Fransisco pada Adrien, berusaha untuk memberikan pengertian padanya.
(Ma femme ne comprend pas le français/ Istriku tidak mengerti bahasa Prancis.)
"Oh, je vois…" gumam Adrien menanggapi seraya mengangguk-angguk kepalanya. Ia lantas beralih pandang pada Aphrodite.
(Oh, je vois…/ Oh, begitu…)
...***...
__ADS_1