Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Games area


__ADS_3

...***...


"Hahaha, tadi itu benar-benar lucu. Aku sampai tidak bisa berhenti tertawa," Aphrodite terkekeh di sana, ia berusaha keras untuk menghentikan tawanya sejak film yang di tonton mereka wanita itu tak henti-hentinya tertawa. Setiap adegan dalam film itu berhasil menggelitiknya.


"Hahahaha, ya kau benar. Dan aku paling suka saat di bagian akhirnya," Fransisco menimpali. Pria itu berjalan di sampingnya.


Saat ini mereka baru saja keluar dari dalam bioskop, mereka baru saja selesai menonton film yang semula di pilihkan oleh Fransisco. Dan film itu berhasil membuat Aphrodite tertawa terpingkal-pingkal.


"Ahh, mataku sampai berair," Aphrodite mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata akibat terlalu banyak tertawa.


Fransisco terdiam seketika. Ia baru menyadari jika ia telah berhasil membuat Aphrodite tertawa dan ceria kembali seperti semula.


Ia terdiam, sebuah senyuman terukir di wajah tampannya. Matanya menatap Aphrodite intens, ia benar-benar senang melihat orang yang di cintainya itu kini sudah kembali ceria seperti dulu. Dan seingatnya, ini adalah kali pertamanya ia melihat Aphrodite tertawa lepas seperti saat ini.


"Kau cantik saat kau tertawa," gumamnya pelan secara tanpa sadar.


"H-huh? Apa?" Aphrodite yang mendengarnya seketika terdiam. Ia menatap Fransisco di sampingnya, pria itu masih memandanginya intens.


"Kau benar-benar cantik saat kau tertawa," ulangnya lagi, tapi kali ini dengan segenap kesadarannya.


"Haha, kau ini bisa saja. Hm, ehem," Aphrodite berdeham di sana. Seketika ia merasa canggung karena ucapan Fransisco barusan. Aphrodite memalingkan wajahnya ke arah lain, berharap Fransisco tidak terus memandang ke arah dirinya. Itu cukup membuatnya semakin merasa canggung.


"Ah, ehem. Aku ingin pergi ke toilet sebentar," tuturnya yang kemudian melangkah pergi dari sana. Melenggang menuju toilet. Sementara itu, Fransisco berdiri menunggu dirinya di sana.


Fransisco menatap ke arah mana wanita itu pergi. Senyuman masih tak hilang dari wajahnya, ia benar-benar senang karena telah berhasil membuat Aphrodite kembali tertawa.


"Aku senang. Ternyata rencanaku benar-benar berhasil membuat Aphrodite kembali ceria lagi. Dia bahkan sekarang sudah bisa kembali tertawa," Fransisco bergumam.


DRRTTTT... DRRTTTT...


Fokusnya beralih ketika ia mendapati ponselnya berdering di balik kantong jas yang di kenakan olehnya.


Fransisco merogoh kantong jasnya, hendak mengecek siapa yang berusaha menghubungi dirinya.


Ia tersenyum simpul saat melihat sederet huruf yang membentuk sebuah nama di sana. Nama yang telah memberikan dirinya ide untuk membuat Aphrodite senang dengan cara mengajaknya jalan-jalan di luar.

__ADS_1


Fransisco menggeser tombol hijau di sana yang secara otomatis langsung menghubungkan sambungan telponnya dengan wanita paruh baya di seberang sana.


"Halo Tan?" Sapanya begitu sambungan telponnya sudah terhubung dengan Helen di seberang sana.


"Halo," Helen menyahut. "Bagaimana rencana kita? Apakah semuanya berjalan lancar?" Tanya Helen yang tampak benar-benar penasaran dengan hasilnya.


"Ya, tentu saja semuanya lancar," Fransisco semakin merekahkan senyumnya.


"Benarkah? Lalu bagaimana? Apakah kau sudah berhasil membuatnya kembali ceria?"


"Begitulah Tante. Aku pikir ini akan sulit, tapi ternyata tidak sama sekali. Bahkan Aphrodite sekarang sudah bisa tertawa lagi."


"Benarkah? Wah, Tante benar-benar senang mendengarnya. Kau lihat sendiri bukan, apa yang Tante bilang? Aph akan merasa lebih baik saat kau mau berusaha untuk menghiburnya, dan Tante yakin setelah ini kau hanya perlu menyusun strategi selanjutnya agar Aph perlahan mau menerimamu menjadi suaminya."


"Haha, ya. Tante benar, dan sepertinya aku harus mulai mengikuti setiap saran yang Tante berikan. Terbukti kan, saran dari Tante kali ini saja benar-benar berhasil membuatku lebih dekat dengan Aphrodite."


"Oh tentu saja kau harus mendengarkan Tante. Agar kau bisa mendapatkan dengan lebih mudah, maka kau harus mau bekerja sama dengan Tante dan ikut setiap saran dari Tante. Tante pastikan kau akan benar-benar berhasil mendapatkan Aph untuk seutuhnya."


"Iya. Terima kasih Tante. Kalau begitu mulai sekarang aku akan mendengarkan semua saran Tante."


"Baik Tante."


"Kalau begitu sampai jumpa lagi."


"Ya, sampai jumpa Tante," sahut Fransisco. Helen di seberang sana lantas memutuskan panggilan telponnya secara sepihak. Dan begitu sambungan telpon mereka terputus, Fransisco terdiam memandangi layar ponselnya.


"Aku harus mengikuti apa yang Tante Helen sarankan padaku, dengan begitu aku bisa lebih mudah untuk dekat dengan Aphrodite," batinnya seraya mencengkeram ponselnya sebelum kemudian ia masukkan ke dalam kantong jasnya lagi.


"Maaf membuatmu menunggu lama," Aphrodite tiba di sana. Wanita itu baru saja kembali setelah menuntaskan beberapa hal kecil di toilet.


"Tidak apa-apa, lagipula aku juga tidak terlalu lama menunggu. Kau udah selesai?"


"Ya, sudah. Aku sudah selesai, kalau begitu ayo pulang," Aphrodite bersiap untuk melangkah tapi baru satu langkah ia berjalan, Fransisco sudah lebih dulu menahan langkah kakinya.


"Tunggu! Kau ingin pulang sekarang?"

__ADS_1


"Huh? Memangnya kenapa?" Tanya Aphrodite dengan raut wajah bingung.


"Ini masih terlalu siang untuk pulang."


Aphrodite melirik jam yang melingkar dan tangan kirinya. Jam itu sudah menunjukkan pukul empat sore.


"Siang bagaimana?! Ini sudah jam empat sore," ujar Aphrodite.


"Tapi masih ada waktu untuk kita bersenang-senang. Ayo kita pergi ke bagian permainan!" Fransisco meraih tangan Aphrodite, menariknya menuju arena permainan yang terdapat di sana.


"Ta-tapi bagaimana jika mama ku marah?" Aphrodite terseret di belakangnya.


"Tidak akan! Aku jamin itu. Lagipula aku sudah menghubungi Tante Helen jika aku akan jalan-jalan bersama mu hingga malam, dan Tante juga sudah mengizinkan nya. Jadi kau tidak usah khawatir."


"H-huh? K-kapan kau berbicara dengannya?"


"Saat kau di toilet!"


"Benarkah?"


"Sudahlah! Ayo pergi," Fransisco terus menarik tangan Aphrodite menuju arah area permainan.


"Ayo kita coba semua permainan di sini," tutur Fransisco begitu mereka tiba di area permainan.


"Eh? Semua ini?" Aphrodite meliriknya dengan raut wajah terkejut.


"Iya. Kita coba semua ini," Fransisco melirik ke arah Aphrodite.


"Tapi…"


"Ayo! Kita mulai dari sana!" Fransisco meraih tangan Aphrodite, menariknya menuju arah salah satu permainan yang letaknya berada di dekat pintu masuk.


Fransisco membawa Aphrodite untuk mencoba berbagai macam permainan yang ada disana. Mencobanya dari ujung yang satu ke ujung yang lain.


...***...

__ADS_1


__ADS_2